Apa itu Bullying? Pahami Makna dan Jenis-jenis Bullying

apa itu bullying
apa itu bullying

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah bullying. Baik berita di tv, media sosial maupun keseharian.

Sebenarnya, apa itu bullying? Berikut adalah contoh tindakan negatif yang tergolong bullying.

  1. Mengatakan hal buruk atau memberikan julukan tak menyenangkan pada orang lain
  2. Mengucilkan seseorang dari sebuah kelompok dengan tujuan tertentu
  3. Memukul, menendang, mencubit dan melakukan kekerasan fisik lain
  4. Menyebarkan rumor yang tidak benar hingga membuat seseorang tidak disukai

Jika dilihat dari Kamus Bahasa Inggris ke Indonesia bullying berarti perundungan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, perundungan memiliki makna berikut.

run.dung
[v] , me.run.dung v (1) mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan: anak itu ~ ayahnya, meminta dibelikan sepeda baru; (2) menimpa (tt kecelakaan, bencana, kesusahan, dsb): ia tabah atas kemalangan yg telah ~ nya

Namun, istilah ini tidak familiar di telinga masyarakat. Kita lebih terbiasa menyebutnya dengan istilah bullying.

Apa itu Bullying?

Jika melihat beberapa tindakan negatif di atas, saya sendiri dulu sewaktu SD pernah melakukan bullying sekaligus menjadi korban.

Tindakan negatif yang seringkali saya dan teman-teman lakukan adalah memberikan julukan buruk dan saling mengucilkan.

Anehnya, saya dan teman-teman tidak pernah merasa sakit hati dengan perlakuan tersebut.

Kita cenderung menikmati masa-masa itu karena memang dianggap sebagai lelucon.

Lalu, apa sih pengertian bullying itu?

 

Bullying adalah tindakan satu orang atau lebih dengan tujuan merendahkan orang lain (target bullying) tanpa dasar yang jelas, hanya ingin mengintimidasi dan dilakukan secara berulang-ulang. Hal ini mengakibatkan seluruh lingkungan ikut membenci dan merendahkan target bullying.

 

Artinya, apa yang saya dan teman-teman sewaktu SD lakukan tidak tergolong bullying.

Karena kami melakukannya untuk hiburan, tidak ada tujuan ingin mengintimidasi dll.

 

Kami saling sayang dan memberikan panggilan unik, meskipun orang lain yang mendengar akan mengatakan julukan itu buruk.

 

Jadi, jangan terlalu sensitif hingga menganggap orang yang memberi julukan buruk itu berarti tukang bully.

Terlebih dulu, Anda harus mencari tahu tujuan orang tersebut memberikan julukan pada Anda. Kemudian, lihatlah dampaknya.

Jenis jenis Bullying

Setelah memahami apa itu bullying, selanjutnya Anda harus memahami beberapa kategori bullying.

Karena tiap kategori memiliki karakteristik khusus yang mana jika anak Anda mengalaminya, maka mereka harus mendapatkan treatment yang berbeda-beda.

1. Kontak Fisik Langsung

Bentuk bentuk bullying yang tergolong dalam fisik langsung; mendorong, menggigit, menjambak, memukul, mencubit, mencakar, memeras, mengunci seseorang dalam ruangan hingga merusak barang-barang yang dimiliki seseorang.

2. Kontak Verbal Langsung

Contoh bullying yang tergolong dalam verbal langsung antara lain; mengancam, merendahkan, mencela, mengintimidasi, memaki, menyebarkan rumor, memberikan julukan buruk, mempermalukan.

3. Non Verbal Langsung

Menampilkan ekspresi wajah tak menyenangkan, menjulurkan lidah, melihat dengan pandangan sinis. Biasanya tindakan negatif ini disertai dengan bullying fisik atau verbal langsung.

4. Non Verbal Tidak Langsung

Mengucilkan seseorang dari kelompok tertentu, mendiamkan, mengirimkan pesan bernada ancaman, mengabaikan, memanipulasi hubungan hingga menjadi retak.

5. Pelecehan Seksual

Tindakan bullying ini bisa terjadi dalam bentuk fisik maupun verbal. Misalnya, menggoda, berusaha mengintip, menyentuh dan meraba korban secara seksual.

Menyebarkan foto korban yang bersifat sensual atau pribadi juga tergolong dalam pelecehan seksual.

 

Semakin berkembangnya teknologi dan informasi, bullying tak hanya sebatas 5 kategori diatas. Saat ini marak juga CYBERBULLYING.

 

Arti dari cyberbullying adalah kekerasan yang terjadi di internet menggunakan bantuan teknologi.

Tindakan negatif yang tergolong dalam cyberbullying antara lain;

  • melukai seseorang lewat kata-kata
  • mempermalukan
  • mengejek
  • mengintimidasi dll melalui media sosial

Saya yakin, Anda sering melihat postingan seorang artis yang mengundang banyak komentar di jejaring sosial, seperti instagram.

 

Komentar negatif yang menjelek-jelekkan, menyudutkan hingga memaki adalah contoh nyata cyberbullying.

 

Ada banyak artis yang masa bodoh dengan komentar negatif para pengujar kebencian ini.

Tapi, ada juga beberapa artis yang merasa tersinggung kemudian membawa komentar negatif ini ke ranah hukum.

Orangtua, Anda juga perlu berhati-hati. Karena bullying ini bisa terjadi di mana saja dan mengancam anak kapan saja. Tak hanya media sosial anak yang perlu diperhatikan.

Perhatikan juga pergaulan anak di sekolah, lingkungan tempat tinggal, tempat kursus dan lokasi lain yang sering dikunjungi anak.

*Baca juga, Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Tukang Bully?