5 Cara Jitu Mendidik Anak agar Cerdas Sejak Dini

cara mendidik anak agar cerdas sejak dini
cara mendidik anak agar cerdas sejak dini

Apakah Anda berpikir cerdas itu takdir dan hanya untuk orang-orang tertentu? Faktanya, tidak demikian.

Siapapun bisa menjadi cerdas dan jenius. Tak terkecuali anak Anda! Mereka bisa menjadi SANGAT CERDAS asal Anda tahu caranya.

Dalam tulisan kali ini, saya akan membagikan cara mendidik anak agar cerdas sejak dini.

Sebelumnya, saya mau tanya pada Anda. Orang cerdas itu yang seperti apa sih?

 

Bagaimana cara mengukur kecerdasan? Apakah menggunakan alat ukur semacam timbangan? Atau dengan membandingkan diri kita dengan orang lain?

 

Apakah seseorang yang pintar matematika itu berarti cerdas? Apakah seseorang yang pintar hukum atau akuntansi berarti cerdas?

Apakah seseorang yang lulus dengan kategori cum laude termasuk cerdas?

Jika berbicara mengenai kecerdasan, saya selalu mendapatkan jawaban seperti ini dari banyak orang di sekitar saya;

  • Cerdas itu pintar matematika
  • Juara kelas
  • Bisa membaca cepat
  • Kalau ditanya selalu mampu menjawab dengan tepat
  • Wawasannya luas
  • Lulus dengan nilai yang tinggi
  • Bisa Bahasa asing
  • Pintar cari duit
  • Setelah lulus langsung dapat kerja
  • Mampu menjadi manajer
  • Sekolah sampai S2 bahkan S3
  • Selalu juara kelas
  • Tidak pernah remidi atau mengulang saat ulangan
  • IQ nya di atas rata-rata
  • Kuliahnya pakai beasiswa
  • Pintar mengutak-atik angka

Tiap orang memiliki pandangan tersendiri mengenai kecerdasan. Ada beberapa orang setuju bahwa cerdas sama dengan jago matematika. Tapi, ada juga yang tidak setuju.

Kecerdasan seseorang itu tidak bisa disamaratakan dengan kecerdasan orang lain. Kecerdasan harus diukur dengan acuan konteks kehidupannya masing-masing.

Cara Mendidik Anak agar Cerdas Sejak Dini

Kalau ada cara mendidik anak agar cerdas sejak dini, saya yakin orangtua pasti penasaran dan ingin menerapkan cara tersebut.

Sebab itu, saya bagikan tipsnya disini. Silahkan pelajari dan terapkan dalam keseharian Anda bersama anak.

Pertama, perhatikan lingkungan anak

Cara mendidik anak agar cerdas sejak bayi yang pertama adalah bangun lingkungan yang menantang!

Maka, anak Anda akan terbiasa berpikir.

Apakah Anda pernah melihat anak kecil tapi memiliki pemikiran dewasa dan mampu membuat keputusan tepat?

 

Biasanya, ia memiliki lingkungan sulit sehingga otaknya ‘terpaksa’ dipakai untuk mencari solusi. Inilah yang saya maksud dengan lingkungan penuh stimulus.

 

Anda tak perlu membuat anak hidup susah lebih dulu, cukup berikan kepercayaan pada anak untuk mengatasi tiap masalah atau kesulitan yang dihadapi. Hindari MEMBANTU DAN MEMUDAHKAN anak dalam banyak hal.

Memang banyak orangtua ingin anaknya aman, nyaman dan dimudahkan, tapi jika terlalu memanjakan mereka, anak tak hanya akan menjadi manja.

Mereka juga jadi malas BERPIKIRdan membuat kecerdasannya tak berkembang dengan baik.

Kedua, tingkatkan kemauan anak dalam belajar

Kemauan ini terkait dengan motivasi internal dari dalam diri anak Anda.

Jika seorang anak memiliki IQ 110 yang mana tergolong normal, tapi ia mau berusaha untuk meningkatkan kecerdasan intelektualnya, maka ia bisa melakukannya.

Karena kecerdasan itu tidak pernah tetap, melainkan bisa DITINGKATKAN DAN DIKEMBANGKAN.

Bagaimana cara meningkatkannya? Ya, diajak belajar dan berpikir.

Ketiga, menambah pengalaman anak

Semakin bertambah usia seorang anak, semakin banyak pengalaman hidup yang didapatkan.

Hal ini juga berpengaruh positif terhadap perkembangan kecerdasannya. Ia akan belajar dan menemukan sesuatu yang baru untuk MELENGKAPI pengetahuannya.

Jadi, ajak anak-anak Anda berpetualang ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Ajak mereka melihat kenyataan hidup orang-orang di sekitar Anda.

Buat dia melihat DUNIA YANG SEBENARNYA agar pengalaman dan wawasannya makin bertambah.

Jangan kungkung dan paksa untuk senantiasa membaca buku dalam ruangan.

Ilmu tak hanya didapat dari buku. Justru, ilmu yang sesungguhnya ada di dunia nyata.

Keempat, perhatikan diri Anda sendiri

Apakah Anda pernah menemukan orangtua yang tak pernah sekolah, tapi punya anak yang bisa berprestasi dengan baik dan memiliki ciri anak pintar.

 

Sekalipun tak pernah sekolah, bisa jadi orangtuanya memiliki kecerdasan yang baik, sehingga hal ini ikut mempengaruhi kecerdasan keturunannya.

 

Selain faktor gen, Anda juga perlu memperhatikan keseharian Anda.

Bagaimana Anda menghabiskan waktu? Apakah lebih sering nonton sinetron daripada membaca buku?

Apakah lebih sering tiduran dan ngemil di waktu senggang atau berkegiatan di luar rumah mencari pengalaman?

Perhatikan diri Anda karena kebiasaan Anda juga akan menurun pada anak-anak Anda!

Kelima, menjaga gaya hidup sehat

Makanan yang dimakan, minuman yang dipilih, jam berapa anak tidur, bagaimana cara anak menghabiskan waktu, apakah rutin berolahraga atau tidak, hal itu semua mempengaruhi tingkat kecerdasan mereka.

GAYA HIDUP juga termasuk bagaimana anak menggunakan atau memanfaatkan otaknya.

 

Apakah sering digunakan untuk BERPIKIR, MENGHAFAL, MENGANALISA, MENGEVALUASI atau malah tak pernah digunakan sama sekali?

 

Dalam dunia pendidikan ada satu teori yang populer mengenai jenis kecerdasan. Teori ini dirilis oleh Howard Gardner, yang diberi nama multiple intelligence atau kecerdasan majemuk.

 

Tiap orang terlahir cerdas! Tidak ada anak yang goblok atau malas belajar. Yang ada hanyalah seseorang yang jarang mengasah kecerdasannya dalam bidang tertentu.

 

Misalnya, seseorang yang pandai dalam bidang linguistik, tapi tak menguasai matematika. Ini bukan berarti dia BODOH dalam bidang matematika. Ia hanya lebih SERING MENGASAH kemampuan linguistiknya ketimbang matematikanya.

Semakin sering seorang anak mengasah kemampuan linguistik, maka kecerdasan itu akan makin mendominasi dalam dirinya.

Artinya, tidak ada kecerdasan yang tetap. Semua jenis kecerdasan bisa ditingkatkan dan dikembangkan selama orangtua bisa membuat anak makin antusias dalam belajar.

*Lanjutkan dengan membaca 8 Jenis Kecerdasan Majemuk, Anak Anda lebih Dominan yang Mana?