Kenali Ciri-ciri Korban Bullying, Siapa Tahu Anak Anda Korban!

ciri ciri korban bullying
ciri ciri korban bullying

Tidak mudah mengetahui secara pasti apakah anak menjadi korban bullying atau tidak.

Namun, jika orangtua cermat maka keseharian anak bisa dilihat dan diperhatikan.

 

Tanda-tanda awal yang diperlihatkan anak dalam keseharian memungkinkan orangtua melakukan penanganan lebih dini.

 

Agar dampak buruk yang terjadi pada korban bullying bisa segera diatasi dan tidak semakin parah.

Berikut adalah ciri ciri korban bullying yang patut Anda perhatikan dalam diri anak;

1. Perhatikan Fisik Anak

Bagaimana kondisi fisik anak sepulang sekolah?

Apakah bajunya sering kotor, ada barangnya yang sering hilang dan rusak?

Apakah anak pernah pulang dengan tangan atau wajah memar?

Saat Anda bertanya, anak mungkin akan beralasan jatuh dari sepeda atau terpeleset.

Selain itu, perhatikan pula apakah anak mengalami gangguan tidur dan kehilangan nafsu makan.

Anak yang sering sakit-sakitan juga terindikasi menjadi korban bullying.

 

Dulu sewaktu SD, saya pernah mengalami bullying yang cukup parah hingga membuat saya menangis tersedu-sedu sepanjang pulang ke rumah.

 

Sepeda saya ringsek dan kotor karena diceburkan kakak senior ke selokan penuh lumpur.

Karena saking takutnya, saya mengendarai sepeda dengan kencang dan berteriak pada Bapak.

 

Tanpa pikir panjang, Bapak langsung mencari kakak senior dan memarahinya di depan orangtuanya.

 

Solusi ini sebenarnya kurang tepat. Karena esok hari di sekolah, saya malah diancam oleh kakak senior.

Untung saja, ancaman itu hanya omong kosong.

Lalu, bagaimana solusi yang tepat? Di artikel berikutnya, akan saya bahas.

2. Perhatikan Aspek Sosial

Apakah anak sering terlibat dalam perkelahian?

Apakah anak sering terlihat murung dan menyendiri?

 

Ini mungkin sedikit sulit dideteksi orangtua karena kita tak bisa tiap saat menemani anak di sekolah.

 

Tipsnya, sesekali Anda bisa datang ke sekolah atau berbincang dengan wali kelas guna mengetahui keseharian anak.

Dampak yang paling sering terjadi pada korban bullying jika dilihat dari aspek sosial adalah menjadi takut bergaul.

Anak merasa minder dan tidak pantas untuk sukses. Ini adalah dampak yang paling berbahaya karena akan menjadi mental block dan bisa terbawa hingga dewasa

3. Perhatikan Emosi Anak

Tak hanya mudah marah. Ciri ciri korban bullying juga menampakkan perasaan cemas, bingung dan mudah khawatir.

 

Mereka juga sering terlihat murung dan sedih, tapi ragu serta tak berani menjelaskannya pada orangtua.

 

Ciri ciri korban bullying yang paling kentara adalah perubahan mood yang drastis.

Detik ini, ia bisa merasa bahagia. Tapi, karena tersulut satu hal sepele, anak bisa marah dan takut secara tiba-tiba.

4. Perhatikan Prestasi Akademis

Kalau anak biasa mendapatkan prestasi akademis yang baik dan aktif di kelas, kemudian tiba-tiba kebiasaan itu berubah, maka Anda patut curiga.

 

Penurunan fokus dan konsentrasi serta menjadi apatis saat Anda bertanya juga bisa terjadi pada korban bullying.

 

Bahkan, dalam kasus yang ekstrim anak bisa menolak alias mogok masuk sekolah.

Ciri ciri anak korban bullying juga bisa diperhatikan dari antusiasme belajarnya yang menurun.

Anda juga harus memberikan perhatian pada anak yang terbiasa rajin masuk kursus, lalu tiba-tiba ingin berhenti.


Ciri-ciri di atas hanyalah gejala umum dan belum tentu anak yang menunjukkan perilaku tersebut bisa langsung dicap menjadi korban bullying.

Memang tidak mudah mendeteksi apakah anak menjadi korban atau tidak.

Perlu pendalaman dan penanganan khusus dari ahlinya. Jika memang ciri di atas muncul dalam keseharian anak, Anda tetap harus waspada dan segera mencari solusi agar dampaknya tidak semakin parah.

*Baca juga, Perhatikan Dampak Bullying pada Anak yang Sulit Hilang!