Bagaimana Membuat Rancangan/Desain Homeschooling?

Setelah menentukan tujuan homeschooling atau visi pendidikan keluarga, selanjutnya Anda harus membuat Rancangan/Desain Homeschooling.

Terdapat 2 strategi yang bisa Anda gunakan dalam membuat rancangan homeschooling; terstruktur dan natural.

Jika Anda memilih terstruktur berarti Anda harus menyusun rancangan homeschooling di awal proses.

Dari visi pendidikan keluarga yang sudah Anda tentukan, selanjutnya Anda membuat prinsip dan cara kerja homeschooling yang akan dijalani.

Anda memiliki tujuan besar yang bersifat jangka panjang.

Untuk mencapai tujuan besar itu, Anda membuat tujuan-tujuan kecil yang harus dicapai lebih dulu.

Misalnya, tujuan besarnya Anda ingin anak meneruskan bisnis keluarga.

Hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencapai visi tersebut;

  • mendekatkan anak pada bidang bisnis yang Anda geluti
  • membekali anak dengan jiwa entrepreneur; dan
  • kegiatan lain yang mendukung visi Anda

Tulislah kesepakatan Anda bersama pasangan dan anak-anak mengenai proses homeschooling yang akan dijalani.

Strategi kedua adalah natural.

Artinya, Anda bisa menyusun rancangan homeschooling sembari menjalani prosesnya.

Orangtua tetap membuat visi pendidikan keluarga.

Tapi, dalam praktiknya homeschooling Anda berjalan mengalir sesuai kebutuhan dan kondisi.

Rencana-rencana detil yang tertuang dalam strategi terstruktur tetap Anda buat, tapi seiring dengan perjalanan homeschooling keluarga Anda.

Bersikap Terbuka & Fleksibel

Sekalipun Anda telah membuat rancangan homeschooling secara mendetil di awal proses, pada praktiknya Anda tidak bisa bersikap kaku.

Jika proses homeschooling tak berjalan sesuai harapan, mengalami banyak kendala, maka Anda harus terbuka dan fleksibel mengubah detil rencana Anda.

Inilah manfaat kenapa Anda perlu menyusun rancangan homeschooling.

Sebab, Anda bisa menjadikannya sebagai pembanding.

Rancangan homeschooling yang dibuat di awal proses, ternyata mengalami banyak hambatan dalam perjalanannya.

Kemudian, Anda menyusun ulang cara kerja dan detil kegiatan homeschooling dengan memperhatikan rancangan homeschooling lama.

Misalnya, ada keluarga homeschooling yang tidak mementingkan faktor ijazah.

Sebab anak akan diarahkan untuk mengambil alih perusahaan keluarga.

Dalam perjalanannya, orangtua terpapar informasi mengenai Ujian Cambridge yang membuka kesempatan bagi anak untuk kuliah di luar negeri.

Keluarga ini kemudian mengubah haluan.

Yang awalnya tak peduli dengan ijazah, kini ingin menguliahkan anak ke luar negeri agar mendapat ilmu bisnis yang bagus.

Tips Menyusun Rancangan/Desain

Untuk Anda yang masih butuh bimbingan membuat rancangan homeschooling, berikut adalah tips sederhananya;

1. Bersungguh-sunguh

Jangan menyepelekan rancangan homeschooling.

Ia sangat bermanfaat untuk memandu kegiatan dan menjadi standar dari proses homeschooling keluarga Anda.

Apakah Anda memilih menggunakan strategi tersruktur atau natural, Anda dan keluarga harus bersungguh-sungguh dan niat untuk membuat rancangan.

2. Berdiskusi dengan Pasangan

Pasangan adalah partner terbaik Anda dalam proses homeschooling.

Anda harus menentukan visi pendidikan keluarga bersama dan menyatukan harapan tentang masa depan anak.

3. Mematangkan Diskusi

Diskusi dengan pasangan tak hanya terjadi satu kali di awal proses.

Dalam keseharian pun Anda harus senantiasa berkomunikasi dengan pasangan guna memperjelas atau mengingatkan pasangan mengenai kesepakatan yang telah dibuat.

Makin sering dan makin baik komunikasinya, proses homeschooling yang dijalani pun jadi makin mudah dan nyaman.

4. Rancangan Sederhana

Tidak perlu muluk dalam membuat rancangan homeschooling.

Bukan soal keren dan kelengkapannya, yang lebih penting adalah rancangan itu mudah dipahami dan dipraktikkan oleh anggota keluarga.

Jika rancangan Anda kompleks dan lengkap, tapi sulit dijabarkan, Itu percuma!

5. Arsipkan Rancangan/Desain

Jangan hanya berdiskusi, menetapkan tujuan dan berbagai kesepakatan, kemudian melupakannya.

Anda harus menuliskannya untuk mengingat dan mengikat rancangan homeschooling yang harus dijalani.

Taruhlah rancangan ini di tempat yang mudah dilihat dan diakses oleh semua anggota keluarga.

6. Review Periodik

Rancangan homeschooling harus berkembang.

Seperti yang kami jelaskan di awal, Anda harus terbuka dan fleksibel.

Dalam perjalanannya, sesuaikan rancangan homeschooling dengan kebutuhan dan kondisi keluarga.

Anda bisa menambah detil rencana atau mengurangi hal-hal yang tak diperlukan.


Homeschooling tidaklah serumit yang Anda bayangkan.

Jika Anda menyukai apa yang Anda kerjakan, semua akan jadi mudah nan menyenangkan.

Silahkan baca tips khusus MEYAKINKAN PASANGAN MEMILIH HOMESCHOOLING.

***Jika Anda tertarik dengan homeschooling, tapi masih ragu dalam memulainya serta bingung bagaimana menjalankannya, Anda bisa ikuti program Pelatihan Homeschooling yang kami selenggarakan tiap bulan di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk membaca materi apa saja yang akan disampaikan dan diajarkan oleh Konsultan Homeschooling, silahkan klik >> LIHAT MATERI PELATIHAN <<

Untuk menanyakan jadwal Pelatihan Homeschooling terbaru atau konsultasi, silahkan klik tulisan di bawah ini.

>> Daftar Pelatihan Homeschooling dan Konsultasi <<