Memanfaatkan Keseharian untuk Kegiatan Belajar Homeschooling

“Materi belajar terbaik untuk anak bisa Anda dapatkan dari lingkungan dan kegiatan keseharian”

 

Itulah prinsip belajar homeschooling. Sayangnya, seringkali kita menganggap lingkungan dan kegiatan keseharian murah dan tidak berkualitas.

Dengan pandangan ini, kita jadi mengabaikan keseharian dan lingkungan. Kemudian mencari materi pelajaran dari beragam buku terbitan luar negeri, internet dll.

Prinsip homeschooling adalah hal apapun yang mampu membuka wawasan, mendatangkan kebijaksaan, memperbaiki karakter menjadi lebih baik itu dianggap sebagai proses belajar. Sebab, belajar itu;

  • bukan sekolah
  • bukan lembaga kursus
  • tak selalu membaca, mendengarkan atau mencatat penjelasan guru

Berbincang dengan tetangga guna sharing pengalaman, mengunjungi pasar, bergabung dengan komunitas tertentu untuk membuka wawasan pun termasuk proses pembelajaran.

 

Jadi, kegiatan keseharian dan lingkungan sebaiknya dimanfaatkan sebagai media belajar anak.

 

Hindari perasaan takut jika materi tak berkualitas. Pandangan seperti itu muncul sebab Anda belum memiliki keterampilan yang baik dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Yang perlu kita lakukan saat ini adalah belajar menjadi kreatif dalam menggunakan aktivitas sehari-hari sebagai materi belajar anak.

Belajar menggunakan materi dari keseharian memang lebih murah.

Untuk sumber daya atau alat peraga, kita gunakan saja benda-benda yang sudah tersedia di rumah atau lingkungan sekitar.

Meskipun begitu, kualitas dari proses belajarnya tak kalah dengan sekolah formal. Hal ini disebabkan oleh beberapa aspek;

1. Melibatkan Semua Panca Indera Anak

Gaya belajar di sekolah cenderung duduk dan mendengarkan. Ini mungkin menguntungkan bagi anak yang gaya belajarnya auditori.

Tapi, anak-anak dengan gaya belajar kinestetik, global, visual atau analitik akan kesulitan menerima materi pelajaran dan merasa tak nyaman jika sepanjang hari harus mendengarkan saja.

Anda bisa mengajak anak berlari, bercerita, mengenal aroma dll.

Homeschooling memberikan ruang luas bagi orangtua untuk menciptakan proses belajar sesuai karakter dan kepribadian anak.

2. Variasi Kegiatan Belajar Mengajar

Kegiatan belajar tak monoton dengan membaca buku atau mencatat saja. Homeschooling sangat kaya stimulus.

Anak-anak bisa diajak diskusi di ruang keluarga, diajak membereskan tugas rumah tangga untuk menumbuhkan empati.

 

Kalau belajar tentang sapi, maka tak hanya buku dan video yang menjadi sumber belajarnya. Tapi, kita bisa mengajak anak langsung melihat kandang sapi. Sehingga, semua panca inderanya ikut terlibat.

 

Beragam kegiatannya tak terbatas tergantung kreativitas orangtua.

3. Lebih Mendalami Materi

Ilmu yang baik tentu dimanfaatkan, bukan sekedar dihafal. Sayangnya, proses pembelajaran di sekolah formal lebih sering menggunakan metode menghafal.

Hal ini banyak membuat anak frustasi dan menganggap pelajaran akademis tak ada hubungannya dengan dunia nyata.

 

Dengan memanfaatkan kegiatan keseharian, anak mendapatkan pengalaman menyenangkan dalam proses belajar.

 

Mereka tak hanya menghafal atau mencatat, tapi juga berpikir, mempraktikkan dan mengetahui relasi antara teori yang dipelajari dengan konteksnya di dunia nyata.

Persiapan Menjalani Proses Pembelajaran

Hal apa saja yang perlu orangtua siapkan guna menjalani kegiatan belajar melalui keseharian? Berikut penjelasannya untuk Anda.

  • TAK BOSAN BELAJAR. Orangtua tak boleh berhenti belajar untuk memperbarui ilmu, ketrampilan dan memperbaiki diri. Lulus sekolah atau perguruan tinggi tidak bermakna TAMAT BELAJAR. Anda akan menjadi pendidik dan pengajar bagi anak, jadi update pengetahuan Anda!
  • MENERIMA MASUKAN. Jangan menutup diri dari saran, nasihat atau pengalaman orang lain. Perhatikan lingkungan sekitar Anda, di sana ada banyak materi belajar yang bisa Anda share ke anak. Hindari terpaku pada satu jenis materi yang berupa buku atau pembelajaran online.
  • PRAKTIK, PRAKTIK DAN PRAKTIK. Membaca, memahami atau menghafal saja tak cukup. Ambil nilai dari materi yang sesuai dengan prinsip Anda, kemudian praktikkan. Supaya Anda memahami relasi antara teori dan konteks nyatanya. Ini akan memudahkan Anda dalam mentransfer ilmu ke anak.

Proses belajar homeschooling dengan memanfaatkan keseharian sebenarnya lebih asyik jika tidak dijadwal.

Saat sedang memasak bareng anak dan tidak merencanakan kegiatan belajar, tiba-tiba mereka bertanya “Apa itu mah?” Kemudian, kita kenalkan mereka pada jenis-jenis bumbu masak.

 

Kuncinya ada pada orangtua yang cerdas melihat peluang belajar.

 

Lalu, bagaimana dengan materi belajar keseharian? Jawabannya, ada banyak sekali.

Orangtua harus memegang prinsip bahwa belajar itu tak selalu berkaitan dengan akademis atau sekolah.

Dengan cara pandang tersebut, materi belajar menjadi berlimpah ruah. Hal sepele yang ada di sekitar kita pun bisa dijadikan materi belajar.


Sekarang, kita sudah belajar mengenai prinsip memanfaatkan keseharian untuk proses belajar Homeschooling.

Selanjutnya, kami akan bantu Anda untuk mengatur keseharian agar lebih efektif bagi proses homeschooling. Yuk, samperin artikelnya di CARA MENGELOLA KEGIATAN KESEHARIAN HOMESCHOOLING.