4 Jenis Ingatan yang Perlu Diketahui Agar Anak Lebih Cepat Memahami Pelajaran

Terdapat 4 jenis ingatan (memori) manusia. Tiap ingatan ini memiliki peran dan fungsi berbeda-beda. Keempatnya sangat bermanfaat bagi manusia dan bekerja dengan cara terhubung satu sama lainnya.

Lalu, apa manfaat mengetahui jenis ingatan ini? Dengan mengenal dan mengetahui fungsi dari keempat jenis memori, kita bisa membuat trik menghafal yang mudah bagi anak-anak.

Mereka bisa menghafal dan memahami materi pelajaran dengan cepat serta memanggil kembali informasi yang disimpan dengan mudah.

Manusia sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa dalam hal ingatan. Sayangnya, banyak diantara kita yang belum mengetahui cara tepat dalam mengoptimalkan kemampuan ingatan.

Dengan mengenal karakteristik memori, kita bisa menyimpan informasi secara multi-memory yang mana hal ini akan memudahkan kita dalam memanggil kembali informasi kapanpun kita butuhkan.

Jadi, apa saja sih jenis ingatan (memori) yang selama ini kita miliki? Berikut penjelasannya untuk Anda.

1. Memori Jangka Pendek

Memori ini bertugas menyimpan informasi yang masuk ke dalam pikiran kita dengan durasi penyimpanan sekitar 15-30 detik.

Dalam sebuah acara seminar, Anda mungkin bertukar nomor handphone dengan seseorang. Karena nomor handphonenya tergolong ‘cantik’ dan Anda merasa mampu menghafalnya, Anda tidak mencatatnya.

Berselang 30 menit saat Anda ingin mencatatnya, Anda sudah melupakan nomor handphone tersebut.

Namun, jika Anda melakukan pengulangan beberapa kali, kemungkinan besar nomor handphone tersebut bisa masuk ke memori kerja Anda.

Ingatan jangka pendek tak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan ingatan sementara. Ia juga berperan sebagai lokasi berpikir aktif, tempat menyaring, memilah dan menggabungkan informasi lama dengan yang baru, kemudian mengambil keputusan.

Untuk bisa memanfaatkan memori jangka pendek, gunakanlah trik 7 ± 2. Misalnya, Anda ingin menghafalkan nomor handphone yang jumlahnya antara 10-12 item.

0816333903 – Nomor handphone di samping terdiri atas 10 item. Supaya lebih mudah dihafal, kita bisa membaginya dalam beberapa bagian. Bagian itu harus menjadi 2 – 7 bagian.

0816 – 333 – 903

Dengan membaginya seperti itu, kita akan jadi lebih mudah dalam mengingatnya, sehingga informasi baru ini bisa masuk ke dalam memori jangka panjang.

2. Memori Kerja

Memori ini letaknya ada di belakang kening Anda dan mampu menyimpan informasi selama beberapa menit hingga beberapa jam.

Ini adalah jenis memori yang paling banyak digunakan oleh murid-murid di Indonesia saat mereka akan menghadapi ulangan atau ujian semester.

Sistem pendidikan Indonesia menuntut anak lebih banyak menghafal ketimbang berpikir. Membuat ujian semester atau ujian nasional sebagai sistem evaluasi periodik, sehingga mereka terbiasa menjalani proses belajar dengan cara SKS (Sistem Kebut Selamam).

 >> Baca eBook Membuat Anak Gila Belajar <<

ebook membuat anak gila belajar

Kita membaca dan melakukan pengulangan informasi kemudian berharap mampu menyimpan informasinya hingga esok hari saat tiba ulangan atau ujian.

Sistem hafalan dengan memanfaatkan memori kerja memang bisa digunakan untuk menaikkan nilai kita. Sayangnya, informasi yang tersimpan takkan bertahan lama.

Kita akan cepat melupakannya karena menganggap informasi yang dihafalkan tadi tidak penting dan hanya dibutuhkan saat ulangan/ujian.

3. Memori Jangka Panjang

Memori ini mampu menyimpan informasi dalam rentang waktu yang lebih lama, yakni dalam hitungan hari, bulan, tahun bahkan seumur hidup.

Saat sebuah informasi masuk ke dalam pikiran kita melalui 5 panca indera, informasi tersebut berjalan dan dikirim ke salah satu bagian otak yang disebut dengan hippokampus.

Dalam hippokampus, informasi baru tersebut dibandingkan dengan informasi yang sudah lama ada di dalam pikiran kita.

Apa yang terjadi pada informasi tersebut saat diproses oleh hippokampus? Yang terjadi adalah pemberian ‘label’. Label penting atau tidak penting.

Proses ini terjadi saat kita tidur. Semua informasi dan pengalaman yang kita lalui seharian ini akan diproses dan diberi label.

Jika dianggap penting, maka informasi/pengalaman ini akan tersimpan dalam memori jangka panjang.

Lalu, bagaimana cara kerja hippokampus bisa memberi label penting dan tak penting pada sebuah informasi?

Informasi seperti apa yang dianggap penting?

  • Informasi yang bernilai keselamatan hidup. Misalnya, jari Anda terpotong saat mengupas apel. Di lain hari, saat Anda harus mengupas apel atau menggunakan pisau kembali, Anda akan berhati-hati. Anda tentu tak ingin kan, pengalaman seperti ini terulang lagi? Sebab itu, pengalaman jenis ini akan langsung masuk ke memori jangka panjang. Tanpa perlu dihafal!
  • Informasi yang membangkitkan emosi. Misalnya, saat Anda mendengarkan radio tiba-tiba ada lagu yang sering didengar oleh ayah Anda. Kemudian, Anda teringat dengan ayah Anda yang sudah tiada. Informasi yang mengandung muatan emosi tinggi akan sulit untuk dilupakan.

Lalu, apa yang terjadi dengan anak-anak kita di sekolah?

Kenapa mereka mudah sekali melupakan materi pelajaran yang baru saja dipelajari? Inilah salah satu penyebabnya. Anak-anak kita belum menemukan kaitan antara apa yang dipelajari dengan manfaat yang bisa didapatkan di dunia nyata.

Kita mempelajari fisika tanpa pernah tahu kapan bisa memanfaatkan ilmu fisika.

Kita mempelajari kimia tanpa pernah tahu apa manfaatnya untuk diri sendiri di masa depan.

Kita mempelajari matematika dengan cara duduk, mendengarkan dan mencatat, tanpa ada unsur muatan emosi sedikit pun.

Apakah itu dalam keadaan happy atau semangat. Hampir tanpa ada perasaan senang saat menjalani keseharian di kelas. Pembelajaran yang terjadi sangat monoton.

Materi pelajaran yang disampaikan seringkali jauh dari konteks kehidupan nyata anak-anak dan metode penyampaian guru di kelas sangat membosankan, yakni ceramah.

So, agar anak memiliki antusiasme yang baik saat belajar Anda perlu merancang materi pelajaran yang sesuai dengan konteks kehidupan riil mereka.

Anda harus tunjukkan manfaatnya agar anak mengetahui alasan, ‘kenapa saya harus mempelajari ini?’

4. Memori Perantara

Saat kita duduk di bangku SMA dan harus mempelajari rumus sin, cos, tan, sekarang mungkin Anda sudah melupakannya dan menganggap rumus itu hilang dari ingatan.

Sebenarnya, tidak ada satupun informasi yang hilang dari otak kita. Jika ada sesuatu yang Anda lupakan, ia tersimpan dalam memori jangka panjang arsip.

Contoh lain, Anda berkenalan dengan seseorang saat berada di ruang tunggu sebuah klinik.

Karena duduk bersebelahan, Anda merasa canggung jika tidak menyapa dan mengobrol. Setelah beberapa saat, Anda sudah melupakan nama orang itu.

Semua informasi yang kita terima setelah keluar dari memori jangka pendek dan memori kerja, kemudian ditampung ke dalam memori perantara.

Selanjutnya, informasi akan disimpan dalam memori jangka panjang kerja atau memori jangka panjang arsip.


Sekarang, Anda sudah mengetahui jenis ingatan (memori) manusia. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa informasi atau pengetahuan itu bisa tersimpan dalam memori jangka panjang manusia dan mudah dipanggil sewaktu-waktu apabila dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut;

  • bernilai keselamatan hidup
  • mengandung muatan emosi
  • ada relevansi dengan keseharian/pengalaman
  • pengulangan
  • waktu tidur yang efektif

Lalu, bagaimana agar anak memiliki antusiasme yang baik saat belajar?

Bagaimana cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi anak? Bagaimana membuat mereka tertarik dan engaged dengan materi pelajaran yang kita berikan? Bagaimana membuat anak merasa senang dan menikmati proses belajar?

Silahkan lanjutkan membaca, BAGAIMANA CARA MENGAJAR ANAK YANG BAIK DAN EFEKTIF?