Perhatikan Dampak Bullying pada Anak yang Sulit Hilang!

dampak bullying pada anak
dampak bullying pada anak

Anak-anak yang menjadi korban bullying memiliki resiko lebih tinggi mengalami depresi dan mudah cemas.

Perasaan mudah cemas ini tak hanya terjadi saat mereka masih menjadi korban.

 

Justru semakin parah saat mereka tumbuh dewasa. Hal ini berarti, anak korban bullying harus mendapat dukungan dan motivasi penuh dalam jangka panjang.

 

Untuk bisa memberikan dukungan dan motivasi penuh, terlebih dulu Anda perlu memahami dampak bullying pada anak, sehingga Anda bisa mengetahui hal apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

Berikut adalah dampak bullying pada anak;

1. Mengalami Depresi

Saat anak masih kecil, mereka kesulitan mengatasi rasa tertekannya.

Inilah yang akhirnya memunculkan rasa depresi pada korban bullying.

 

Mereka tak hanya kesulitan mengatasi rasa tertekan, tapi juga tidak memiliki kemampuan untuk melawan.

 

Akhirnya, mereka memendam ketakutannya dan muncullah depresi.

Depresi dibagi menjadi beberapa macam, ada depresi ringan dan berat.

2. Menjadi Mudah Cemas

Setelah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, apakah itu kekerasan fisik, verbal atau dicaci maki melalui jejaring sosial, anak jadi mudah terbayang dengan kejadian tersebut.

Kejadian itu terus membayangi mereka hingga menjadi cemas.

Tiap kali berkegiatan, mereka selalu takut dan was-was kalau kejadian tidak menyenangkan itu akan terulang lagi.

3. Suka Menyendiri

Ini adalah ciri yang paling kentara dari korban bullying sekaligus dampak negatifnya.

Mereka menutup diri dari orang-orang karena menganggap tidak ada lagi yang bisa dipercaya atau menyayangi mereka.

4. Selalu Merasa Tidak Aman

Bullying memang tak hanya terjadi di sekolah. Tapi, seringkali terjadi di sana.

Karena anak-anak jauh dari pengawasan orangtua dan Anda menganggap sekolah selalu aman.

Inilah yang membuat kita jarang melakukan pengawasan di sekolah, padahal potensi terjadinya bullying sangat besar di sana.

 

Salah satu akibat bullying pada anak adalah mereka seringkali merasa tidak aman ketika berada di sekolah.

 

Antusiasme belajarnya menurun, sering sakit-sakitan dan mogok sekolah dengan alasan tidak jelas.

5. Mempengaruhi Kesehatan Fisik

Dampak bullying pada anak juga bisa mengganggu kesehatan fisik mereka.

Anak yang mudah cemas dan selalu merasa takut sepanjang waktu bisa terserang penyakit maag.

 

Ingat! Psikis dan fisik tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan bekerja saling melengkapi.

 

Jika Anda punya banyak hal yang harus dipikirkan dan kesulitan untuk fokus biasanya kepala akan menjadi pusing.

Ini berarti, anak yang pernah menjadi korban bullying juga bisa beresiko memiliki gangguan kesehatan.

6. Prestasi Akademis Menurun

Jika anak memiliki performa yang baik saat di sekolah, kemungkinan besar setelah mereka mengalami bullying, prestasi akademis mereka menurun.

Antusiasme belajar anak menurun, malas mempelajari hal baru, menjadi apatis saat di kelas hingga mogok sekolah.

7. Konsep Diri Negatif

Dampak bullying pada psikologis anak adalah konsep diri negatif.

Konsep diri adalah persepsi seseorang tentang dirinya sendiri secara utuh.

 

Persepsi tumbuh dari pola asuh orangtua, pengaruh lingkungan, prestasi, kegagalan hingga pengalaman sepanjang hidup.

 

Anak yang sedari kecil mendapatkan perlakuan buruk dari lingkungannya, jelas mereka akan memiliki konsep diri negatif.

Konsep diri negatif membuat anak tidak percaya pada kemampuannya sendiri. Mereka mudah putus asa dan takut gagal bahkan sebelum mencoba.

8. Harga Diri Buruk

Dampak bullying terhadap psikologis anak yang lain adalah harga dirinya memburuk.

Harga diri adalah seberapa besar anak menerima dan mencintai dirinya sendiri.

 

Semakin anak cinta dan menerima diri apa adanya, maka semakin tinggi pula harga diri anak.

 

Dalam keadaan normal, anak memiliki rasa cinta dan kepercayaan diri yang baik.

Setelah mereka mengalami bullying, rasa cinta dan kepercayaan terhadap diri sendiri itu menjadi luntur.

Inilah yang akhirnya membuat korban bullying memiliki harga diri buruk.

9. Merasa Diri Tidak Berguna

Korban bullying selalu merasa dirinya tidak berharga, tidak berguna.

Perasaan rendah diri ini muncul karena dia sering mendapatkan perlakuan tak menyenangkan, seperti dihina, diejek, direndahkan, dikucilkan dll.

10. Mulai Menyepelekan Orang Lain

Karena sering dibully, dihiraukan dan diperlakukan dengan cara yang tak menyenangkan, korban bullying bisa menjadi MATI RASA.

 

Mereka menjadi dendam dan apatis terhadap orang-orang di sekitarnya.

 

Mereka menganggap semua orang sama saja dan akhirnya ia mulai menyepelekan orang lain.

11. Bertindak Sebagai Pelaku

Efek bullying pada anak selanjutnya adalah bisa bertindak sebagai pelaku suatu hari nanti.

Ini karena mereka sering diperlakukan tidak adil hingga akhirnya MERASA BERHAK untuk mengintimidasi orang lain.


Setelah mengetahui dampak bullying pada anak, selanjutnya Anda wajib melengkapi pengetahuan Anda dengan membaca artikel berikut, Ini Dia 8 Langkah Tepat Mengatasi Korban Bullying!