Bagaimana Cara Belajar yang Baik agar Prestasi Naik?

Kenapa sih anak kita sering lupa kalau habis belajar?

 

Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh orangtua yang mana anaknya malas belajar dan cenderung belajar saat menghadapi ujian atau ulangan saja.

Anak-anak juga belajar dengan metode SKS alias Sistem Kebut Semalam.

Dalam keseharian, anak kita jarang sekali belajar. Saat tiba waktu ulangan atau ujian semester, mereka akan MENGHAFAL DAN MENJEJALI otaknya dengan beragam materi.

Cara ini memang bisa meningkatkan nilai. Sayangnya, pengetahuan itu takkan bertahan lama di otak kita. Karena jenis memori yang digunakan adalah memori kerja.

Memori kerja hanya mampu menyimpan informasi dalam rentang waktu beberapa menit hingga hitungan jam.

Selanjutnya, kita akan melupakan informasi tersebut karena otak menganggapnya tak penting dan dibutuhkan hanya saat ulangan atau ujian.

cara belajar yang baik
cara belajar yang baik

Jika ingin menyimpan informasi atau pengetahuan dalam rentang waktu lama, kita harus memanfaatkan memori jangka panjang.

Syarat agar sebuah informasi bisa masuk dan tersimpan di memori jangka panjang adalah,

 

Informasi/pengetahuan yang disampaikan harus masuk akal dan penting!

 

Kalau tidak penting alias anak-anak tak tahu manfaat dari mempelajari dari suatu hal, maka mereka takkan mampu menyimpan informasinya dalam waktu lama.

Cara Belajar yang Baik

Orangtua perlu membantu anak-anak menemukan arti/relevansi/kaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata mereka.

Misalnya, anak sedang mempelajari perkalian, maka kita perlu menunjukkan manfaat perkalian dalam keseharian. Ajak anak Anda berbelanja, kemudian contohkan cara membayar, menghitung total belanjaan atau kembalian.

 

Ini nih kak, fungsinya menghafal perkalian. Kita bisa hitung total belanjaan dan kembalian kita sudah tepat atau belum.

 

Itu contoh sederhananya. Sekarang, saya akan bagikan tips atau cara belajar yang baik di rumah maupun di sekolah. Cara ini sangat cocok dipraktikkan untuk mahasiswa, murid sd, smp dan juga murid sma untuk menghadapi ujian.

REHEARSAL

Informasi atau pengetahuan yang kita dapatkan memang tak bisa langsung masuk dan tersimpan di memori jangka panjang. Informasi harus diproses dalam jangka waktu yang cukup alias dipelajari lagi dan lagi.

<baca artikel mengenai 4 jenis ingatan (memori) manusia>

Kalau baru sekali belajar, kemudian berharap materi itu bisa langsung tersimpan, itu agak mustahil.

 

Harus ada proses belajar yang berulang dan berkelanjutan. Inilah yang disebut dengan REHEARSAL.

 

Proses rehearsal pertama terjadi saat anak mempelajari sebuah informasi untuk pertama kalinya. Kalau informasi yang dipelajari dianggap penting oleh anak, maka proses rehearsal berikutnya akan berjalan dengan mudah.

Kalau informasi yang dipelajari dianggap tak penting, maka akan cepat terlupakan.

Proses rehearsal kedua terjadi saat anak-anak kita meninjau ulang informasi. Mereka akan mencoba mengaitkan informasi baru tersebut dengan pengetahuan yang sudah dimiliki atau pengalaman yang pernah dilalui.

 

Tiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Jangan samakan satu anak dengan lainnya. Kecepatan ini tergantung dari jenis informasi yang dipelajari, tingkat kesulitan dan gaya belajar anak.

 

Cara belajar dengan baik bisa dilakukan dengan metode rehearsal. Metode ini tidak sekedar membaca,  dan menghafal secara berulang.

Rehearsal membantu kita memahami pengetahuan dengan baik, menghubungkannya dengan pengalaman atau informasi yang sudah kita ketahui sebelumnya.

Anak-anak akan menggunakan proses berpikir tingkat tinggi, sehingga mereka bisa menyimpan pengetahuan ini dalam jangka waktu panjang. Bahkan, bukan sekedar hafal. Melainkan, juga PAHAM!

Berikut adalah proses melakukan rehearsal.

Pertama, mengungkapkan opini dengan kata-kata sendiri.

Setelah mempelajari sebuah informasi, mintalah anak mengungkapkan opininya.

Jangan minta mereka membaca buku, jangan minta mereka mengingat-ingat apa yang ditulis buku.

Minta mereka menjelaskan pengetahuan yang baru saja didapat menggunakan kata-katanya sendiri. Hal ini sangat membantu informasi masuk ke memori jangka panjang karena akan memberikan kesan masuk akal bagi otak anak.

Kedua, membuat catatan dengan kata-kata sendiri.

Setelah menjelaskan, sekarang anak-anak harus mencatat.

Sebelum mencatat, anak-anak boleh membuka buku kemudian memilih poin-poin yang dianggap penting.

Berdasarkan poin penting tersebut, anak-anak harus menyusun catatan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Ingat ya, menyusun catatannya tak boleh sambil buka buku!

Ketiga, menyusun prediksi.

Prediksi yang dimaksud adalah kelanjutan dari materi pelajaran yang baru saja diajarkan. Misalnya, minggu kemarin anak mempelajari macam-macam simbiosis.

Ajari anak Anda membuat prediksi, ‘kira-kira materi pelajaran apa yang akan diajarkan di kelas minggu ini?’

Tujuan dari proses prediksi adalah meningkatkan ketertarikan anak terhadap pengetahuan yang akan dipelajari Semakin tertarik, semakin mudah sebuah informasi tersimpan dalam memori jangka panjang.

Keempat, membuat pertanyaan.

Apakah Anda tahu kenapa seorang guru mapel bisa hafal dengan baik sebuah materi meskipun sudah bertahun-tahun yang lalu saat mereka pertama kali mempelajarinya?

Bukan karena mereka mengulangnya tiap hari, tapi juga karena mereka sering menyusun soal ulangan dan ujian semester untuk muridnya.

Gunakanlah trik ini untuk membantu anak-anak mudah mengingat materi pelajaran.

Ajari mereka menyusun pertanyaan untuk sebuah materi. Tapi, jangan sekedar membuat pertanyaan menggunakan kata perintah seperti sebutkan, jelaskan, tuliskan atau bedakan.

 

Pertanyaan yang disusun harus mencakup kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi analisis, sintesis dan evaluasi.

 

Pertanyaan yang rumit membuat anak berpikir dan memutar otak. Sehingga, konsep dari pengetahuan yang dipelajari jadi makin jelas.

Menyusun pertanyaan juga bermanfaat guna meningkatkan ketrampilan anak dalam membuat keputusan.

Kelima, meringkas materi.

Dalam menyusun ringkasan, anak tak perlu mencatatnya.

Mereka hanya perlu mengingat kembali poin-poin penting dari materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ini adalah proses belajar yang terakhir karena pada tahap ini anak diharapkan mampu memberikan arti dari sebuah materi.

Mereka mampu memberikan penilaian, ‘oh materi ini penting dan asyik juga dipelajari.’

Mereka paham manfaatnya untuk diri sendiri, sehingga merasa tidak rugi dalam mempelajarinya.


Inilah trik cara belajar yang baik dan mudah diingat. Saya selalu menerapkannya dalam mempelajari hal baru. Dan, hasilnya sangat luar biasa. Saya tidak sekedar ingat dan hafal. Tapi, juga memahaminya dengan baik.