Gaya Mengajar Tepat Bisa Meningkatkan Prestasi Anak

Saya percaya tidak ada pelajaran yang MEMBOSANKAN. Yang ada hanyalah guru yang membosankan dan tak mampu menyampaikan materi pelajaran dengan baik alias tak memiliki gaya mengajar yang asyik.

Mereka cenderung menggunakan textbook, kemudian membaca dan memberikan ceramah.

Mereka tidak peduli apakah murid bisa memahami dengan baik atau tidak.

Jika ada murid yang ngantuk atau terlihat ramai dan tidak mendengarkan penjelasan, guru tipe ini akan marah dan menyalahkan murid. “Kenapa tidak mendengarkan bu guru?”

gaya mengajar

Saya ingin sekali balik bertanya pada bu guru, “Kenapa bu guru tidak coba introspeksi diri? Apa yang membuat murid tidak mau mendengarkan Anda? Apa yang membuat murid ngantuk dan akhirnya tidur sewaktu Anda menjelaskan?”

 

Apakah Anda tidak berpikir bahwa gaya mengajar Anda tidak menarik dan tidak sesuai dengan gaya belajar murid Anda?

 

Anda harus paham bahwa gaya belajar murid dan gaya mengajar guru sangat mempengaruhi keberhasilan murid dalam memahami materi pelajaran.

Jika mengajar sama dengan membacakan atau menyampaikan materi yang ada di textbook, maka semua orang bisa melakukannya.

Tapi, jika mengajar sama dengan mampu membuat murid memahami materi dan menyadarkan murid bahwa ia mampu menyelesaikan tugas dengan baik, tidak semua guru bisa melakukannya.

Gaya Mengajar

Untuk membantu guru atau orangtua dalam membuat metode pembelajaran yang efektif, berikut saya berikan tips gaya mengajar guru yang baik dan efektif.

1. Buatlah perencanaan yang matang

Untuk bisa membuat perencanaan yang matang, jawablah pertanyaan ini, ‘bagaimana cara saya membuat murid paham dengan materi yang saya sampaikan?’

Fokuslah pada pertanyaan itu, jangan memikirkan materi atau hal lainnya. Biasanya, di tahap perencanaan guru hanya fokus pada materi.

Sibuk menyusun materi, membuat pertanyaan yang akan diajukan ke siswa dan merancang metode belajar. Mereka lupa bertanya, ‘apakah dengan cara ini anak benar-benar mampu memahami materi pelajaran?’

Pola yang tepat adalah bagaimana murid bisa mengerti, kemudian baru dirancang cara ajar yang sesuai.

2. Persiapan materi dan metode penyampaian

Karena terbiasa menyampaikan materi yang sama selama bertahun-tahun, beberapa guru merasa sudah memahami dengan baik materi yang akan disampaikan pada murid.

Inilah yang membuat guru malas untuk belajar lagi. Mereka sekedar memanfaatkan textbook dan selama proses pembelajaran, guru sesekali membaca serta menyampaikan gagasannya.

 

Jika Anda ingin membuat murid paham terhadap materi Anda, Anda sendiri perlu memahami materi tersebut. Bukan sekedar menghafal karena sudah terbiasa mengajarkannya, tapi Anda paham dengan baik apa yang Anda sampaikan.

 

Untuk itu, buatlah catatan kecil yang bisa Anda gunakan sebagai contekan saat di kelas. Catatan kecil ini bisa berupa mindmap yang berisi poin-poin dari materi pelajaran.

3. Kenali gaya belajar Anda

Saat mengajar, kita cenderung menggunakan gaya mengajar yang sesuai dengan gaya belajar kita. Karena kita menganggap gaya belajar itulah yang terbaik dan paling nyaman untuk diri kita sendiri.

 

Misalnya, ada seseorang dengan gaya belajar auditori, maka saat mengajar orang ini akan cenderung menggunakan metode ceramah. Karena suara menjadi perhatian dari si auditori.

 

Hal ini akan sangat merugikan murid. Karena di dalam kelas, ada juga murid visual dan kinestetik. Dengan mengetahui hal ini, selanjutnya Anda harus mencoba untuk memadukan 3 gaya belajar.

4. Perhatikan kata-kata Anda

Kata-kata yang diucapkan guru atau orangtua sangat mempengaruhi psikis anak.

Misalnya, saat anak tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan guru di dalam kelas, kemudian guru merespon dengan kalimat negatif, ‘makanya, kalau guru menjelaskan itu didengar. Kalau tidak mau dengar, jadinya seperti ini. Nggak bisa jawab.’

Jika murid belum bisa menjawab, tetap berikan respon positif.

Dorongan dan motivasi dari orang yang dihormati akan membuat anak mau berusaha lebih baik.

5. Opening class yang menarik

Coba Anda perhatikan, bagaimana kebiasaan para guru dalam membuka kelas? Apakah nyelonong masuk dan langsung mengajar?

Itu pasti membosankan, membuat murid menghela napas dan mengeluh, ‘aduh belajar lagi’.

Kenapa belajar menjadi sesuatu yang membosankan dan menyebalkan seperti ini?

Cobalah untuk banyak membaca konten di internet dengan kata kunci ice breaking dalam kelas.

Anda akan temukan banyak sekali cara untuk mengubah kelas yang tegang menjadi lebih santai dan menyenangkan.

 

Ingat! Salah satu hal yang membuat murid jadi lebih mudah menerima dan menyimpan informasi lebih lama adalah kondisi emosi mereka.

 

Kalau anak-anak belajar dalam keadaan mood yang baik, proses pembelajaran itu akan berjalan secara efektif.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat memberikan dampak pada dunia pendidikan. Anak-anak kini tak lagi belajar melalui sekolah dan guru.

Di internet, kita hanya perlu mengetikkan kata kunci yang ingin dicari, selanjutnya ribuan laman akan muncul secara otomatis. Anak-anak bisa belajar sendiri melalui beragam sumber.

Jika sudah begini, untuk apa kehadiran guru, apakah mereka masih dibutuhkan?

Sebab, di jaman dulu sebelum muncul beragam produk teknologi, guru dianggap sebagai satu-satunya sumber ilmu.

 

Guru tetap dibutuhkan!

 

Tapi, tugasnya tak lagi menjadi orang yang SERBA TAHU.

Tugasnya adalah menjadi fasilitator yang membantu murid menemukan jawaban dari beragam rasa ingin tahunya.

Semoga dengan tips gaya mengajar sederhana ini, Anda sebagai orangtua atau guru di sekolah bisa meningkatkan efektivitas mengajarnya.

Semakin baik gaya mengajar guru, maka makin berhasil proses belajar yang dilakukan.