Kurikulum Apa yang Bisa Digunakan Homeschooling?

Jika memilih model school at home, maka Anda bisa menggunakan kurikulum sebagai panduan dalam berkegiatan dengan anak.

Jika memilih model unschooling, maka Anda tak perlu menggunakan kurikulum.

Kurikulum lebih bersifat terstruktur sebab kita harus belajar dan berkegiatan sesuai panduan yang tercantum di dalamnya.

Tidak ada salahnya. Tiap keluarga boleh menggunakan model dan metode homeschooling apapun.

 

Yang penting kita menikmati, anak bahagia dan mampu mengeluarkan potensinya.

Kurikulum adalah Panduan

Ketika visi pendidikan keluarga telah terbentuk, Anda memiliki prinsip dan nilai yang harus ditaati dalam kegiatan belajar, itulah saatnya Anda harus membuat kurikulum.

  • Pelajaran apa yang harus anak pelajari
  • Target dari tiap materi pelajaran
  • Bagaimana urutan kegiatan belajarnya
  • Perangkat apa saja yang digunakan belajar
  • Metode belajar; dan
  • Bagaimana kegiatan belajar mengajar itu akan berjalan

Semua Anda atur dalam kurikulum.

Memang tak sekompleks kurikulum nasional, tapi detil kegiatan yang akan berjalan telah Anda tetapkan bersama dengan alokasi waktunya.

 

Kurikulum sebaiknya dibuat berdasarkan keputusan bersama dengan pasangan.

 

Apakah sudah cukup mampu mencapai visi, apakah sesuai kebutuhan dan kondisi anak, dll.

Tiap negara memiliki kurikulum sendiri.

Di Amerika Serikat, tiap negara bagian mengembangkan kurikulumnya sendiri berdasarkan sifat kedaerahannya.

Lembaga swasta pun memiliki kurikulum masing-masing.

 

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

 

Di Indonesia, kita hanya mengenal satu kurikulum yang dibuat oleh pemerintah pusat.

Semua peserta didik, baik yang tinggal di daerah paling ujung barat yakni Pulau Weh, Sabang maupun yang tinggal di daerah paling ujung timur Merauke, menganut kurikulum yang sama.

Padahal mereka tinggal di tempat dengan budaya dan sifat kedaerahan berbeda.

Tentu saja, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda.

 

Jadi, kita tak bisa memperlakukan mereka semua dengan cara yang sama.

Kurikulum untuk Anak Usia Dini

Orangtua sebaiknya jangan fokus pada bidang akademis saat anak masih di bawah 6 tahun.

Yang paling penting adalah menyediakan sebanyak mungkin waktu berkualitas dan menerapkan pola asuh tepat agar perkembangan psikologis mereka tumbuh secara optimal.

Materi yang bersifat akademis seperti baca, tulis, hitung bertujuan untuk mengenalkan dan menyiapkan mental anak menuju usia sekolah.

Bukan materi utama dimana Anda harus mengeksplorasinya secara berlebihan.

 

Saat anak masih di bawah 6 tahun, sebaiknya homeschooling keluarga Anda menerapkan model unschooling.

 

Model unschooling lebih santai, berjalan natural, tak terlalu fokus pada target akademis dan kegiatan belajar mengikuti rasa ingin tahu anak.

Ini sangat cocok bagi balita dimana mereka dalam tahap ingin mengeksplorasi banyak hal.

Jika Anda ingin mencari referensi mengenai hal-hal apa saja yang perlu balita kuasai dan bagaimana tingkat pencapaian perkembangan anak hingga usia 6 tahun, Anda bisa melihatnya melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 58 tahun 2009 tentang standar isi pendidikan anak usia dini.

Silahkan download salinan PERMEN-nya di sini >> PERMEN NO. 58/2009

Kurikulum Anak Usia Sekolah

Kurikulum homeschooling untuk anak usia sekolah memiliki pilihan luas. Tergantung dari model homeschooling yang Anda terapkan.

 

Jika Anda mengikuti pemikiran Charlotte Mason, maka sudut pandang tokoh pendidikan ini bisa Anda turunkan menjadi kurikulum dalam proses homeschooling Anda.

 

Begitu juga dengan pemikiran Montessori, Ki Hajar Dewantara atau tokoh pendidikan lain.

Jika Anda ingin anak mengantongi ijazah pada tiap jenjang, maka Anda bisa mengacu kurikulum pemerintah.

Materi pelajaran dan ketrampilan yang harus dikuasai anak bisa Anda lihat pada kurikulum yang sedang berlaku.

Saat ini, kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum 2013 (K13).

Silahkan download kurikulum pada masing-masing jenjang.

Kurikulum Luar Negeri

Kurikulum homeschooling tidak ada standarnya.

Anda boleh menggunakan kurikulum A atau B, dari dalam maupun luar negeri.

 

Tidak menggunakan kurikulum pun tak masalah.

 

Semua tergantung sudut pandang Anda mengenai pendidikan anak, visi pendidikan keluarga dan model homeschooling yang diterapkan.

Di luar negeri, ada banyak pilihan kurikulum.

Baik yang gratis maupun berbayar.

Salah satu contoh yang berbayar adalah Time4Learning.

Organisasi berbasis internet ini menyediakan beberapa pilihan materi pelajaran untuk semua siswa dari segala usia.

Orangtua bisa memilih satu program yang paling sesuai. Disana, Anda dan anak-anak bisa mengakses;

  • rencana pembelajaran
  • perangkat pembelajaran untuk tiap materi
  • worksheet
  • alat untuk mengevaluasi proses pembelajaran;
  • printable report yang bermanfaat untuk portofolio homeschooling anak; dll.

Jika Anda berminat, Anda harus menjadi anggota dan membayar sejumlah tertentu tiap bulannya.


Tidak perlu bingung bagaimana memilih kurikulum.

Sebab keberhasilan proses homeschooling tidak bergantung pada seberapa bagus kurikulum kita.

Melainkan, tergantung pada bagaimana orangtua mampu menyusun kegiatan yang membuat anak nyaman, bergairah untuk belajar hingga mereka bisa menemukan kekuatan dalam dirinya.

Jadi, bagaimana cara kita memilih kurikulum homeschooling yang tepat bagi anak?

Silahkan baca tipsnya di CARA MEMILIH KURIKULUM HOMESCHOOLING UNTUK ANAK.