Anak Homeschooling Pindah ke Sekolah Formal, Bisa Nggak ya?

Homeschooling pindah ke sekolah formal, apakah bisa? Kalau sudah homeschooling, untuk apa pindah ke sekolah formal?

Bagaimana jika dalam perjalanannya anak merasa tidak cocok dengan homeschooling? Bagaimana jika terjadi perceraian atau kematian salah satu orangtua?

Atau, terjadi hal lain yang tak diinginkan sehingga kegiatan belajar homeschooling terganggu.

Salah satu solusinya adalah melakukan perpindahan dari homeschooling ke sekolah formal.

Di Indonesia kita mengenal 3 jalur pendidikan;

  • Formal (sekolah)
  • Nonformal (PKBM, kursus dll)
  • Informal (homeschooling)

Jadi, kasus homeschooling pindah ke sekolah formal ini sebenarnya terkait dengan peralihan dari satu jalur pendidikan ke jalur lainnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan telah dijelaskan dalam Pasal 71 dan 73 mengenai perpindahan ini.

Pasal 71 mengatur tentang perpindahan di awal jenjang SMP;

(1) Peserta didik pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sudah menyelesaikan pendidikannya pada SD, MI, Paket A atau bentuk lain yang sederajat.

(2) SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya.

Pasal 73 mengatur tentang perpindahan yang tidak di awal jenjang;

(1) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SD, MI atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 1 (satu) setelah lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan.

(2) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP, MTs atau bentuk lain yang sederajat sejak awal kelas 7 (tujuh) setelah lulus ujian kesetaraan Paket A.

(3) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP, MTs atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 7 (tujuh) setelah memenuhi persyaratan:

a. lulus ujian kesetaraan Paket A; dan

b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan.

Berdasarkan peraturan tersebut, anak yang homeschooling boleh dan bisa pindah ke sekolah formal.

Apakah Perpindahannya Semudah itu?

Homeschooling pindah ke sekolah formal tidak selalu berjalan mudah. Semua tergantung dari negosiasi orangtua dengan pihak sekolah.

Kesulitan yang terjadi biasanya disebabkan;

  1. Sekolah belum mengetahui dan memahami Peraturan Pemerintah No. 17 Th. 2010; atau
  2. Orangtua ingin bergabung dengan sekolah favorit yang menjadi rebutan banyak peserta didik

Cara mengatasi kesulitan kasus homeschooling pindah ke sekolah formal adalah dengan mengedukasi sekolah mengenai PP No. 17 Th. 2010.

Pihak sekolah biasanya menanyakan bagaimana proses pendidikan anak selama homeschooling, sampai mana pemahaman atau kedalaman pengetahuan anak.

Jadi, kami sarankan pada orangtua untuk rajin membuat catatan perkembangan pendidikan atau portofolio hasil karya anak.

Hal ini akan membantu pihak sekolah dalam melihat sampai mana perkembangan pengetahuan anak. Sehingga, lebih mudah bagi sekolah untuk menempatkan anak pada jenjang yang paling tepat.

Kita sudah berada di ujung pembelajaran Bab 1 mengenai Apa itu Homeschooling.

Jika masih kurang paham mengenai gambaran besar homeschooling,  lanjutkan membaca rangkuman materi Apa itu Homeschooling.


***Jika Anda tertarik dengan homeschooling, tapi masih ragu dalam memulainya serta bingung bagaimana menjalankannya, Anda bisa ikuti program Pelatihan Homeschooling yang kami selenggarakan tiap bulan di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk membaca materi apa saja yang akan disampaikan dan diajarkan oleh Konsultan Homeschooling, silahkan klik >> LIHAT MATERI PELATIHAN <<

Untuk menanyakan jadwal Pelatihan Homeschooling terbaru, silahkan klik ikon WhatsApp di bawah ini.

konsultasi HS