8 Jenis Kecerdasan Majemuk, Anak Anda lebih Dominan yang Mana?

kecerdasan majemuk
kriteria kecerdasan majemuk

Kalau anak tidak tertarik pada matematika dan sering dapat nilai buruk, jangan khawatir!

Itu bukan berarti dia BODOH. Anak Anda pasti cerdas di bidang lain. Karena kecerdasan itu tak hanya satu dalam bidang matematika saja.

Ada jenis kecerdasan lain yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah 8 jenis kecerdasan majemuk berdasarkan teori dari Howard Gardner.

1. KECERDASAN LINGUISTIK

Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan.

Tiap anak jika mendapatkan stimulus berupa auditori, maka mereka akan belajar berbahasa dengan baik sesuai dengan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.

 

Untuk bisa memiliki kecerdasan linguistik, orangtua perlu menciptakan lingkungan yang tepat, penuh motivasi, membiarkan anak melakukan kesalahan, kemudian membantu memperbaiki kesalahan tersebut.

 

Semakin baik dan mendukung lingkungan yang dibuat oleh orangtua, maka semakin cepat penguasaan Bahasa yang dimiliki anak.

 

Apakah Anda tahu, kenapa anak yang belajar Bahasa inggris di sekolah selama bertahun-tahun tetap tak mampu berbahasa inggris dengan lancar? Ini disebabkan lingkungan yang kurang memberikan stimulasi.

 

Tiap hari, anak hanya belajar menulis, membaca dan menghafalkan rumus Bahasa inggris.

Sayangnya, hal ini TIDAK DIIMBANGI dengan praktik berkomunikasi secara intens. Hasilnya? Pembelajaran Bahasa inggris di sekolah menjadi sia-sia!

Jika Anda ingin meningkatkan kecerdasan linguistik anak, berikanlah stimulasi yang tepat, sediakan lingkungan yang mendukung dan biarkan mereka praktik tiap hari.

2. KECERDASAN MATEMATIKA DAN LOGIKA

Orang-orang yang memiliki kecerdasan majemuk jenis ini sangat suka dengan angka, hitung-hitungan, urutan, logika dan keteraturan.

Mereka bisa dengan mudah menentukan pola dan hubungan dari suatu masalah.

Jika kecerdasan matematika-logika lebih mendominasi anak, mereka memiliki semangat yang tinggi dalam memecahkan masalah.

Mereka suka aktivitas yang melibatkan angka, hitung-hitungan, pengukuran dan perkiraan.

3. KECERDASAN VISUAL-SPASIAL

Kecerdasan majemuk ini berkaitan dengan kemampuan melihat dan mengamati dunia visual-spasial secara akurat dan bertindak atas dasar persepsi tersebut.

Pemain catur, desainer, arsitek, navigator memiliki kecerdasan visual-spasial yang menonjol.

Mereka mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mengimajinasikan gambar dalam bentuk 3 dimensi.

 

Kecerdasan ini meliputi kesadaran terhadap warna, garis, bentuk, ruang, ukuran dan hubungan antar elemen-elemen tersebut.

 

Pernahkah Anda melihat seorang anak yang mengimajinasikan dirinya sebagai seseorang, kemudian berbicara seolah dia adalah tokoh tertentu?

Inilah contoh dari kemampuan visual-spasial. Kanak-kanak adalah masa terbaik untuk mengasah kecerdasan ini.

4. KECERDASAN MUSIK

Seseorang dengan kecerdasan musik sangat peka terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar.

Mereka juga mampu menikmati, mengamati, membedakan bahkan mengarang dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik.

 

Jelas sekali, orang yang memiliki kecerdasan musik adalah mereka yang terjun di dunia musik. Seperti, penyanyi, musisi, komposer, konduktor orkestra dan sebagainya.

 

Perhatikan anak-anak Anda! Jika mereka suka bernyanyi, menyukai ritme musik, puisi, jingle dan membuat suara-suara yang tidak ada artinya, tapi mereka nyaman dan suka, itu berarti ia memiliki kepekaan terhadap kecerdasan musik.

Jika mereka mampu belajar lebih optimal dan berada di lingkungan yang tepat, maka anak Anda bisa memiliki kecerdasan musikal yang tinggi.

5. KECERDASAN INTERPERSONAL

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.

Mereka memiliki kepekaan dalam mengamati, mengerti maksud dan motivasi orang lain.

 

Orang-orang dengan kecerdasan ini sangat peka terhadap ekspresi wajah, suara dan Bahasa tubuh lawan bicaranya. Kepekaan ini membuat orang tersebut mampu memberikan respon tepat dan efektif.

 

Kelebihan dari kecerdasan ini adalah mampu menjadi orang lain, memahami seseorang, peduli dengan pandangan, pemikiran dan perasaan orang lain bahkan mampu menebak kepribadian serta karakternya.

Profesi yang cocok untuk orang yang memiliki kecerdasan ini adalah ahli terapi, motivator, konselor, guru, pembimbing, psikolog, mentor hingga pembicara publik.

Jika Anda bertemu dengan seorang anak yang suka melakukan kerja kelompok, nyaman bekerja dalam tim atau berkumpul dengan banyak orang, suka sekali berinteraksi dengan orang lain, itulah contoh kecerdasan majemuk jenis interpersonal.

6. KECERDASAN INTRAPERSONAL

Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan mendalami keberadaan diri sendiri.

Orang-orang dengan kecerdasan ini mampu mengenali dirinya sendiri dengan baik, mulai kekurangan, kelebihan yang mana hal ini memungkinkan mereka untuk bisa lebih berkembang. Karena mampu memanfaatkan kelebihan yang dimiliki.

 

Seseorang dengan kecerdasan jenis ini sangat mampu memotivasi dirinya sendiri dengan baik. Mereka juga menghargai nilai dan etika moral.

 

Jika anak suka menulis buku diari atau mencatat hal-hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan pengalamannya, itulah ciri khas dari kecerdasan intrapersonal.

Karena asyik menuangkan pengalaman dan kisah pribadinya sendiri, mereka cenderung introvert.

7. KECERDASAN KINESTETIK

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan kita dalam menggunakan tubuh secara optimal.

Kita mampu mengungkapkan apa yang kita rasakan melalui gerakan tubuh.

Ketrampilan fisik dalam bidang koordinasi, kecepatan, kelenturan dan daya tahan sangat terlihat menonjol pada orang-orang dengan kecerdasan kinestetik ini.

 

Atlet, penari, aktor, mekanik, dokter ahli bedah, pematung adalah sebagian profesi yang cocok dengan orang yang memiliki kecerdasan kinestetik ini.

 

Seorang anak yang belajar dengan cara berdiri, berjalan dan praktik langsung, kemungkinan besar adalah pembelajar kinestetik yang juga memiliki kecerdasan kinestetik.

Jika Anda ingin memaksimalkan kecerdasan kinestetik anak, sering-seringlah mengajak mereka untuk PRAKTIK LANGSUNG dalam mempelajari sesuatu.

Jika mereka belajar dengan cara membaca, mendengarkan atau menghafal saja, mereka akan kesulitan memahami sebuah materi.

8. KECERDASAN NATURALIS

Kecerdasan majemuk yang ke delapan ini berkaitan dengan mengenali, membedakan, menggolongkan dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di lingkungan sekitarnya.

Kecenderungan yang paling terlihat dari seorang naturalis adalah menyukai alam, binatang, sangat menikmati kegiatan di luar ruangan, mencintai gunung dan benci buang sampah sembarangan.


Itulah macam macam kecerdasan majemuk. Orangtua perlu tahu ini agar tidak sembarangan memberi label bodoh pada anak dengan mengukurnya dari nilai matematika saja.

Manfaat lainnya adalah agar Anda tahu kecerdasan apa yang PALING DOMINAN dalam diri anak.

Selanjutnya, jika memang anak memiliki minat dalam bidang tersebut, Anda bisa mengasahnya serta menciptakan lingkungan yang tepat.

Dengan tujuan kecerdasan tersebut berkembang secara optimal serta bermanfaat bagi kehidupan anak.