Memilih Model Homeschooling yang Tepat, Begini Caranya!

cara memilih model homeschooling

Secara umum, ada 2 jenis model homeschooling; School at Home dan Unschooling.

Kedua jenis model homeschooling tersebut memiliki ide dasar dan prinsip kerja yang bertolak belakang.

Dalam menjalankan homeschooling, orangtua dan anak sebaiknya berdiskusi kemudian memilih salah satu model homeschooling yang paling sesuai bagi kebutuhan keluarganya.

Lalu, model homeschooling apa yang sebaiknya dipelajari orangtua? School at Home atau Unschooling?

Oh ya, sebelum menjawabnya saya mau bapak dan ibu yang membaca informasi ini mempelajari lebih dulu kedua jenis model tersebut.

Silakan bisa klik link ini untuk mempelajari beberapa model homeschooling >> https://pelatihanhomeschooling.com/model-homeschooling/

Dalam informasi tersebut, saya menuliskan ada 6 model homeschooling.

Lhoh, gimana sih Miss Ayu! Katanya model homeschooling hanya ada 2, kenapa sekarang ada 6.

Iya benar!

Secara umum, ada 2. Seiring berjalannya waktu, ada tokoh-tokoh pendidikan yang mana prinsip-prinsipnya bisa dijadikan acuan untuk menjalani proses homeschooling.

Seperti Montessori, Charlotte Mason, Ki Hadjar Dewantara hingga gabungan dari ide-ide semua praktisi pendidikan yang disebut dengan model Mix and Match.

Biar lebih jelas, langsung saja sikat informasi dalam link di atas ya.

Nah, di halaman ini sendiri kita akan membahas mengenai model mana yang sebaiknya dipelajari dan digunakan oleh keluarga kita.

Bagi orangtua yang baru pertama kali mengenal homeschooling karena wabah Covid 19 mungkin merasa bingung?

Untuk apa kita belajar model pendidikan? Karena kita terbiasa belajar di sekolah yang mana sistem kerjanya sudah seragam dan terima bersih alias tinggal pakai.

Tapi, dalam homeschooling kita perlu merumuskan sendiri model pendidikan seperti apa yang akan kita terapkan dalam keseharian.

Jadi, saya tidak heran sih kalau beberapa orangtua banyak bertanya ke saya kurikulumnya apa, buku materinya apa, jadwal belajarnya bagaimana dsb.

Nah..

semua pertanyaan itu sebenarnya bisa dijawab dengan 1 kata, yakni model homeschooling apa yang akan kalian terapkan?

Meski begitu..

setelah memilih 1 model homeschooling bukan berarti kita tidak boleh mempelajari dan mencoba model yang lain.

Karena model ini bersifat FLEKSIBEL.

Jika Anda sudah menentukan menggunakan School at Home, tapi pada kenyatannya Anda merasa terbebani dengan jadwal terstruktur yang karena Anda dengan pasangan adalah karyawan full time, maka Anda perlu mencari solusi agar sama-sama nyaman.

Salah satu solusinya, bisa dengan mempelajari model lain yang lebih tepat untuk keseharian.

Atau keluarga Anda sudah menjalankan model Unschooling, tapi pada kenyataannya Anda kesulitan mengajarkan kedisiplinan pada anak.

Sehingga, keluarga Anda perlu mencari solusi untuk hal. Salah satunya, mungkin dengan menggabungkan antara School at Home dan Unschooling hingga menjadi model yang bersifat Mix and Match.

Jadi, praktisi homeschooling boleh memilih model homeschooling manapun yang dianggap paling cocok untuk kebutuhan anak serta kesanggupan keluarganya.

Beberapa model yang saya bagikan, sangat lengkap! Mulai dari yang paling bebas sampai paling teratur soal akademis.

Yang paling bebas dan tidak terstruktur ada Unschooling. Yang paling ketat dan sifatnya fixed ada School at Home.

Di tengah-tengahnya, kita bisa gunakan dasar pemikiran tokoh pendidikan seperti Charlotte Mason, Montessori atau jika ingin memenuhi hati anak kita dengan jiwa nasionalisme bisa gunakan dasar pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

Masih juga bingung gunakan model yang mana? Bisa ambil semua kebaikan dari tiap model, kemudian meramunya sendiri dan jadilah model Mix and Match.

Bagi saya, semua model homeschooling sangat menarik! Saya juga sering mendengar cerita-cerita sukses dari keluarga yang menjalankan tiap-tiap model tersebut.

Karena itulah homeschooling memiliki keistimewaan yang tak bisa ditandingi oleh sekolah yakni, FLEKSIBILITAS.

Tidak ada yang seragam! Sekalipun Anda dan seluruh keluarga Indonesia menggunakan model Unschooling, tetap saja tiap keluarga akan memiliki kisah dan output berbeda.

Karena tiap keluarga itu sendiri unik, memiliki latar belakang dan prinsip berbeda-beda.

Bagaimana Memilih Model Homeschooling yang Tepat?

Langkah pertama, orangtua harus bersedia belajar semua jenis model homeschooling. Kita perlu banyak membaca dan menerungkannya bersama pasangan.

Yang paling penting dari pemilihan model ini adalah kita memahami konsep dasarnya. Dari konsep dasar ini, kita akan membandingkan satu sama lain bahkan mengkritik beberapa model yang tidak sesuai prinsip kita.

Langkah kedua, mencari tahu cara menerapkannya dalam keseharian.

Anda perlu membuat semacam check list untuk poin-poin penting dalam konsep dasar tiap model homeschooling yang sudah kita pelajari.

Misalnya, siapa pelopor dari model homeschooling tersebut, apa ide utamanya, bagaimana prinsip dasar itu muncul? Apakah dari pengamatan sang pelopor terhadap anak-anak asuhnya? Jika iya, bagaimana hasil dari penerapan model homeschooling tersebut terhadap anak-anak asuh mereka?

Yang tak boleh kita lupakan, visi dari model tersebut.

Tiap model memiliki visi atau tujuan utama. Atau bahasa sederhananya, model ini ingin anak-anak di masa depan menjadi anak yang seperti apa?

Selanjutnya, nilai-nilai dari model tersebut. Seperti muatan spiritual atau moralnya. Apakah lebih sesuai untuk satu keyakinan tertentu atau bersifat universal bisa diterapkan semua keyakinan?

Jangan lupa juga mengenai penerapannya dalam keseharian.

Anda harus mempelajari apakah model homeschooling tersebut memiliki kisi-kisi panduan untuk mencapai visi yang ditentukannya.

Dia tidak sekedar menjabarkan visi dan membagikan ide-ide menarik, tapi juga menjelaskan apa yang harus dipelajari anak-anak dalam keseharian untuk berkembang. Secara garis besar, seperti apa kurikulumnya?

Memahami Model HS Sangat Penting!

Bagi saya, mempelajari model homeschooling sangat penting.

Khususnya bagi orangtua yang mantap berikhtiar menjalankan pendidikan anak-anaknya melalui “alat” homeschooling.

Karena dalam praktiknya, Anda akan semakin kaya akan konsep, membuat Anda lebih luwes dalam menjalankan HS dan tidak takut dengan tantangan.

Tiap masalah yang hadir, Anda akan lebih mudah menemukan solusinya dari berbagai prinsip model homeschooling yang sudah Anda pelajari.

Pada akhirnya, model mana yang akan Anda pilih penentu utamanya adalah kecocokan bagi keluarga Anda. Sreg atau tidaknya di hati, kebutuhan, minat dan keseharian keluarga.

Bagi yang terbiasa TERIMA BERSIH dari sekolah, apakah Anda merasa ini sangat merepotkan?

Jangan menyerah dulu!

Ini hanya merepotkan di awal, untuk selanjutnya perjalanan Anda bersama homeschooling justru akan sangat mudah karena sudah ada kerangkanya.

Oh ya, banyak praktisi homeschooling yang lebih paham tiap model dari menerapkannya langsung. Mencoba satu, tidak cocok ganti.

Mencoba lagi, ganti lagi! Sampai akhirnya menemukan yang paling pas di hati.

Nah, bagi orangtua yang merasa kesulitan atau bingung soal model homeschooling ini, kalian bisa berbagi pertanyaan melalui kolom komentar di bawah ini.

Selama tidak tidur, saya akan bantu berikan solusi!