Cara Menyusun Kegiatan Belajar untuk Anak Homeschooling

Syarat paling penting dari proses homeschooling adalah keterlibatan aktif orangtua dalam pendidikan anak.

Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, kemudian bingung bagaimana cara membagi waktu, hal itu sebenarnya kembali pada diri Anda masing-masing.

 

Seberapa besar komitmen Anda? Jika memang kuat, maka Anda akan selalu cermat melihat jalan keluar.

 

Terkait dengan pembagian waktu ini, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan;

1. Kesibukan Orangtua

Perhatikan bagaimana pola kegiatan Anda dan pasangan.

  • Apakah kedua orangtua sama-sama bekerja full time di luar rumah?
  • Bagaimana dengan jam kerjanya?
  • Apakah 8 jam sehari atau kurang dari 40 jam dalam seminggu?
  • Bagaimana sifat pekerjaan Anda; apakah selalu membutuhkan kehadiran Anda atau fleksibel?
  • Pukul berapa Anda meninggalkan rumah, lalu kembali lagi ke rumah?
  • Pertimbangkan apakah anak bisa dibawa ke kantor?

Dan, pertanyaan-pertanyaan lain terkait pola kerja orangtua.

2. Usia Anak Anda

Jika anak-anak masih level pre school atau sekolah dasar, mereka sangat membutuhkan pendampingan Anda.

Kebutuhan terbesar anak-anak bawah 6 tahun adalah membangun kekuatan psikologis.

Rasa nyaman, aman, rasa dicintai dan diperhatikan agar mereka tumbuh percaya diri dan berani mengeksplorasi kekuatan dalam dirinya.

Jika anak-anak sudah remaja, mereka tak butuh banyak pendampingan.

Yang mereka butuhkan adalah kepercayaan dari orangtua bahwa mereka bisa membuat keputusan dan bersikap mandiri.

Anda hanya perlu menjadi pendengar yang baik dan membantu mengarahkan minatnya.

3. Lingkungan yang Mendukung

Jika Anda berdua bekerja atau single parent, maka Anda perlu memperhatikan lingkungan yang mendukung.

Lingkungan yang mendukung ini akan menggantikan ketidakhadiran Anda sementara waktu.

Alternatif pendukung;

  • kakek-nenek atau keluarga dekat
  • nanny atau asisten rumah tangga
  • tutor yang Anda undang ke rumah
  • mengantarkan anak ke lembaga penitipan/mengikuti kursus
  • aplikasi gadget yang mendukung perkembangan anak; atau
  • mendaftar kelas online.

4. Seberapa Besar Komitmen Anda

Inilah faktor yang paling mempengaruhi keputusan Anda.

Apakah sudah mantap memilih homeschooling atau belum.

Apakah setelah melihat rintangan yang dialami praktisi homeschooling lain, Anda jadi ragu?

Atau justru merasa tertantang ingin menaklukkannya?

Anda mungkin suka dengan kelebihan homeschooling, tapi untuk meraih kelebihan itu diperlukan pengorbanan.

Memilih homeschooling sama dengan menambah pekerjaan.

Setelah pulang ke kerja, biasanya Anda hanya perlu membimbing anak mengerjakan PR.

Dengan homeschooling, Anda harus mengoreksi kegiatan anak seharian ini, kemudian menyusun kegiatan untuk hari esok, dsb.

Anda punya banyak tugas detil terkait pendidikan anak.

Cara Menyusun Kegiatan

Jika keputusan sudah bulat, siapkan mental dan fisik Anda!

Berikut kami bagikan tips menyusun kegiatan untuk anak homeschooling.

Apakah Anda dan pasangan sama-sama sibuk, single parent atau memiliki fleksibilitas waktu dalam bekerja, semua tips ini boleh Anda coba.

1. Negosiasikan Waktu Bekerja

Jika dimungkinkan, bicarakan ini dengan atasan Anda.

Apakah bisa menata ulang jadwal bekerja Anda agar memiliki waktu lebih banyak bersama anak?

Misalnya, dari full time menjadi part time  atau memilih jadi karyawan freelance.

Anda juga bisa berbisnis dari rumah atau mengganti pekerjaan yang sifatnya lebih fleksibel.

2. Minta Bantuan Keluarga

Beberapa keluarga biasanya masih tinggal serumah dengan kakek-neneknya.

Ini bisa menjadi peluang yang bagus dalam homeschooling.

Anda bisa meminta bantuan dari mereka.

Terlebih dahulu buatlah kerangka kegiatan dan sarananya, agar saat Anda tinggal keluarga Anda bisa menjalankannya dengan mudah.

3. Mengajak Anak ke Kantor

Anda perlu melihat kondisinya lebih dulu atau berkomunikasi dengan rekan sekantor.

Jika memungkinkan, ajak saja anak ke kantor.

Justru ini bisa menjadi pembelajaran baik bagi anak mengenai ragam profesi dan kegiatan Anda sehari-hari.

4. Mencari Nanny

Carilah asisten rumah tangga yang bisa dipercaya.

Kemudian, berikan edukasi tepat mengenai pendidikan yang sedang Anda jalankan.

Sediakan sarana belajar atau perangkat pembelajaran agar asisten Anda tidak kesulitan mencari ide kegiatan.

5. Mendaftar Kelas Online

Kelas online membantu anak-anak menghabiskan waktunya secara positif.

Jika tak memiliki teman atau pembimbing dalam mengikuti kelas online, anak bisa saja kehilangan fokus dan antusiasmenya.

Kuncinya, carilah kelas online yang sesuai dengan minat anak.

6. Bergabung dengan Klub Sehobi

Kegiatan untuk anak homeschooling yang satu ini sangat bermanfaat bagi perkembangan mental mereka.

Mengajarkan cara bersosialisasi dengan teman sebaya dan aturan-aturan dalam pertemanan.

Bisa bergabung dengan klub olahraga, mengikuti kursus, ekstra pengembangan diri dll.

7. Mengatur Jadwal Belajar

Jika Anda bekerja di pagi hari, Anda bisa menjadwalkan waktu belajar utama pada sore atau malam hari.

Jika Anda bekerja pada Senin-Jumat, Anda bisa mengganti jadwal belajar utama pada weekend.

8. Senantiasa Berkomunikasi

Sekalipun Anda bekerja, sempatkanlah menghubungi anak setiap waktu.

Hal ini akan menguatkan hubungan Anda dengan anak.

Berdampak positif bagi perkembangan psikologis mereka sebab Anda benar-benar menunjukkan perhatian pada jam kerja.

Tanyakan pada anak;

  • kegiatan apa yang kamu kerjakan hari ini?
  • apakah ada hal yang mengganggu atau tak berjalan lancar?
  • apa yang bisa ayah/ibu bantu untuk membuatmu nyaman? dll

Guna melengkapi pengetahuan Anda, lanjutkan dengan membaca IDE KEGIATAN INDOOR UNTUK ANAK HOMESCHOOLING.