Bagaimana Cara Belajar Homeschooling yang Efektif untuk Anak?

Bagaimana cara belajar homeschooling? Apakah sama seperti anak-anak sekolah yang berangkat pagi pulang petang?

Kalau belajar di sekolah, anak-anak terbiasa duduk dan mendengarkan. Mereka terbiasa dilayani dan menjadi pasif. Guru lebih sering menjadi pusat perhatian dan subyek di kelas.

Murid-murid seolah tak ada kesempatan untuk memberi. Mereka diposisikan hanya untuk MENERIMA apa yang diberikan guru. Lalu, bagaimana cara belajar homeschooling?

Homeschooling memiliki pandangan berbeda.

Anak-anak adalah subyek pendidikan yang harus aktif mencari pengetahuan dan informasi secara mandiri.

Guru atau orangtua bertugas merangsang rasa ingin tahu anak.

Setelah rasa ingin tahunya terpantik, peran kita berubah menjadi fasilitator yang membantu mereka menemukan jawaban atas pertanyaannya.

  • Kita membimbing, bukan menyodorkan jawaban.
  • Kita menawarkan pilihan, bukan membuat keputusan.

Jawaban, biar dicari tahu sendiri oleh anak. Keputusan, biarkan anak belajar membuatnya.

Homeschooling membantu anak-anak bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

Itulah gambaran dasar dari cara belajar homeschooling. Lalu, bagaimana detil sistem belajar homeschooling?

Berikut adalah penjelasannya untuk Anda.

1. Mengeluarkan Potensi Anak

Istilah pendidikan berasal dari bahasa latin ‘educare‘ yang berarti MENGELUARKAN.

Cara mengajar anak homeschooling tidak dengan memasukkan sebanyak mungkin informasi dan pengetahuan.

  • Kita tidak memaksa anak membaca buku yang tak disukainya
  • Kita juga tak meminta anak menghafal materi pelajaran

Homeschooling tak menyarankan orangtua memberi instruksi, ‘ayo belajar’ atau ‘ayo baca buku’.

Tata cara homeschooling dalam belajar adalah orangtua mengkondisikan lingkungan agar anak SADAR dan INGIN belajar dengan sendirinya.

Saat anak berjuang memecahkan masalah, mengerjakan soal, mencoba memahami materi, kita harus aktif memberikan dorongan positif.

Dengan cara ini, diharapkan anak akan sadar dengan kemampuannya.

2. Menjadikan Orangtua Sebagai Teladan

Cara belajar homeschooling mengharuskan orangtua mencontohkan kebaikan pada anak.

Melalui cara pandang dan cara mengambil tindakan dalam menghadapi sesuatu.

Homeschooling memungkinkan hubungan yang dalam antara orangtua-anak.

Hal ini membuat anak menjadikan orangtuanya sebagai teladan dalam segala hal.

Apapun yang kita katakan akan selalu dibandingkan dengan sikap kita. Jika tidak sinkron, anak lebih mencontoh perilaku yang kita tunjukkan.

Ya, perilaku orangtua mempengaruhi anak 2X lebih dahsyat dibanding nasihat.

Kalau Anda memilih homeschooling, sudah siapkah menjadi teladan bagi anak dalam segala hal?

3. Memperdalam Keterampilan Melalui Pelatihan

Anak homeschooling berkesempatan untuk memperdalam ketrampilan khusus.

Kita lebih mengedepankan praktik ketimbang sekedar menghafal teori. Misalnya, untuk pelajaran komputer dimana proses belajar dan evaluasinya HARUS melalui praktik.

Kita lebih mendahulukan praktik langsung ketimbang sekedar menghafal fungsi ENTER, KEYBOARD atau CARA MENGHIDUPKAN KOMPUTER melalui buku teks.

Ya, kita tidak meminta anak menjelaskan bagaimana caranya menghidupkan komputer.

Kita perdalam ketrampilan anak melalui pelatihan atau praktik nyata.

Dengan cara ini, pengetahuan atau informasi yang kita sampaikan jadi lebih mudah diterima. Seperti kata Confusius,

Apa yang saya dengar, saya lupa
Apa yang saya lihat, saya ingat
Apa yang saya kerjakan, saya pahami

4. Memenuhi Rasa Ingin Tahu Anak

Anak-anak adalah pembelajar sejati.

Mereka suka bertanya, rasa ingin tahunya tinggi dan selalu bergairah mengeksplorasi banyak hal.

Sayangnya, orangtua dan guru sering mematikan antusiasme anak.

Saat mereka menaiki meja karena penasaran, kita membentak dan melarang. Kita memang sayang dan khawatir kalau anak jatuh.

Tapi, akan lebih baik jika kita mengawasi anak dari jauh. Setelah anak merasakan sensasi menaiki meja, ia pasti akan turun dengan sendirinya.

Jika perilaku kurang sopan itu menjadi kebiasaan, barulah orangtua memperingatkan dan menetapkan aturan bagi anak.

Jika pengalaman pertama anak langsung direspon orangtua dengan larangan, antusiasme belajar anak akan menurun.

Cara belajar homeschooling menganut prinsip menuruti rasa ingin tahu anak. Apa yang membuat anak penasaran, itulah yang menuntun orangtua dalam mengajari anaknya.

Kita tidak menjadwal anak harus menyelesaikan materi A dalam sebulan atau menghabiskan buku B dalam seminggu.

Cara mengajar anak homeschooling adalah dengan mengikuti rasa ingin tahu mereka.

5. Evaluasi Proses Homeschooling

Di sekolah kita mengenal ulangan, tes semesteran dan ujian nasional.

3 hal tersebut adalah cara sekolah menilai kompetensi siswanya.

Homeschooling juga mengenal proses evaluasi.

  • Apakah anak memahami materi yang disampaikan
  • Apakah anak mengalami kendala belajar, atau
  • Seberapa dalam pemahaman anak mengenai materi tertentu

Homeschooling lebih menghargai proses. Jadi, evaluasi yang dilakukan bukan untuk mencari berapa nilai yang bisa diraih anak.

Melainkan, seberapa puas anak dengan pencapaian belajarnya. Hal ini bisa kita laakukan dengan cara;

  • berdiskusi bersama anak, dan
  • menyusun portofolio hasil karya anak

Itulah 5 prinsip dalam cara belajar homeschooling. Begitu sederhana, tapi tetap memperhatikan kepuasan dan kenyamanan anak dalam belajar.

Selanjutnya, kita akan belajar mengenai >> 6 MODEL HOMESCHOOLING DAN CARA MEMILIH YANG TEPAT.


***Jika Anda tertarik dengan homeschooling, tapi masih ragu dalam memulainya serta bingung bagaimana menjalankannya, Anda bisa ikuti program Pelatihan Homeschooling yang kami selenggarakan tiap bulan di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk membaca materi apa saja yang akan disampaikan dan diajarkan oleh Konsultan Homeschooling, silahkan klik >> LIHAT MATERI PELATIHAN <<

Untuk menanyakan jadwal Pelatihan Homeschooling terbaru, silahkan klik ikon WhatsApp di bawah ini.

konsultasi HS