7 Langkah Mengarahkan Potensi Terbaik Anak

Bakat adalah modal tiap manusia untuk hidup yang diberikan langsung oleh Yang Maha Kuasa.

Dan, saya percaya tiap manusia PASTI dibekali dengan modal oleh Tuhan. Modalnya itu ada 2. Modal fisik dan modal potensi.

Modal fisik adalah semua organ tubuh kita termasuk otak, tangan dan kaki. Modal potensi adalah kekuatan tersembunyi.

Yang namanya kekuatan tersembunyi, artinya untuk mengeluarkan hal itu perlu diasah. Cara mengasahnya adalah melalui proses pengasuhan orangtua sehari-hari.

Karena anak-anak kita kan masih kecil ya, mereka belum tahu apa yang baik untuk masa depan mereka.

Mereka belum mampu membuat keputusan, hidupnya masih bergantung pada kita sebagai orangtuanya. Sehingga, kita sebagai orangtuanya yang perlu belajar untuk lebih peka.

Melihat karakter anak kita, kepribadiannya seperti apa, minatnya ada dimana. Nah, selanjutnya kita bisa menyesuaikan pola parenting seperti apa yang tepat bagi mereka. Agar tidak hanya sehat secara mental, tapi potensi terbaiknya bisa keluar.

Lalu, Miss Ayu langkah apa saja yang bisa dilakukan orangtua untuk memunculkan potensi terbaik mereka?

Bagaimana cara melihat kepribadian mereka, bagaimana cara memilih pola asuh yang tepat untuk mereka?

Tenang.. tenang. Saya akan jelaskan lengkap di sini, tapi sebelumnya saya mau iklan dulu. Jadi, saya memiliki program Pelatihan Mengembangkan Potensi Terbaik Anak.

Pelatihan ini akan diadakan di 5 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang dan Surabaya.

Dalam Pelatihan Mengembangkan Potensi Terbaik Anak ini, yang diadakan selama 8 jam, saya akan ajarkan secara detil dan kita akan praktik langsung untuk mengarahkan minat dan bakat anak.

Karena materinya cukup banyak, tidak mungkin saya bisa jelaskan di website ini. Dan, kita perlu praktik langsung agar lebih ngena dan Anda lebih memahami apa yang saya sampaikan.

Untuk pendaftaran Pelatihan Mengembangkan Potensi Terbaik Anak ini, Anda bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

<< Chat WhatsApp Otomatis untuk Mendaftar >>

Langkah pertama yang perlu orangtua lakukan adalah MEMASANG MINDSET yang tepat mengenai kebahagiaan dan kekayaan.

Kenapa mindset ini penting? Karena mindset itu yang menggerakkan langkah kita dalam mengambil keputusan. Kalau mindset keliru, keputusan akan keliru.

Lalu mindset orangtua harus seperti apa? Anda harus yakin bahwa bahagia dulu, baru kesejahteraan akan mengikuti.

Seseorang yang bahagia menjalani kesehariannya, dia akan total dan sepenuh hati menjalani hal itu. 

Contoh sederhana, ada 2 orang yang membuat channel YouTube. Orang pertama, membuat channel YouTube karena ingin mendapatkan uang dari adsense. Orang kedua, membuat channel YouTube karena sekedar ingin berbagi.

Orang pertama, orientasinya adalah hasil. Ketika menjalankan hal itu, sudah saya pastikan akan lebih banyak banyak tekanan dan stresnya daripada enjoynya.

Setiap kali buat konten, tujuannya bukan supaya orang merasakan manfaat dari konten tersebut. Melainkan, bagaimana agar banyak orang yang nonton.

Orang kedua, orientasinya adalah berbagi karena dia suka. Ketika menjalankan hal itu, saya bisa pastikan dia lebih enjoy. Dia tidak berharap segera dapat banyak uang.

Setiap kali buat konten, tujuannya adalah agar orang lain bisa merasakan manfaat dari apa yang dibagikan.

Akhirnya, dia total mengerjakan hal itu. Dan, uang mengikuti dengan sendirinya. Karena kontennya tulus dan bermanfaat.

See the difference?

Kenapa mindset seperti ini penting? Supaya pikiran kita sebagai orangtua terbuka. Tidak mengkotak-kotakkan pekerjaan tertentu.

Misalnya, harus jadi PNS supaya hidupnya terjamin. Harus kerja di perusahaan BUMN. Kemudian, saat anak kita hobi nguprek-nguprek potongan kain di tempat penjahit, katanya mau dibikin aksesoris tertentu, kita marah.

Kita anggap itu main-main. Lebih baik fokus belajar akademis dsb. Susah kalau gini. Kita perlu percaya bahwa what makes us happy, itulah sinyal menuju potensi terbaik anak.

Langkah kedua adalah merancang kegiatan stimulasi.

Setelah mengadaptasi mindset yang tepat, sekarang kita langsung praktik saja dengan cara merangsang anak-anak kita.

Dulu waktu saya kecil, saya masih ingat sekali tiap hari Minggu atau sebelum berangkat sekolah, bapak saya suka ajak saya keliling komplek naik motor.

Sambil naik motor, bapak saya suka cerita. Ini rumah teman bapak, bagus kan rumahnya. Beliau ini kerjanya jadi sales mobil. Orangnya gigih sekali.

Dulu waktu kecil, makannya itu cuma nasi sama garam. Tapi, bisa sesukses ini sekarang. Karena gigih, sekolahnya rajin, kerjanya semangat akhirnya jadi seperti ini.

Kemudian, cerita lagi. Ini rumahnya bapak C. Beliau ini notaris. Proyeknya banyak, kerjanya bagus. Bisa jadi seperti ini karena orangnya luwes bergaul. Siapa saja diajak berteman dan ramah sama siapapun.

Selalu cerita seperti itu. Bukan hanya tentang kesuksesan, bapak saya juga suka memberikan contoh orang-orang yang tidak berhasil.

Macam-macam yang dicontohkan. Dan, sekarang saya paham bahwa ini adalah proses stimulasi.

Anak-anak tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup mengenai luasnya profesi yang ada di dunia ini.

Di sinilah tugas orangtua untuk membantu mengenalkan berbagai macam profesi kepada anak. Bantu anak-anak untuk membuka wawasan mereka seluas mungkin.

Bisa melalui buku bacaan, menonton film, mengajak anak mengunjungi pameran, museum, nonton pertunjukan, pertandingan olahraga, ke arena permainan profesi atau dikenalkan ke tokoh-tokoh dari berbagai bidang.

Kenapa kadang kita itu setelah lulus sekolah, ambil jurusan kuliah bingung dan cenderung memilih yang banyak diambil oleh teman-teman alias ikut-ikutan.

Lalu, kenapa ketika ingin buka usaha kita bingung mau usaha apa? Kenapa setelah lulus kuliah, kita tidak melamar pekerjaan sesuai jurusan, tapi cenderung semua perusahaan kita lamar tidak pandang bulu, yang penting bisa kerja dulu?

Salah satunya, karena kita kurang memiliki wawasan mengenai macam-macam profesi. Kalau wawasan kita luas mengenai hal ini, anak-anak kita insyallah akan lebih mampu melihat peluang-peluang yang ada di sekitar mereka.

Langkah ketiga adalah membuat daftar minat dan bakat.

Setelah mendapat stimulasi dalam waktu cukup panjang, wawasan anak mengenai ragam aktivitas dan profesi menjadi semakin luas.

Sekarang saatnya orangtua melanjutkan tugasnya dengan membuat daftar minat dan bakat.

Caranya tidak sulit. Anda bisa melihat pada tabel di bawah ini.

No. Bidang yang Diminati Skor Minat Skor Bakat Skor Konsistensi
1. Menonton pameran otomotif, khususnya tertarik pada aksesoris dan tampilan body mobil 10    
2. Menonton balap mobil, khususnya Street Race 10    
3. Mengedit foto dan video 10    
4. Bahasa mandarin 7    
5. Memasak, khususnya berkreasi pada desert 7    
6. Olahraga futsal 8    
7. Melukis, khususnya potret manusia 10    
8. Membaca komik, khususnya komik bernuansa petualangan 7    
9. Menonton stand up comedy 7    
10. Bernyanyi, khususnya genre jazz 10    

Seperti yang Anda lihat, daftar ini berisi kegiatan yang paling diminati anak lengkap beserta skornya.

Anda harus menginterogasi anak mengenai kegiatan apa yang paling diminati. Tahap penggalian ini memang tidak mudah. Apalagi anak yang malas bicara, tertutup dan pendiam.

Saat ditanya, mungkin ia akan berkata, “enggak tahu tuh.”

Jadi, kita perlu dekati dan tanyakan secara hati-hati kepada anak. Anda harus mengumpulkan minimal 10 kegiatan.

Jangan lupa untuk mengisi skornya. Untuk kolom Skor Minat, Anda harus menilainya berdasarkan ‘perasaan’ anak. Kegiatan apa yang paling diminati dan ini harus mendapat skor 10, 9, 8.

Kalau sekedar suka, Anda bisa memberi skor 8, 7, 6. Kalau just so so, biasa saja, skornya bisa di angka 5, 4, 3, 2, 1.

Langkah keempat adalah melakukan uji coba minat dan bakat.

Tujuan dari proses ini adalah untuk membuktikan apakah minat anak juga didukung oleh bakatnya?

Minat dan bakat adalah 2 hal yang berbeda. Minat itu adalah hasrat. Apa yang disukai oleh anak. Contohnya, saya suka bernyanyi. Saya sering karaoke, di kamar mandi.

Tapi minat saya ini tidak diimbangi dengan bakat. Karena saya sekedar suka, suara saya tidak bagus. Dan, saya tidak tertarik belajar teknik bernyanyi.

Banyak kan, penyanyi yang seperti itu. Sekedar aji mumpung. Mumpung dia lagi di atas awan, lagi tenar, bikin single.

Tapi, tidak meledak biasanya. Kalaupun meledak ya boom, sebentar saja. Setelah itu amblas. Hilang. Tapi, kalau penyanyi beneran, yang memang punya bakat, mereka suka, kemudian belajar bisa cepat mahir, mereka total dan akhirnya jadi profesional.

Nah, di awal kita sudah buat daftar hal-hal apa saja yang disukai anak. Dan, ini adalah minat mereka. Potensi terbaik, tidak bisa sekedar suka. Mereka harus berbakat disana.

Darimana kita tahu anak kita berbakat, nah kita masuk ke proses itu sekarang. Yakni, melakukan tahap uji coba.

Misalnya, dari tabel yang Anda buat, anak Anda begitu menyukai mengedit foto dan video. Dia suka utak atik hal tersebut.

Anda bisa mengajak anak berdiskusi dan menawarkannya mengikuti kursus dalam bidang tersebut.

Tidak hanya melalui kursus, Anda pun harus lebih sering mengajak anak menonton pameran photography.

Dengan tujuan mempertemukan anak dengan senior-senior dalam bidang tersebut. Sehingga, dia bisa belajar banyak hal dari mereka yang sudah berpengalaman.

Apabila Anda takut minat itu bukanlah potensi terunggul anak, Anda bisa memilih kegiatan sesuai dengan budget keluarga Anda.

Masih menggunakan contoh anak yang berminat dalam photography, Anda bisa mencoba membelikan camera dengan spesifikasi standar.

Bukan camera dengan menu kompleks layaknya profesional dan harganya puluhan juta.

Jika 3 minat dengan skor tertinggi adalah photography, melukis dan menyanyi, maka, lakukanlah uji coba dengan cara yang sama.

Intinya, pada tahap uji coba Anda memberikan fasilitas untuk mengembangkan minat anak.

Anda membuka kesempatan selebar mungkin agar minatnya tersalurkan.

Lalu, sampai kapan kita melaksanakan uji coba minat dan bakat kepada anak?

Waktu idealnya adalah selama 3 bulan sampai dengan 1 tahun.

Karena waktu 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk melihat, apakah bakat anak kita di sana atau tidak. Jika bakatnya tidak disana, dalam waktu kurang dari 3 bulan, dia sudah malas.

Dia sudah uring-uringan dan mengelak mengikuti kursus. Lalu, bagaimana cirinya jika minat anak juga didukung oleh bakatnya?

Mereka tidak akan bosan. Kalau lelah selama belajar itu wajar. Tapi, mereka tidak mau berhenti.

Contohnya, Michael Jordan yang terbiasa menshoot bola basket 5000 kali dalam sehari. Lelah itu pasti. Tangannya pegel itu pasti. Tapi, dia tidak bosan. Kalau dia bosan dan berhenti, ya tidak jadi legenda basket.

Setelah anak menjalani uji minat dan bakat, Anda bisa melanjutkan untuk mengisi kolom Skor Bakat dan Skor Konsistensi.

No. Bidang yang Diminati Skor Minat Skor Bakat Skor Konsistensi
1. Menonton pameran otomotif, khususnya tertarik pada aksesoris dan tampilan body mobil 10 8 8
2. Menonton balap mobil, khususnya Street Race 10 7 7
3. Mengedit foto dan video 10 10

10

Darimana skor bakat dan skor konsistensi ini didapatkan? Berdasarkan pengamatan yang Anda lakukan dalam tahap uji minat dan bakat.

Bidang apa yang membuat anak tidak bosan mengerjakannyaa?

Dari ketiga bidang itu, pada bidang apa anak menunjukkan kemampuan terbaiknya?

Pada sat menjalani beragam latihan, dalam bidang apa ia cepat menguasai?

Bidang apa yang merupakan gabungan dari minat dan bakatnya? Dan, itulah potensi unggul anak Anda.

Langkah kelima adalah memilih spesialisasi

Setelah menemukan potensi unggul anak, selanjutnya kita perlu membantu mereka melakukan spesialisasi.

Spesialisasi ini penting untuk memaksimalkan potensi anak.

Misalnya, anak Anda berbakat photography. Maka, Anda perlu memilih spesialisasi untuknya.

Apakah ia tertarik mendalami Journalism Photography, Wedding Photography, Potrait Photograph, Fashion Photography atau genre lain dari photography.

Tidak semua anak yang berbakat photography tertarik untuk menjadi fotografer pernikahan. Karena ada banyak jenis photography di dunia ini.

Jika anak Anda tertarik dengan dunia otomatif, belum tentu dia mau jadi pembalap atau montir. Bisa saja dia suka dengan aksesoris-aksesoris mobil, suka mereview mobil.

Jadi, ketertarikannya ada yang berkaitan dengan aksesoris dan performa kendaraan. Bukan jadi pebalap maupun montir.

Spesialisasi ini penting karena ke depannya akan mempermudah anak untuk lebih fokus dan optimal mengembangkan bakatnya.

Langkah keenam adalah merencakanan strategi meraih cita-cita

Seperti saat kita pergi berlibur, sebelumnya kita telah membuat rencana kemana kita akan pergi, bagaimana cara kita mencapai tempat tujuan, kendaraan apa yang akan kita gunakan dan menentukan waktu (kapan kita berangkat dan kapan kita akan sampai).

Lalu, bagaimana cara membuat perencanaan strategi terkait minat dan bakat anak?

Kita Perlu Melakukan Identifikasi Kebutuhan: Untuk memaksimalkan potensi anak agar mampu meraih cita-citanya, Anda perlu menyekolahkan anak ke sekolah terbaik sesuai dengan bidang yang diminati.

Selain sekolah, Anda pun bisa memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti kursus, pelatihan, seminar atau kompetisi.

Intinya, Anda harus membuka kesempatan terbaik bagi anak untuk mempertajam skillnya.

Jika orangtua kebanyakan memasukkan anak ke sekolah terlebih dahulu baru menentukan cita-cita, sekarang Anda harus membalik prinsip tersebut.

Tentukan dulu tujuannya, baru memilih sekolah, kursus dan pelatihan apa yang bisa membantu anak mencapai tujuannya.

Dan, yang tidak kalah penting adalah evaluasi. Terus lakukan uji coba, evaluasi. Uji coba, evaluasi. Seperti itu terus.

Untuk mengecek apakah anak masih konsisten melaksanakan rencananya untuk mencapai target atau tidak. Dan, untuk mengecek anak-anak kita ini ada kendala atau tidak.

Langkah ketujuh. Dan, ini adalah langkah paling penting dari semua langkah adalah mengembangkan soft skills anak Anda.

Soft Skills adalah kepribadian, atribut personal, serta kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk sukses di sebuah karir.

Kalau potensi terbaik anak dalam bidang tertentu, misalnya memiliki kemampuan fotografi yang baik, memiliki skill design website, memiliki skill public speaking, itu semua hard skill.

Jadi, langkah-langkah yang coba kita lakukan tadi adalah untuk menemukan hard skill anak Anda. Dan, ini penting untuk diimbangi dengan soft skills.

Buat apa memiliki anak yang sudah pernah ikut olimpiade kimia, tapi sulit berkomunikasi dengan orang lain dan tidak mampu mengontrol emosi dengan baik.

Anak-anak zaman sekarang adalah anak-anak yang beruntung. Mereka hidup di zaman yang serba dimudahkan oleh teknologi dan berbagai macam informasi dari seluruh dunia bisa diakses dengan mudah.

Dan, hal ini benar-benar mempermudah anak kita untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Tapi, di satu sisi kita cenderung lupa terhadap elemen pendukung kesuksesan yang lebih abadi yakni soft skills.

Kalau hard skill, sebenarnya dipelajari sebentar dengan tingkat kefokusan yang tinggi, insyallah mudah dan bisa.

Tapi soft skills, tidak bisa dipelajari satu atau dua bulan. Soft skills harus ditanamkan sejak dini dan itu akan terbentuk dengan indah ketika anak-anak kita dewasa nanti.

Dan, soft skill paling penting disini untuk mempercepat potensi terbaik anak Anda adalah kegigihan. Ketika anak-anak kita berada di fase mengembangkan bakatnya, dia pasti lelah, mood nya down, hal-hal seperti ini wajar.

Ketika anak-anak kita tidak memiliki jiwa yang gigih, mudah baper dan sensitif, ya sudah. Dia tidak akan mampu mencapai apa yang sudah ditargetkan bersama.

Di Jepang itu, ada yang namanya boneka Daruma. Boneka Daruma yang tidak memiliki mata atau itu adalah mata tapi tampak melotot begitu, dan itu adalah bonek yang melambangkan semangat.

Bagian bawah boneka Daruma dibuat lebih berat sehingga ketika terdorong dan jatuh akan kembali tegak ke posisi semula.

Dipukul, tegak lagi. Dipukul, tegak lagi. Nah, inilah yang namanya kegigihan yang perlu kita tanamkan ke anak-anak kita.

Lelah, sakit, mood down, tapi bisa bangkit lagi. Pantang menyerah ketika ingin mencapai tujuan dan jika gagal, segera bangkit dan mulai berusaha kembali. Itulah sotf skill yang akan membuat potensi terbaik anak-anak kita lebih moncer dan insyallah abadi.