Cukup Segini! Durasi Waktu yang Dibutuhkan Anak Main YouTube

Beberapa waktu yang lalu, saya banyak pertanyaan yang masuk lewat komentar di channel YouTube Pelatihan Homeschooling mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk bermain YouTube?

Apakah ada batasan waktu khusus atau boleh dibiarkan saja seharian main gadget tanpa ada batasan.

Bagi saya pribadi, bermain gadget dan durasi waktu yang diperbolehkan itu terserah orangtua. Saya mengenal seorang praktisi Homeschooling yang menerapkan model Unschooling dalam kesehariannya dan beliau mengijinkan anak-anaknya untuk berkutat dengan gadget selama seharian penuh. Yup, benar sekali! Benar-benar tanpa ada batasan waktu.

Ngeri gak tuh? Bagi sebagian besar orangtua mungkin akan merasa tidak nyaman atau kaget dengan gaya hidup mereka yang seperti ini.

Apalagi orangtua yang sehari-hari sudah dicekoki dengan penjelasan-penjelasan mengenai dampak negatif bermain gadget. Misalnya, mengurangi ketajaman mata dalam melihat, membuat anak menjadi lebih pasif, terancam obesitas karena kurang kegiatan fisik hingga mematikan dan masih banyak lagi.

Takut boleh, tapi kalau parno sampai membuat anak jauh-jauh dari gagdet itu namanya sikap yang kurang bijaksana.

Karena di jaman sekarang, gadget yang menjadi salah satu produk teknologi termutakhir menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian kita.

Mulai dari pesan makan, melihat cuaca terbaru, mengantisipasi kemacetan sampai beli kaos kaki dan panci seringkali kita lakukan dengan memanfaatkan gadget ini tadi.

Bahkan, profesi anak-anak kita ke depannya lebih banyak membutuhkan skill yang berkaitan dengan utak-atik produk teknologi. Misalnya, dulu tidak ada profesi yang namanya Influencer.

Sekarang, profesi semacam itu banyak sekali bermunculan melalui produk teknologi seperti instagram dan YouTube.

Banyak anak-anak muda seusia SMP, SMA dan mahasiswa yang menjadi influencer dalam bidang fashion, teknologi, keuangan maupun hobi masing-masing.

Influencer Bidang Relationship
Influencer Bidang Pendidikan dan LIngkungan Sosial

Jadi, tidak ada salahnya kalau anak-anak kita dekat dengan gadget dalam kesehariannya. Siapa tahu dari situ, anak-anak kita menemukan minat dan mampu mengembangkan bakatnya. Untung juga kan kita sebagai orangtuanya.

Hanya saja, tentu tidak bisa kita lepaskan begitu saja. Sebagai orangtua kita tetap perlu melakukan penjagaan, kontrol, pengecekan dan memberikan batasan waktu.

Berikut adalah beberapa tips khusus yang berkaitan dengan durasi waktu bermain gadget (YouTube dan media sosial) untuk anak-anak Anda di rumah;

  1. Download aplikasi Parental Control yang bisa membantu Anda mengunci aplikasi-aplikasi yang tidak boleh diakses oleh anak. Melalui aplikasi ini, orangtua juga bisa melakukan setting waktu. Apabila Anda melarang anak untuk mengaskses YouTube di malam hari, maka aplikasi bisa terkunci otomatis. Kemudian, terbuka kembali pada waktu-waktu yang memang Anda ijinkan.
  2. Jangan asal membatasi waktu main gadget. Jelaskan pada anak bahwa Anda memberikan batasan di waktu-waktu khusus.
  3. Buat perjanjian dengan anak Anda apabila dia melanggar atau menepati peraturan yang sudah dibuat bersama.
  4. Untuk anak-anak usia dini, mungkin agak susah menerapkan peraturan seperti ini karena mereka belum memahami aturan dan sistem. Tapi, Anda tetap bisa mencobanya karena dalam Homeschooling, kebiasaan baik harus dibentuk sejak dini.
  5. Baik untuk anak usia dini, usia sekolah maupun remaja di waktu-waktu dimana Anda tidak mengijinkan mereka untuk mengakses internet maupun menggunakan gadget, berikanlah kegiatan pengganti. Misalnya, untuk anak usia dini Anda membersamai anak untuk bermain dan ngobrol. Untuk anak usia sekolah, Anda ajak anak main berkegiatan di luar rumah seperti kursus atau jalan-jalan santai. Untuk anak usia remaja, Anda bisa mengikutsertakan anak ke komunitas tertentu sesuai hobinya.
  6. Berikan keteladanan pada anak-anak Anda dan sediakan waktu buat mereka. Kalau cuma sekedar melarang sih gampang, saya juga bisa. Tapi, memberikan teladan dan menyediakan waktu berkualitas bagi anak agar mereka tidak berkegiatan tanpa kejelasan itu yang belum banyak bisa diterapkan oleh para orangtua.

Jadi, intinya tidak ada batasan waktu untuk bermain gadget, YouTube atau media sosial. Semua tergantung kebijakan masing-masing orangtua juga tergantung bagaimana orangtua memandang teknologi.

Seorang praktisi Homeschooling dengan model Unschooling yang saya kenal, yang kebetulan juga bussinessman dalam bidang teknologi dan informasi, beliau mengenalkan anaknya sejak dini dengan teknologi. Karena itu merupakan sumber penghidupan mereka.

Tapi, kalau Anda merupakan seorang peternak, mungkin Anda akan lebih sering mengenalkan anak pada kegiatan alam yang berkaitan dengan bidang usaha  Anda. Sambil sesekali mengenalkan teknologi kepada mereka. Siapa tahu, dari situ anak-anak bisa mengembangkan peternakan berbasis teknologi.

So, kembali pada Anda untuk kebijakan waktu dalam penggunakan teknologi ini.