Cara Jitu Mengenali Jenis-jenis Kecerdasan Anak

Di sekolah formal biasanya kita melihat anak yang dianggap pandai adalah mereka yang jago matematika.

Jika ada yang tak menguasai matematika, biasanya dilabeli bodoh atau tak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

 

Tapi kebanyakan anak yang dianggap bodoh itu justru berhasil di masa depan.

 

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Howard Gardner, seorang tokoh pendidikan dan psikologi menyatakan bahwa tiap manusia pasti memiliki kecerdasan.

Teori ini disebut dengan “Multiple Intelligences”. Bahwa terdapat 8 jenis kecerdasan anak.

Tak hanya cerdas matematika dan logika, ada juga yang cerdas linguistik.

Mereka kurang tangkas memahami rumus dan angka, tapi mereka pandai merangkai kata serta mampu memakai kata secara efektif dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Apa saja 8 bentuk kecerdasan anak itu?

1. KECERDASAN LINGUISTIK

Orang-orang ini begitu lihai menggunakan tata bahasa atau struktur bahasa dengan tepat, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Mereka tahu bagaimana cara mengucapkan sesuatu untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan tindakan tertentu.

 

Anak dengan kecerdasan linguistik selalu lebih mudah menjelaskan atau menceritakan informasi yang didapatkan.

 

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh politisi, pembawa acara, orator, penceramah, penulis, editor, wartawan atau pembicara publik.

2. KECERDASAN MATEMATIKA DAN LOGIS

Mereka jago memakai angka dan melakukan penalaran dengan tepat.

 

Anak dengan kecerdasan matematika-logis begitu mudah mencari akar masalah menggunakan metode sebab-akibat.

 

Cara berpikir mereka runtut dan mengedepankan logika;

  • menyusun kategori
  • menggolongkan/mengklasifikasi
  • mengambil kesimpulan
  • menggeneralisasi
  • menghitung untung-ruginya, dan
  • menguji keputusan

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh insinyur, akuntan, bankir, ahli statiski, programmer, perencana, ahli matematika, dll.

3. KECERDASAN SPASIAL

Anak dengan kecerdasan ini sangat peka terhadap garis, bentuk, ruang, warna dan hubungan antar unsur tersebut.

 

Mereka sangat lihai membayangkan ide secara visual tanpa perlu menulis atau menggambarkannya dalam kertas.

 

Kecerdasan ini pada umumnya dimiliki oleh dekorator, seniman, arsitek, pelukis, sutradara film, fotografer, dll.

4. KECERDASAN KINESTETIK TUBUH

Mereka menggunakan seluruh anggota tubuh untuk mengekspresikan idenya.

Saat berbicara, mereka cenderung menggerakkan tangan, tubuh dan matanya ikut berbicara.

 

Anak dengan kecerdasan ini akan sulit untuk diam sebab mereka menyukai pergerakan yang cepat, kekuatan dan sensitif dengan sentuhan.

 

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh dokter bedah, aktor, penari, atlet, pengrajin, mekanik, dll.

5. KECERDASAN MUSIKAL

Tidak melulu soal menyanyi.

Anak yang hobi mengutak-atik nada, mampu membedakan jenis suara tinggi dan rendahnya hingga mengekspresikan ide melalui nyanyian.

 

Mereka sangat peka terhadap irama, titik nada, melodi dan warna suara sebuah lagu.

 

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh komposer, penyanyi, musisi, pembuat efek, penari, dll.

6. KECERDASAN INTERPERSONAL

Kecerdasan ini sangat peka dengan perasaan orang-orang di sekitarnya.

Mereka menghargai hubungan yang dekat dan dalam, peduli serta pandai memotivasi orang lain.

 

Anak dengan kecerdasan ini mampu membedakan beragam emosi atau suasana hati melalui ekspresi wajah.

 

Tak hanya membedakan, mereka juga mampu meresponnya dengan baik.

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh psikolog, pekerja sosial, marketer, politisi, pewawancara, marketer, dll.

7. KECERDASAN INTRAPERSONAL

Kecerdasan ini sangat mencintai dan menghargai dirinya sendiri.

 

Sebab itu mereka lebih suka menyendiri, menepi atau menghindar dari hingar bingar.

 

Mereka memahami dirinya dengan baik, apakah itu kekuatan maupun kekurangannya.

Anak dengan kecerdasan ini memiliki disiplin diri yang baik, mampu mengontrol emosi dan pandai menyembunyikan perasaannya dari orang lain.

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh psikolog, spiritualis, ilmuwan, penulis, dll.

8. KECERDASAN NATURALISTIK

Pencinta lingkungan memiliki kecerdasan ini.

Mereka mampu mengenali dan membedakan tanaman dengan mudah.

 

Minatnya ada pada kegiatan alam, berkutat dengan tanaman atau binatang. Berada di alam terbuka dan hijau membuat mereka merasa nyaman.

 

Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh pencinta alam, pendaki gunung, peternak, petani, ahli taksonomi, dll.

Cara Mengenali Kecerdasan Anak

Setelah mengenai 8 jenis kecerdasan anak, Anda pasti penasaran.

 

Anak saya memiliki jenis kecerdasan apa?

 

Bagaimana cara mengenali kecerdasan mereka?

Untuk mengetahui jenis kecerdasan, seseorang harus mengikuti serangkaian tes.

Baik yang dilakukan oleh psikolog anak atau pakar parenting.

Tapi, bentuk kecerdasan anak ini sebenarnya bisa kita perhatikan dari keseharian.

PERTAMAperhatikan ekspresi pemberontakan anak.

Saat mereka merasa tak nyaman dengan lingkungan, merasa tersakiti, bosan dengan rutinitasnya, perhatikanlah bagaimana ekspresi mereka.

Kecenderungan alami apa yang paling kelihatan?

Ada yang berlari-lari, gulang-guling. (Kinestetik)

Ada yang mencari teman, mencari keberadaan Anda dan mengajak berbicara. (Interpersonal)

Ada yang diam, berkhayal dan menikmati me time. (Intrapersonal)

Ada yang mencorat-coret tembok, mencari kapur, menggambar di lantai. (Spasial)

KEDUA, perhatikanlah bagaimana anak menghabiskan waktu luangnya?

Saat anak sendirian, tak memiliki teman bermain, santai dan tidak sedang menjalankan tugas dari Anda.

Apa yang cenderung mereka lakukan?

 

Saat anak mendapat kebebasan melakukan kegiatan tanpa diperintah atau ditekan, apa yang anak kerjakan?

 

Apakah tetap di rumah menemani bonekanya atau lari keluar rumah mencari teman sebab tak betah sendiri?

Apakah mendengarkan musik, olahraga, membaca atau mencoret-coret kertas dengan gambar?


Semakin sering Anda menyempatkan waktu guna mengamati kecederungan anak, semakin jelas kecerdasan mereka terlihat.

Jenis kecerdasan ini akan memudahkan Anda dalam menyediakan fasilitas belajar agar potensi anak menguat.

Selamat!

Anda telah menyelesaikan Seri Pembelajaran 3. Sekarang, Anda bisa lanjut ke Seri Pembelajaran 4 dengan materi pertamanya, CARA MENGAJARKAN SOSIALISASI PADA ANAK HOMESCHOOLING.