Ini Dia 8 Langkah Tepat Mengatasi Korban Bullying!

cara mengatasi korban bullying
cara mengatasi korban bullying

Bullying bukanlah hal yang mudah untuk ditangani. Setelah melihat ciri-ciri anak terkena bullying dalam diri anak Anda, segeralah ambil tindakan berikut.

Apabila cara mengatasi korban bullying yang saya bagikan di sini masih belum menampakkan hasil positif dalam diri anak, segera kunjungi psikolog anak atau konsultan parenting.

Ingat! Dampak bullying bisa terbawa hingga dewasa. Konsep diri menjadi negatif, harga diri rendah, selalu merasa gagal dan tidak berguna dalam hidup.

Jadi, segera ambil tindakan. Silahkan terapkan cara mengatasi korban bullying berikut ini.

1. Komunikasi Intens dengan Pasangan

Cara mengatasi korban bullying tak hanya menjadi tugas ibu, tapi juga tugas ayah.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berkomunikasi dengan pasangan.

 

Bagaimana solusi yang tepat dan langkah krusial apa yang harus segera diambil untuk membantu anak keluar dari trauma bullying dan terhindar dari situasi bully.

 

Selain berkomunikasi, Anda juga harus menyamakan persepsi di depan anak.

Keputusan Anda harus sama dengan pasangan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan anak.

Misalnya, apakah perlu datang ke sekolah, menemui keluarga pelaku intimidasi atau lapor polisi.

2. Kenali Karakter Anak

Kenapa hal ini perlu?

 

Karena ada anak yang memiliki karakter ‘enak’ untuk diintimidasi. Misalnya, anak Anda cenderung pendiam, sensitif atau mudah sakit hati, penakut dan pemalu.

 

Apabila Anda bisa mengenali karakter anak dengan baik, maka Anda bisa mengantisipasi jangan sampai kasus intimidasi terjadi pada anak.

3. Membangun Komunikasi dengan Anak

Cara mengatasi korban bullying selanjutnya adalah membangun komunikasi dengan anak.

Anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah.

Untuk mengerjakan hal-hal berbau akademis, mengerjakan PR, mempersiapkan diri untuk pelajaran esok hari, mengikuti kursus dan ekstrakulikuler.

 

Hal ini membuat anak tidak punya banyak waktu berkualitas dengan orangtua.

 

Apalagi jika saat weekend orangtua punya kegiatan sendiri.

Anak semakin terpinggirkan, kesempatan membangun komunikasi yang baik jadi terlewatkan.

Agar anak bisa terbuka dan jujur pada orangtuanya, mereka harus nyaman dulu dengan Anda.

Agar anak nyaman dengan orangtuanya, Anda perlu membiasakan berkomunikasi dengan anak.

Bicarakan hal-hal yang ringan, cari topik yang disukai anak atau sesekali pergi ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya.

4. Biarkan Anak Selesaikan Masalahnya

Cara menghentikan bullying juga bisa berasal dari kemampuan anak sendiri.

Anak-anak memang lahir melalui kita, tapi mereka bukanlah kita.

Anak-anak memiliki kehidupannya sendiri.

 

Diejek, diremehkan, dicaci maki, dikucilkan, selama itu masih dalam kategori wajar, yang perlu kita lakukan adalah membiarkan anak belajar mengatasi masalahnya secara mandiri.

 

Yang perlu orangtua lakukan adalah percaya pada kemampuan anak.

Dengan cara ini, kepercayaan diri dan keberanian anak bisa tumbuh dengan baik.

5. Bantu Anak di Saat yang Tepat

Jika kadar kekerasan atau intimidasi yang dilakukan pada anak kita sudah berlebihan, inilah saat yang tepat untuk turun tangan.

Saya pernah mengalami bullying dari kakak senior.

 

Saat Bapak saya ikut turun tangan dengan cara memarahi pelaku di depan keluarganya, justru esok hari di sekolah saya semakin dibully.

 

Diancam dan dicaci maki, katanya saya anak papi, anak mami.

Jika bantuan yang kita lakukan justru membuat anak semakin dibully, artinya bantuan yang kita lakukan tidak tepat.

Perhatikanlah 4 hal sebelum memberikan bantuan;

  • kasus yang dialami anak tak juga terselesaikan
  • kasus yang pernah dialami anak terulang lagi
  • kasus pemerasan yang melibatkan banyak uang
  • prestasi akademis menurun drastis dan semakin minder

Jika 4 hal di atas terjadi, segera berikan bantuan pada anak.

6. Minta Bantuan Pihak Ketiga

Apabila bullying terjadi di sekolah, maka sebaiknya bicaralah dulu dengan pihak sekolah.

Inilah cara mengatasi bully di sekolah, yakni temui dan minta bantuan dari wali murid atau kepala sekolah.

Tujuannya untuk mencari solusi supaya dampak negatif bullying tidak benar-benar terjadi pada anak Anda.

Atau bisa menjadi pihak penengah antara keluarga korban dengan pelaku.

 

Selain itu, informasi ini juga penting bagi sekolah agar mereka segera melakukan tindakan preventif supaya tak lagi muncul korban dan pelaku bullying.

 

Jika sekolah tidak mau membantu Anda, pindahkan saja anak Anda ke sekolah yang lebih baik.

Karena itu berarti sekolah tidak peduli dengan keberhasilan dan kenyamanan anak belajar di sana.

7. Temui Orangtua/Keluarga Pelaku

Jelaskan pada orangtua/keluarga pelaku bullying bagaimana perilakunya di sekolah terhadap anak Anda.

Agar orangtua mereka bisa mendidik anaknya dengan cara yang tepat.

 

Apabila orangtua pelaku tidak melakukan tindakan apapun dan pelaku masih saja melakukan intimidasi, intimidasi balik saja.

 

Mungkin orang lain akan menganggap ini tindakan tidak tepat.

Tapi, ungkapan mata dibalas dengan mata adalah SANGAT TEPAT untuk kasus ini.

Hal ini dikarenakan orangtua atau keluarga mereka tidak bergerak, tidak memberikan solusi.

Jadi, pelaku bullying itu harus sadar kalau diintimidasi adalah hal yang menyakitkan.

8. Ajarkan Keberanian pada Anak

Anda boleh datang ke keluarga pelaku dan memperingatkan mereka.

Anda bisa memindahkan anak ke sekolah lain, tapi tidak menutup kemungkinan anak bisa terhindar dari bullying lagi.

 

Solusi yang paling mantap adalah ajarkan keberanian pada anak.

 

Ajarkan agar anak tak mudah lari dari masalah.

Kalau Anda selalu membantu dan membentengi, anak bisa menjadi manja dan lembek.

 

Sering-seringlah mengajak mereka berkegiatan di luar rumah, mengerjakan hal-hal di luar kebiasaan atau bergabung dengan komunitas olahraga. Agar fisiknya tidak lemah.

 

Ingat kembali ungkapan mensana in corpore sano!

Di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat.

Penanganan bullying secara internal ini menurut saya jauh lebih efektif dan efisien.

Karena orangtua tak bisa tiap saat menolong anak. Semakin dewasa, anak harus semakin dewasa serta berani menghadapi masalahnya sendiri.


Cara mengatasi bullying pada anak dan remaja ini memang sangat penting, tapi Anda juga butuh memperhatikan upaya intervensi dini guna mencegah agar anak Anda jangan sampai menjadi korban.