Ketahui Penyebab Anak Malas Belajar dan Cara Mengatasinya

Saya sering mendengar keluhan dari orangtua mengenai anaknya yang malas belajar.

 

Anak saya kok malas ya, kalau disuruh belajar ogah-ogahan

Kalau ngerjain PR suka minta dibantuin di tempat kursus

Kalau mengerjakan tugas harus mikir, dia juga malas. Eh, pas main game, keluar sama teman-temannya, dia semangat banget

 

Hampir semua orangtua yang memiliki anak usia sekolah dasar dan menengah, memiliki keluhan semacam itu. Sekarang, saya akan jelaskan faktor yang mempengaruhi anak malas belajar sekaligus cara mengatasinya.

Penyebab pertama adalah beban sekolah anak terlalu banyak

Tiap hari anak mempelajari sekitar 6 atau 7 mata pelajaran. Di sekolah, tak jarang mereka diminta mendengarkan, mencatat, membaca dan menghafalkan.

Semua itu aktivitas pasif dan tergolong dalam level berpikir rendah.

Inilah yang membuat anak jadi malas. Karena mereka tidak diperlakukan sebagai SUBYEK dalam proses pembelajaran.

Mereka tidak diikutsertakan, dilibatkan dan diminta aktif berpikir. Mereka dipaksa duduk, mendengarkan dan menghafalkan banyak teori. Jelas, ini sangat MELELAHKAN.

 

Cara mengatasi anak malas belajar disebabkan oleh hal ini, orangtua perlu menyediakan waktu berkualitas dengan anak untuk berkegiatan bersama atau sekedar ngobrol santai.

 

Jangan menuntut anak agar mendapatkan nilai baik dan jangan menganggap nilai baik sebagai satu-satunya prestasi yang pantas dibanggakan.

Tiap kali melihat anak-anak yang bersekolah dari pagi, masih harus lanjut berangkat kursus dan belajar lagi di malam hari, saya selalu kasihan.

 

Mereka tak ada waktu untuk dirinya dan mengobrol dengan Anda dari hati ke hati.

 

Jadi, jika aktivitas akademis anak Anda sudah sepadat Menteri seperti itu, jangan lagi diminta belajar atau mengerjakan PR.

Sesekali jangan diminta belajar atau mengerjakan PR. Katakan pada mereka, “ayo nak, kita nikmati waktu kita.” Ajak ngobrol, makan di luar atau pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Penyebab kedua adalah gaya mengajar guru yang tidak asyik atau anak tidak suka pada gurunya

Faktanya, masih banyak guru yang belum paham mengenai gaya belajar dan mengajar.

Tiap anak memiliki gaya belajarnya masing-masing. Ada yang suka membaca, tapi kurang suka mendengarkan. Ada yang suka praktik langsung dan benci membaca.

 

Sayangnya, kebanyakan guru di sekolah tidak menyadari hal ini. Guru tipe ini menganggap anak-anak bisa memahami pelajaran dengan baik selama mereka mau duduk manis dan mendengarkan.

 

Saya sendiri tipe gaya belajarnya kinestetik. Kalau hanya mendengarkan, saya tidak paham. Tapi, kalau diajak praktik langsung, saya mampu memahami informasi dengan baik.

cara mengatasi anak malas belajar
cara mengatasi anak malas belajar

Dulu sewaktu sekolah, saya tidak betah kalau tidak ngobrol atau mencoret-coret buku sembari mendengarkan. Anak kinestetik sulit untuk diam.

Sayangnya, guru saya tidak paham mengenai kecenderungan ini. Akhirnya, beliau marah dan menganggap saya mengganggu yang lain.

 

Kalau anak Anda punya kemiripan seperti saya, jangan anggap mereka bandel, ya?

 

Cara mengatasi anak malas belajar yang disebabkan oleh gaya mengajar guru adalah bantu anak menemukan gaya belajar yang tepat.

Kalau di sekolah mereka bertemu dengan guru yang model ngajarnya hanya ceramah, tidak masalah. Di rumah, Anda bisa mengajari ulang anak dengan gaya mengajar yang sesuai dengan gaya belajar mereka.

Kalau anak suka membaca, belikan buku, temani mereka membaca dan ajari bagaimana cara memahami sebuah materi.

Kalau anak suka praktik langsung, ya sediakan fasilitas supaya mereka bisa praktik langsung.

Penyebab ketiga adalah anak Anda punya bakat di bidang non akademis

Ada anak yang malas belajar karena mereka tidak suka pelajaran eksakta. Mereka lebih tertarik pada bidang olahraga, IT atau seni.

 

Tidak masalah! Karena tidak semua anak harus berprestasi di bidang akademis.

 

Kalau semua anak harus berhasil akademisnya, siapa nanti yang jadi seniman? Siapa nanti yang jadi perancang busana? Siapa nanti yang jadi pebisnis?

Jangan terlalu khawatir pada masalah akademis.

Cara mengatasi anak malas belajar yang disebabkan oleh hal ini adalah menggali potensi anak dengan cara mengamati dan menyalurkan hobinya.

Siapa tahu, mereka bisa berprestasi di bidang non akademis!

Penyebab keempat adalah anak kurang perhatian dari orangtuanya

Saat saya mengungkapkan alasan ini, banyak orangtua yang menyangkal.

Mana mungkin saya nggak perhatian? Tiap hari saya anter dan jemput ke sekolah. saya temani main dan nonton tv!

Baca eBook Membuat Anak Gila Belajar

ebook membuat anak gila belajar

Oke, pernyataan itu tidak salah.

Tapi, Anda harus sadar bahwa menemani secara fisik tidak sama dengan menemani secara batin. Anda memang menemani anak bermain dan nonton tv, tapi apa yang Anda kerjakan di sana?

 

Apakah Anda ngobrol dan menanyakan keseharian anak? Apakah Anda mengajak diskusi, menceritakan keseharian Anda dan saling bercanda.

 

Anak-anak tidak meminta banyak dari orangtua. Mereka hanya ingin Anda hadir, menunjukkan perhatian, kepedulian dan kasih sayang.

Jadi, cara mendidik anak yang malas belajar adalah dengan memenuhi kebutuhan emosi anak.

Penyebab kelima adalah terlalu dimanja

Orangtua yang takut kalau anaknya “kenapa-kenapa” dan mengalami kesulitan akan membuat anaknya menjadi pribadi rapuh dan manja.

Karena terbiasa dibantu, dilayani, dimudahkan dengan segala fasilitas, hal ini memicu anak malas berpikir dan bergerak.

Cara mengatasi siswa yang malas belajar sehingga bersemangat belajar adalah menyediakan kondisi yang penuh tantangan.

 

Buatlah kegiatan yang membuat anak merasa tertantang, kegiatan yang mampu membuat anak sadar terhadap kemampuannya.

 

Kondisi yang menantang akan menjadi solusi belajar yang asyik untuk anak, menstimulasi mereka untuk berpikir dan bergerak.