3 Jenis Gaya Belajar Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Tiap orang memiliki gaya belajarnya masing-masing. Gaya belajar adalah cara yang paling kita sukai saat memproses informasi.

Ada orang yang lebih suka membaca buku dengan tenang, ada orang yang lebih suka mendengarkan ceramah, ada orang yang lebih suka belajar dengan cara menonton video, ada orang lebih suka praktik langsung agar informasi baru itu lebih cepat dipahami.

Misalnya, Anda ingin membuat akun media sosial instagram tapi belum tahu caranya.

  • Apakah Anda akan mencari caranya dengan membaca artikel?
  • Menonton video di youtube; atau
  • Langsung mengunduh aplikasinya dan praktik sendiri?

Cara yang paling Anda sukai itulah yang dimaksud dengan gaya atau cara belajar.

 

Gaya atau cara belajar ini sangat penting untuk diketahui. Kita akan melihat bahwa tiap orang belajar dan mencoba memahami sesuatu dengan caranya masing-masing.

 

Ada beberapa pendekatan mengenai gaya/carabelajar ini. Satu pendekatan yang paling terkenal adalah pendekatan berdasarkan preferensi sensori.

Berdasarkan preferensi sensori, ada tiga jenis gaya/cara belajar, yakni visual, auditori dan kinestetik.

Dari hasil survei diketahui bahwa ada 29% orang dengan gaya belajar visual, 34% auditori dan 37% kinestetik.

Berikut adalah macam macam gaya belajar dan ciri cirinya.

GAYA BELAJAR VISUAL

Pembelajar visual lebih fokus pada penglihatan. Seseorang yang cenderung visual, lebih mudah memahami materi pelajaran dengan cara melihat.

Mereka sangat peka terhadap warna, garis maupun bentuk.

Karakteristik yang paling kelihatan dari seorang visual adalah lebih mudah mengingat informasi dari apa yang dilihat ketimbang didengar.

Mereka lebih suka membaca buku sendiri ketimbang dibacakan.

 

Anak-anak visual berbicara dalam tempo agak cepat, mereka juga cenderung ekspresif. Selain itu, mereka juga sangat peduli dengan penampilan.

 

Mereka suka tampil menarik karena apa yang dilihat itu memang penting.

Jika anak visual diberikan tugas oleh gurunya, mereka harus segera MENCATATNYA.

Karena jika hanya mendengar, mereka akan lupa dan mengalami kesulitan dalam memahami.

Jika anak Anda suka mencoret-coret tembok, menggambar dan menulis saat mendengarkan, itu berarti dia seorang visual.

GAYA BELAJAR AUDITORI

Pembelajar kedua adalah auditori. Orang-orang auditori menggunakan PENDENGARAN sebagai senjata utama untuk menerima informasi atau pengetahuan.

Mereka tidak mementingkan masalah visual, yang penting adalah suaranya jelas. Anak-anak menjadi sangat peka dengan apa yang didengar, bukan dengan apa yang dilihat.

gaya belajar

Kalau di kelas Anda pernah melihat anak yang marah jika kelas ramai, kemungkinan besar dia adalah auditori. Karena ia merasa terganggu jika tidak bisa mendengarkan penjelasan guru.

Jadi, ciri ciri gaya belajar auditori adalah;

  1. Lebih mengingat informasi melalui pendengaran ketimbang penglihatan
  2. Mereka sangat suka mendengarkan
  3. Jika ada keramaian atau kegaduhan yang memecah konsentrasinya, ia bisa kesal atau marah
  4. Pandai menirukan suara atau nada
  5. Anak-anak auditori lebih suka belajar dengan cara membaca lantang ketimbang membaca dalam hati

GAYA BELAJAR KINESTETIK

Pembelajar ketiga adalah kinestetik. Mereka adalah pembelajar yang suka melibatkan GERAKAN. Mereka tidak sekedar membaca buku, tapi juga menggerak-gerakkan tangannya.

 

Dengan menyentuh atau mengoperasikan suatu obyek, anak-anak jadi lebih mudah memahami materi pelajaran. Jika diminta untuk mendengarkan dan membayangkan saja, mereka bisa mengalami kendala belajar.

 

Jika Anda ingin membuat anak-anak kinestetik lebih cepat paham dengan materi baru, ajaklah untuk praktik langsung. Karena mereka belajar melalui PENGALAMAN, bukan sekedar membaca atau menghafal.

Jika diminta oleh guru untuk menghafal, mereka tidak bisa menghafal materi dengan duduk manis di kursi. Mereka mungkin akan berdiri, berjalan-jalan sambal komat-kamit membaca materi.

Kegiatan fisik seperti olahraga atau menari bisa menjadi kegiatan paling menyenangkan untuk anak kinestetik.

 

Sayangnya, tidak banyak sekolah yang memperhatikan gaya belajar murid-muridnya. Banyak sekali guru yang menyampaikan materi dengan metode ceramah sepanjang hari.

 

Padahal, anak-anak memiliki gaya/cara belajar yang berbeda.

Yang visual lebih suka materi yang enak dilihat dan memanjakan mata. Yang kinestetik nggak suka duduk diam dan mendengarkan.

Anak-anak kinestetik cenderung dirugikan di sini. Mereka mungkin sering jalan-jalan di kelas, membunyikan suara atau memainkan sesuatu sambil mendengarkan penjelasan guru.

Sayangnya, hal ini dianggap guru sebagai kegaduhan dan mengganggu proses belajar.

Akhirnya, anak kinestetik tak bisa belajar dan memahami materi secara optimal.

Memahami gaya belajar anak Anda akan membantu proses pembelajaran jadi lebih optimal.

Berdasarkan penelitian, seseorang yang belajar sesuai dengan gaya belajarnya mampu meningkatkan efektivitas belajar hingga 90%.

**Baca juga, GAYA MENGAJAR TEPAT BISA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANAK