Homeschooling Anak Usia Dini Juga Ada! Begini Cara Belajarnya

homeschooling anak usia dini

Homeschooling untuk anak usia dini adalah metode pendidikan dimana keluarga memilih mendidik anaknya yang berusia bawah 6 tahun secara mandiri di rumah.

Beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menerapkan homeschooling untuk anak usia dini antara lain;

1. Keterlibatan Total Orangtua dalam Perkembangan Anak

Orangtua bisa dengan mudah memastikan apa yang terbaik dan apa yang tidak baik bagi anak melalui pengamatan keseharian.

Anda pun bisa memperhatikan kebutuhan apa yang belum terpenuhi dengan baik.

2. Menguatkan Ikatan Orangtua-Anak

Saat ini banyak orangtua memilih menitipkan balitanya ke PAUD atau Taman Kanak-kanak.

Hal ini membuat ikatan orangtua-anak menurun.

Dengan menerapkan homeschooling anak usia dini, Anda bisa memperkuat ikatan dengan anak.

Inilah masa terbaik untuk menyusun pondasi keluarga dengan kuat.

3. Mengontrol Perkembangan Psikologis Anak

Usia bawah 6 tahun adalah masa keemasan bagi anak.

Masa krusial yang ikut menentukan pola perilaku dan karakter manusia di masa depan harus mendapat pendampingan khusus dari orangtua.

Kepercayaan diri, kontrol emosi, inisiatif, kemampuan berkomunikasi, sosialisasi dan perkembangan psikologis lain dibangun pada masa emas ini.

4. Melatih Ketrampilan Homeschooling Usia Sekolah

Jika Anda tertarik dengan ide homeschooling untuk anak usia sekolah, maka homeschooling anak usia dini bisa menjadi kesempatan baik untuk menguatkan komitmen Anda.

Di sini, Anda akan mengalami bagaimana rasanya mengajar anak sendiri.

Bagaimana menyusun ide kegiatan menarik, bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada di rumah dan lingkungan guna memperkaya pengetahuan anak.

Setelah mengalami sendiri bagaimana jatuh-bangunnya homeschooling usia pra sekolah, akan lebih mudah bagi Anda untuk memutuskan, ‘apakah terus menerapkan homeschooling hingga usia sekolah atau pilih sekolah formal’.

5. Mengurangi Resiko Homeschooling

Homeschooling usia dini akan membuka mata Anda mengenai kekurangan dan kesulitan yang dialami homeschoolers di lapangan.

Saat membaca wacana atau artikel mengenai homeschooling, Anda memang merasa tertarik dan antusias.

Tapi, praktiknya Anda menemui berbagai HAMBATAN.

Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengantisipasi jangan sampai kekurangan atau kesulitan yang ditemuai saat homeschooling usia dini masih terbawa hingga homeschooling usia sekolah.

Contoh Kegiatan Homeschooling Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini bukan sebutan untuk lembaga.

Ianya adalah istilah untuk proses pembinaan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.

Pada masa ini, orangtua tak perlu mengkhawatirkan kegiatan atau proses belajar yang kompleks seperti di lembaga PAUD atau Taman Kanak-kanak.

Berikut adalah prinsip belajar Homeschooling anak usia dini. Dari prinsip ini Anda bisa turunkan menjadi materi homeschooling untuk balita.

1. Menerapkan Pola Asuh yang Baik

Bukan tentang seberapa baik materi homeschooling unuk anak usia 4 tahun, 3 tahun atau 2 tahun.

Bukan tentang akademisnya. Tapi, homeschooling usia dini fokus pada pola asuh tepat untuk anak.

Bagaimana mengajarkan moral kebaikan melalui keseharian, mencontohkan kebiasaan baik dan berkomitmen menjadi orangtua yang peduli pada kebutuhan psikologis anak.

2. Fokus pada Karakter, Bukan Materi Akademis

Banyak lembaga PAUD atau Taman Kanak-kanak lebih fokus pada kemampuan akademis.

Mereka ingin balitanya lebih pintar dibanding balita lainnya, seperti cepat menguasai kemampuan calistung (baca, tulis, hitung).

Bahkan, kini banyak sekolah dasar yang mensyaratkan ijazah TK dan kemampuan membaca untuk masuk sekolah dasar.

Hal ini bertentangan dengan Perpu No. 17 Th. 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Larangan ini dimuat dalam Pasal 69 yang berbunyi;

Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Jadi, dalam proses homeschooling usia dini Anda tak perlu memusingkan hal-hal berbau akademis.

Jangan ngoyo memaksa anak menghafal angka dan huruf-huruf.

Nanti, akan ada waktu yang lebih tepat dimana anak siap menerima pelajaran akademis.

3. Belajar sambil Bermain

Jangan melakukan setting tempat secara khusus dan kaku untuk homeschooling anak usia dini.

Anda boleh membuat jadwal pelajaran atau menyusun ide kegiatan, tapi praktiknya harus fleksibel.

Satukan kegiatan keseharian dengan proses pembelajaran.

Ciptakanlah aktivitas sehari-hari yang menyenangkan, tapi tetap berkualitas untuk memperkaya wawasan balita Anda.

4. Ikuti Rasa Ingin Tahu Anak

Jangan memaksa anak untuk mengikuti jadwal kegiatan Anda yang padat dan runtut.

Sebab, hal-hal monoton bisa mematikan hasrat belajar anak.

Ikuti saja rasa ingin tahu mereka. Apa yang membuat anak merasa tertarik, itulah yang perlu Anda explore.

Untuk kegiatan-kegiatan yang sudah Anda persiapkan sifatnya hanya untuk memperluas pengetahuan anak mengenai sesuatu yang belum mereka ketahui.

5. Mengkombinasikan dengan Materi Akademis

Kami tidak melarang Anda mengajarkan bagaimana cara berhitung atau membaca.

Tapi, ingatlah satu hal!

Jangan jadikan kemampuan calistung sebagai standar keberhasilan atau kegagalan proses belajar anak.

Jika Anda ingin membuat balita terpapar pengetahuan akademis, gabungkan proses bermain dengan materi yang ingin Anda sampaikan.

Semua hal yang kita lakukan adalah proses pembelajaran, tergantung bagaimana orangtua memandang kegiatan itu.


Homeschooling sangat menarik!

Bahkan, untuk anak usia dini kita bisa menerapkan ide-ide homeschooling.

Selanjutnya kami akan perkuat komitmen homeschooling Anda dengan tulisan, TOKOH BESAR DUNIA INI TERNYATA HOMESCHOOLING.


***Jika Anda tertarik dengan homeschooling, tapi masih ragu dalam memulainya serta bingung bagaimana menjalankannya, Anda bisa ikuti program Pelatihan Homeschooling yang kami selenggarakan tiap bulan di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk membaca materi apa saja yang akan disampaikan dan diajarkan oleh Konsultan Homeschooling, silahkan klik >> LIHAT MATERI PELATIHAN <<

Untuk menanyakan jadwal Pelatihan Homeschooling terbaru, silahkan klik ikon WhatsApp di bawah ini.

konsultasi HS