Bagaimana Cara Memilih Kurikulum dalam Homeschooling?

Untuk menentukan kurikulum apa yang cocok bagi anak homeschooling, silahkan baca tips praktis berikut ini.

1. Perhatikan Prinsip dan Nilai Pendidikan Keluarga

Jika Anda telah memiliki pandangan yang jelas mengenai arah pendidikan anak, maka lebih mudah bagi Anda untuk memutuskan.

 

Jika Anda setuju dan meyakini pemikiran Charlotte Mason, Montessori atau Ki Hadjar Dewantara, jadikanlah pemikiran itu sebagai landasan dalam menyusun kurikulum sendiri.

 

Jika Anda bercita-cita anak bisa meneruskan kuliah di luar negeri dan menyukai pendekatan yang dipakai oleh Cambrigde International Examination (CIE), Anda dapat mengambil kurikulum dari mereka.

Jika Anda lebih mementingkan faktor agama, ingin anak menjadi penghafal Al Quran, hadits atau memiliki akidah yang baik, silahkan susun kurikulum sendiri sesuai prinsip Anda.

Jika Anda berharap anak bisa melanjutkan bisnis keluarga dan bidang akademis tidak begitu Anda perhatikan, tapi anak harus tetap memiliki ijazah, silahkan adaptasi kurikulum nasional yang diterbitkan pemerintah.

2. Jika Memilih Tak Menggunakan Kurikulum

Prinsip pendidikan yang Anda miliki tak selalu berujung pada pilihan kurikulum.

Apabila Anda lebih cocok menerapkan model unschooling, berarti Anda tak memerlukan kurikulum.

 

Anda hanya mengikuti rasa ingin tahu anak, ketertarikan anak pada satu hal, itulah yang menuntun Anda memperkaya pengetahuan mereka.

 

Homeschooling Anda berjalan sangat santai.

Orangtua hanya perlu menyediakan lingkungan kondusif dan fasilitas cukup agar anak berkembang secara alamiah.

3. Menggabungkan Beberapa Ide Kurikulum

Tidak ada kurikulum dengan label terbaik atau terburuk.

Kurikulum adalah alat yang memandu proses pembelajaran.

 

Alat itu bisa membawa kebaikan atau keburukan, tergantung dari pemakainya.

 

Jika kurikulum A digunakan oleh satu keluarga dan berhasil, kemudian Anda terapkan dalam proses homeschooling Anda, tidak ada jaminan keluarga Anda bisa berhasil seperti keluarga lainnya.

Sebab tiap keluarga memiliki latar belakang, kebiasaan dan prinsip pendidikan yang berbeda.

Anda boleh mencari inspirasi atau referensi dari keluarga homeschooling lain, tapi sesuaikan dengan prinsip atau nilai pendidikan yang Anda pegang.

4. Review dan Improvisasi

Selama Anda menjalani proses homeschooling, jangan kaku dan takut melakukan improvisasi.

Memakai kurikulum ataupun tidak, Anda tetap harus fleksibel menyesuaikan prinsip Anda dengan kondisi di lapangan.

 

Lakukanlah review, kemudian perbaiki cara kerja homeschooling Anda yang kurang maksimal.


Selanjutnya, kita akan belajar BAGAIMANA CARA MENYUSUN KEGIATAN ANAK HOMESCHOOLING.