Inilah 13 Kelebihan Homeschooling Dibanding Pendidikan Formal!

Kelebihan Homeschooling perlu Anda ketahui agar semakin yakin dengan pilihan tersebut. Tapi, Anda juga perlu mengetahui resikonya agar tidak kaget saat menjalankannya.

Apa yang dibutuhkan anak-anak bukan kurikulum baru dan lebih baik. Melainkan akses ke lebih banyak dunia nyata.

Ungkapan John Holt, seorang pendidik dan penulis Amerika ini begitu menggambarkan ide homeschooling.

Kurikulum baru yang disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman memang baik.

Tapi jika pembaruan yang dilakukan mengabaikan kebutuhan anak, lebih baik tak menggunakan kurikulum dan membiarkan anak belajar secara alami saja.

Inilah yang membuat homeschooling banyak dilirik orangtua.

Kita bisa mengobrak-abrik kurikulum yang menahan langkah anak dalam mengembangkan potensinya.

Meski begitu, homeschooling tak selalu diliputi dengan kemudahan dan kesenangan.

Ianya juga memiliki kelebihan dan resiko.

Sebelum menerapkan pendidikan homeschooling, orangtua harus memahaminya lebih dulu.

Melihat keuntungan homeschooling memang baik guna menumbuhkan optimistis.

Memperhatikan resiko homeschooling pun juga penting.

Sebab dalam perjalanannya Anda akan dihadapkan pada masalah dan kesulitan tertentu.

Dengan mengetahui kelemahannya, justru Anda bisa menyiapkan diri guna menghadapi kesulitan yang mungkin datang.

Pertama, kami jelaskan dulu mengenai kelebihan homeschooling dibanding pendidikan formal.

Kelebihan Homeschooling

  1. Pendidikan terkustomisasi. Anda bisa menyusun kurikulum sendiri, memilih materi pelajaran dan gaya belajar sesuai kebutuhan atau potensi anak.
  2. Mematangkan kemandirian dan kreativitas anak.
  3. Kelebihan homeschooling dibanding pendidikan formal yang paling disukai adalah fleksibel secara biaya, waktu dan model belajar.
  4. Bisa mengembangkan potensi anak sejak dini sebab kegiatan belajar bisa dilakukan tiap saat.
  5. Potensi lebih mudah terlihat sebab fokus pada satu anak.
  6. Mudah beradaptasi dan menerapkan teori dalam praktik nyata sebab kegiatan belajar berdasarkan aktivitas keseharian.
  7. Lebih mudah menerapkan nilai dan prinsip keluarga sebab banyak menghabiskan waktu bersama.
  8. Memperdalam hubungan orangtua-anak sehingga aspek psikologis anak tumbuh dengan baik.
  9. Terhindar dari pengaruh buruk lingkungan sekolah; bullying, menyontek, tawuran, pornografi, penyalahgunaan obat terlarang, kebiasaan konsumtif atau jajanan malnutrisi.
  10. Sosialisasi lintas usia sebab tak hanya bergaul dengan teman sebaya. Banyak pendapat tentang homeschooling bahwa anak akan sulit bersosialisasi. Itu kurang tepat. Karena faktanya, anak-anak justru bisa meningkatkan kemampuan sosialisasi lintas usia.
  11. Alokasi biaya pendidikan terkontrol dan mudah diatur.
  12. Mudah menumbuhkan kepercayaan diri sebab tak ada kesempatan membandingkan dengan anak lain di sekolah.
  13. Kelebihan homeschooling selanjutnya adalah kemampuan intrapersonal lebih berkembang; memahami diri sendiri, tujuan hidup dan perannya di dunia.

Resiko Homeschooling

  1. Butuh tanggung jawab dan keterlibatan total orangtua.
  2. Kemampuan sosialisasi dengan teman sebaya cenderung kurang.
  3. Ada resiko kurangnya memahami proses kompetisi.
  4. Ada resiko mengalami kesulitan kerja tim.
  5. Orangtua harus siap belajar setiap saat guna menghadapi kompleksitas peran.
  6. Kurangnya fasilitas belajar sebab banyak fasilitas pendidikan hanya ditujukan untuk sekolah formal.
  7. Jika terjadi perceraian orangtua atau kematian, proses belajar homeschooling bisa terganggu.
  8. Cenderung kurang mendapat dukungan dan motivasi pihak luar sebab homeschooling belum banyak dijadikan pilihan.

Itulah gambaran umum dari kelebihan dan resiko homeschooling. Pada praktiknya, kelebihan dan resiko homeschooling ini bersifat fleksibel.

Ada praktisi yang mampu mengantisipasi resiko dengan baik, sehingga berubah jadi kelebihan.

Misalnya, anak-anak homeschooling yang dianggap tak bergairah belajar sebab tak ada teman berkompetisi. Pandangan ini bisa diubah dengan menjadikan kompetisi sebagai ajang mengalahkan diri sendiri.

Terkadang muncul ketidakpercayaan dalam diri, keragu-raguan dengan potensi diri. Inilah yang perlu dikalahkan.

Bukan fokus mengalahkan prestasi orang lain. Melainkan, fokus memperbaiki diri.

Pada halaman selanjutnya, kita akan belajar tentang >> BAGAIMANA CARA BELAJAR HOMESCHOOLING <<


***Jika Anda tertarik dengan homeschooling, tapi masih ragu dalam memulainya serta bingung bagaimana menjalankannya, Anda bisa ikuti program Pelatihan Homeschooling yang kami selenggarakan tiap bulan di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk membaca materi apa saja yang akan disampaikan dan diajarkan oleh Konsultan Homeschooling, silahkan klik >> LIHAT MATERI PELATIHAN <<

Untuk menanyakan jadwal Pelatihan Homeschooling terbaru atau konsultasi, silahkan klik tulisan di bawah ini.

>> Daftar Pelatihan Homeschooling dan Konsultasi <<