Hindari 6 Hal ini Jika Ingin Proses Homeschooling Anda Berhasil

Tidak ada kesempurnaan dalam homeschooling.

Anda bisa berharap yang terbaik, mempersiapkan yang terbaik, tapi tak bisa menghindari kendala yang mungkin terjadi.

Jangan merasa bersalah atau minder dengan kenyataan yang belum sesuai harapan atau rancangan homeschooling Anda.

 

Kesalahan dalam proses homeschooling itu wajar.

 

Semua praktisi pernah mengalaminya.

Untuk mengantispiasi supaya kesalahan itu tak berdampak berlebihan pada keluarga Anda, perhatikan beberapa prinsip berikut dalam memulai homeschooling.

1. Homeschooling Bukan Solusi untuk Semua Masalah

Jangan menganggap homeschooling sebagai kantong ajaib yang bisa menjadi jalan keluar untuk semua masalah pendidikan.

Jika Anda berpikir seperti itu, Anda bisa terjebak pada ekspektasi berlebihan.

Anda berangan-angan bisa melakukan ini dan itu, tapi tak membekali diri dengan pemahaman cukup.

Ubahlah cara pandang Anda mengenai homeschooling.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah kustomisasi pendidikan, Anda tetap harus bekerja keras dalam menerapkan kelebihan itu.

 

Metode pendidikan apapun yang kita pilih, tidak pernah satu paket dengan jaminan keberhasilan.

 

Sekolah formal tak bisa membuat semua anak mampu meraih cita-citanya.

Homeschooling pun sama, tak menjanjikan semua anak akan berhasil.

Jadi, buatlah harapan sesuai kondisi dan terus berupaya menjalaninya secara maksimal.

2. Anda Perlu Bekerja Keras

Homeschooling tidak instan.

Homeschooling bukan sistem dimana Anda bisa mendaftar, tidak melakukan usaha apapun, tapi bisa berharap banyak dan mengeluarkan hasil sesuai harapan Anda.

Itu salah besar!

Kita tak bisa memasrahkan diri begitu saja dalam proses homeschooling.

 

Memilih homeschooling berarti Anda berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak.

 

Anda bertindak sebagai kepala sekolah, guru sekaligus wali murid.

Saat Anda memulai homeschooling, sadari bagaimana perbedaan sekolah formal dan homeschooling.

Kesadaran ini akan membuat Anda bertindak tepat mengatasi masalah.

Ingat, homeschooling bukan sekedar teori.

Tapi praktik nyata mengenai pola asuh tepat dan membantu anak menemukan kekuatan dalam dirinya.

3. Semangat di Awal, Lemas di Perjalanan

Banyak orangtua semangat di awal, tapi seiring berjalannya waktu antusiasnya menurun.

Hal ini terjadi karena kita berlebihan menyambut homeschooling.

Kita tertarik dengan ide homeschooling, membayangkan kegiatan menarik dalam  homeschooling.

Kemudian, berinvestasi berlebihan.

 

Kita membeli banyak perangkat pembelajaran, mengumpulkan banyak materi dari internet.

 

Setelah dipraktikkan, kita bingung dan kesulitan menerapkan materi atau memanfaatkan perangkat belajar.

Untuk mengantisipasi kesalahan ini, buatlah anggaran khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anak SAAT INI.

Hindari mengumpulkan materi atau perangkat pembelajaran meskipun itu bagus.

 

Sebab, materi akademis terus berkembang dan berubah.

 

Fokuslah pada kondisi anak Anda.

Materi pelajaran atau perangkat belajar yang bagus tidak berarti apa-apa jika tidak sesuai dengan potensi anak Anda.

4. Menuntut Kesempurnaan

Semua orangtua berharap anaknya tumbuh cerdas dan hebat.

Harapan ini membuat kita ingin melakukan yang terbaik bagi anak.

Tidak ada yang salah, hanya saja terkadang kita jadi menuntut persiapan sempurna.

Kalau kita menuntut dan menunggu kesempurnaan, maka kita akan terus menunda keputusan.

Hal ini membuat kita melupakan kekuatan dalam diri anak yang sifatnya harus segera diexplore.

 

Pengetahuan dan ketrampilan kita sampai kapunpun takkan pernah sempurna.

 

Kalau terlalu memikirkan masa depan sempurna, Anda bisa kehilangan moment saat ini.

Jadi, jangan takut mencoba dan fokuslah pada kekuatan Anda.

5. Berharap pada Penilaian Orang Lain

Banyak diantara kita yang ingin dinilai keren sebab menerapkan homeschooling yang berbeda dengan sekolah formal.

Pemikiran ini mendorong kita untuk mencari kegiatan dan materi yang keren.

 

Supaya mendapat penilaian positif dari orang lain.

 

Apalagi jika Anda membagikan kegiatan homeschooling di media sosial dengan niat pamer.

Kesalahan memulai homeschooling ini bisa menurunkan kualitas kegiatan keluarga Anda.

Karena terjadi pergeseran fokus. Dari kebutuhan anak ke penilaian orang lain.

Jalan keluarnya, ubahlah mindset Anda.

 

Homeschooling adalah proses memenuhi kebutuhan pendidikan anak sesuai karakter, minat dan potensi mereka.

 

Fokuslah pada anak dan keluarga Anda.

Tolak ukur dari keberhasilan homeschooling bukanlah penilaian orang lain.

Melainkan, kebahagiaan anak dalam menempuh proses belajarnya.

6. Homeschooling Membutuhkan Proses

Anda akan menghadapi banyak ejekan atau olokan.

Karena komentar negatif ini, Anda terdorong untuk menunjukkan prestasi anak.

Anda ingin anak segera berprestasi dan tampil hebat di depan mereka.

 

Anda tidak sabar ingin memamerkan hasil homeschooling.

 

Padahal, homeschooling membutuhkan proses.

Tipsnya, nikmati saja tiap kegiatan homeschooling Anda dan keluarga.

Keinginan Anda untuk menunjukkan prestasi anak boleh Anda jadikan sebagai motivasi.

Tapi, jangan sampai menuntut diri Anda secara berlebihan.


Selanjutnya, silahkan cari tahu 50 IDE KEGIATAN MENARIK DI AWAL PROSES HOMESCHOOLING.