Cara Meyakinkan Pasangan Memilih Homeschooling

Keputusan homeschooling harus disepakati bersama oleh suami-isteri.

Jika anak memasuki usia sekolah dasar atau remaja, maka keputusan harus melibatkan anak.

Sayangnya, banyak diantara kita yang tidak mendapat persetujuan dari pasangan dalam menerapkan homeschooling.

Biasanya para ibu ingin anak homeschooling, tapi ayah kurang setuju.

Untuk kasus ini, Anda masih bisa menjalankan homeschooling.

Sebab proses pengasuhan dan pendidikan yang dijalani anak lebih banyak ditemani oleh ibu.

Jika ini yang terjadi, kuatkan mental Anda, bekali diri Anda dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan.

Terus memperbarui ilmu, memperbaiki diri dan berbagi pengalaman dengan praktisi homeschooling

Saat Anda memiliki keyakinan yang kuat, homeschooling tetap bisa dijalankan.

Tapi, jika Anda ingin mendapatkan dukungan, Anda bisa meyakinkan pasangan memilih homeschooling dengan cara;

1. Perkuat Komunikasi

Komunikasi suami-isteri berperan vital dalam proses homeschooling.

Ajak pasangan Anda melihat beragam keuntungan atau kelebihan homeschooling.

Jika mereka menyangkal atau menunjukkan kekurangan homeschooling, jangan kesal.

Tanggapilah dengan memberikan solusi dari kekurangan yang mereka tunjukkan.

Jangan berharap sekali atau dua kali komunikasi bisa membuat pasangan setuju memilih homeschooling.

Lakukan komunikasi secara bertahap.

Anda bisa menunjukkan perkembangan pendidikan anak secara berkala dalam proses homeschooling.

2. Mempelajari Homeschooling Bersama

Jangan marah, kecewa atau ngambek jika pilihan Anda belum disetujui.

Terima ketidaksukaan mereka dan tanyakan alasan apa yang membuat mereka tidak setuju.

Gunakan alasan itu sebagai bahan untuk mengedukasi pasangan mengenai homeschooling.

Berikan mereka buku-buku homeschooling, parenting, sumber internet yang valid mengenai homeschooling, ajak mereka menghadiri seminar atau pelatihan homeschooling.

Intinya, jangan memaksa pasangan.

Tunjukkan saja bahwa Anda punya pilihan yang lebih baik untuk mengexplore kekuatan anak.

3. Mengajak Pasangan untuk Aktif Terlibat

Jika memungkinkan, ajak pasangan untuk terlibat dalam kegiatan homeschooling.

Ide kegiatan yang telah Anda susun, kerjakanlah bersama dengan pasangan.

Misalnya, kegiatan membaca buku, mewarnai atau kegiatan alam seperti camping, dll.

Keterlibatan aktif dari pasangan secara bertahap akan membuka mata mereka.

Betapa menyenangkan, kreatif dan fleksibelnya kegiatan homeschooling.

Selain berkegiatan, tanyakan juga pendapat pasangan.

Ayah, kira-kira kegiatan yang asyik untuk mengajarkan anak buang sampah pada tempatnya apa ya?

Secara tak langsung, mereka ikut merancang kegiatan homeschooling keluarga.


Masalah pasangan sudah beres.

Sekarang, bagaimana jika lingkungan yang tidak setuju dengan pilihan homeschooling kita?

Silahkan baca tipsnya, MEYAKINKAN LINGKUNGAN YANG TAK SETUJU DENGAN HOMESCHOOLING.