6 Cara Mudah Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? Berbicara mengenai percaya diri, maka kita akan membahas 2 hal.

Pertama, potensi dalam diri.

Kedua, penampilan luar kita.

Tepat sekali! Percaya diri adalah kondisi internal dan eksternal seseorang. Bagaimana seseorang menggunakan potensinya secara optimal dan mengemas penampilannya dengan menarik.

Sayang sekali, banyak orangtua yang sibuk memikirkan penampilan luar anak hingga lupa mencari dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak.

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang begitu luwes dalam berbicara di depan publik, meskipun penampilannya cenderung sederhana?

Mereka terlihat cerdas dan mampu mengeluarkan pendapatnya dengan baik. Penampilannya jauh dari kata glamour. Kira-kira apa yang membuat mereka percaya diri seperti itu? Padahal, penampilannya sangat bersahaja.

Itulah yang disebut dengan potensi dalam diri. Orang itu tahu potensinya dan tahu bagaimana memanfaatkannya.

Mereka tak harus mengendarai mobil mewah, menjinjing tas bermerk, memakai aksesoris ramai atau mengenakan pakaian branded untuk membuat orang lain terkesima.

Mereka menggunakan potensinya secara optimal dan itu sudah cukup untuk membuat orang lain suka serta terkesima terhadapnya.

Bukan berarti mereka tak peduli dengan penampilan, ya? Mereka peduli kok, hanya saja lebih suka tampil bersahaja.

Kepercayaan diri sangat erat kaitannya dengan keberhasilan hidup seseorang.

Saat kita memiliki kepercayaan diri yang baik, kita bisa mengerjakan tugas secara maksimal dengan mengerahkan semua kemampuan. Karena kita mengerjakan secara maksimal, maka hasil yang akan kita dapatkan pun jadi maksimal.

Hasil yang maksimal membuat kita sadar bahwa kita adalah orang yang kompeten.

Saat kita tak memiliki kepercayaan diri, kita akan cenderung merasa rendah diri dalam mengerjakan apapun.

  • bisa nggak ya?
  • ah, mana mungkin aku bisa?
  • sepertinya ini sulit

Padahal, kita belum mencoba. Sekalipun sudah mencobanya, seseorang dengan kepercayaan diri yang buruk menjadi pesimis dalam menghadapi segala hal.

menumbuhkan rasa percaya diri pada anak
menumbuhkan rasa percaya diri pada anak

Pesimistis membuat seseorang tidak optimal dalam bertindak. Ketidakoptimalan ini mengakibatkan hasil kerja yang buruk. Pada akhirnya, kita akan melabeli diri sendiri dengan kata tidak mampu atau tidak kompeten.

Kepercayaan diri yang rendah SELALU menghambat kemajuan seseorang.

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

So, bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? Agar mereka memiliki motivasi tinggi dalam belajar, membantu orangtua, mampu menemukan dan menggunakan potensinya secara optimal serta berprestasi. Berikut penjelasannya.

1. Bersedia Membantu Kesulitan Anak

Katakan pada anak secara langsung bahwa kita siap membantu kesulitan apapun yang dihadapi anak.

Banyak orangtua memberikan fasilitas top pada anak, tapi lupa berinteraksi dengan anak. Kita menganggap bahwa menyediakan fasilitas yang mereka butuhkan itu sudah cukup membantu mereka. Anak jadi merasa diabaikan oleh orangtuanya.

Jika anak Anda mengalami kendala atau kesulitan, misalnya dalam memahami mata pelajaran matematika, jangan langsung dikursuskan.

Tanyakan dulu dan deklarasikan bantuan Anda pada anak. Anak yang sulit memahami materi pelajaran bukan berarti butuh tambahan pelajaran. Bisa juga disebabkan oleh kurangnya perhatian orangtua.

Katakan pada anak,

Kak, apa sih yang bikin kamu merasa nggak bisa ngerjain tugas ini? Ibu bisa bantu apa?

atau..

Kak, masalah apapun yang kamu punya, ceritakan sama ayah ya. Insyallah ayah akan bantu

2. Percaya pada Kemampuan Anak

Kenapa sih orangtua itu sulit sekali percaya pada anaknya? Apakah karena anak masih kecil, pengalamannya kurang, fisiknya belum meyakinkan?

Tapi, kalau Anda tak pernah memberi kesempatan pada mereka untuk menjajal kemampuannya, kapan mereka bisa dapat pengalaman? Kapan anak bisa sadar bahwa mereka sebenarnya punya kemampuan?

Jangan selalu membantu anak. Biarkan mereka mengalami kesulitan, kegagalan, ketidaknyamanan. Karena itulah yang pada akhirnya membentuk kepercayaan diri anak.

Ayah tahu kamu bisa melakukannya. Ayah percaya kamu bisa menyelesaikannya

Anak-anak itu senang sekali kalau mendapatkan kepercayaan dari orangtuanya. Dan, mereka ingin menunjukkan pada Anda bahwa mereka mampu.

3. Gunakan Bahasa Tubuh Tepat

Anak-anak tak hanya mendengar apa yang kita katakan.

Anak-anak tak hanya melihat apa yang kita kerjakan.

Mereka juga memperhatikan bahasa tubuh yang kita gunakan.

Itulah yang perlu Anda ingat! Penggunaan bahasa tubuh yang tepat bisa meningkatkan kepercayaan diri anak. Memang bagaimana cara kerjanya?

Seringkali kita mengabaikan bahasa tubuh. Berbicara pada anak sambil lalu, tidak memandang ke dalam mata anak, tidak duduk dengan tenang dan fokus pada apa yang diucapkan anak.

Kita menemani mereka bermain sambil sibuk chatting dan tidak benar-benar berinteraksi dengan mereka. Inilah yang membuat anak merasa diabaikan dan tak dihargai hingga akhirnya membuahkan sikap minder.

4. Memberikan Feedback yang Jelas

Di suatu pagi yang cerah, ada seorang anak yang mampu bangun pagi padahal biasanya dia tak mampu melakukannya.

Hari itu, ada kegiatan menyenangkan di sekolah. Itulah sebabnya si anak bangun pagi sekali. Orangtuanya yang tak terbiasa dengan kejadian itu akhirnya menegur.

Tumben bangun pagi! Biasanya jam segini masih molor

Inilah contoh feedback yang tidak tepat. Kita selalu ingin anak berperilaku baik. Saat tiba hari itu, kenapa kita malah menyindir mereka?

Mulai sekarang, berikanlah feedback yang jelas pada anak. Saat mereka melakukan kebaikan maupun kesalahan.

Saat mereka mendapat positive feedback dari Anda atas kebaikan yang dilakukan, mereka pasti ketagihan melakukan kebaikan itu.

Saat mereka mendapat teguran dari Anda atas kesalahan yang dibuat, mereka pasti akan mengingat teguran itu.

Semua tergantung dari feedback yang Anda berikan.

5. Berikan Informasi yang Jelas

Jangan menyindir.

Makanya, jangan belajar! Main aja terus supaya dapat nilai bagus

Apakah Anda pernah mengatakan hal ini? Anda mungkin ingin mengungkapkan pada anak bahwa mereka harus belajar dan tak boleh kebanyakan main.

Tapi, anak-anak tidak paham dengan sindiran. Apa yang Anda ucapkan akan langsung ditelah mentah-mentah. Akibatnya, mereka terus bermain dan tak mau berhenti.

Jangan melarang tanpa memberikan penjelasan mengenai resiko yang akan ditanggung.

Fulan! Jangan main hujan. Ayo masuk!

Jika sekedar melarang, anak mungkin akan berhenti bermain hujan. Tapi, mereka jadi kesal, marah dan kecewa pada Anda. “Kenapa sih, main hujan gitu aja nggak boleh?”

Jelaskan pada mereka mengenai resiko hujan. Jelaskan kekhawatiran Anda, maka secara perlahan anak akan mengerti dengan larangan yang Anda berikan.

6. Memberikan Tantangan

Anak-anak tidak selalu dalam keadaan baik dan ceria. Sama seperti orang dewasa, mereka juga bisa bosan dan kehilangan motivasi, meskipun di luar terlihat baik-baik saja.

Untuk mendorong semangat dan motivasi anak, berikanlah tantangan pada mereka untuk menyelesaikan sesuatu.

Tantangannya tak perlu yang muluk. Contoh, Anda bisa mengajak mereka ke pasar dan memberi sejumlah uang. Kemudian, minta mereka membelanjakan uang tersebut dengan daftar belanjaan yang sudah Anda tentukan.

Gunakanlah tantangan ini sesuai dengan kasus Anda. Tantangan yang berhasil ditaklukkan oleh anak akan membuat mereka yakin bahwa mereka memiliki kemampuan.


Itulah 6 cara mudah menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Kepercayaan diri sangat mempengaruhi proses anak meraih cita-citanya.

Kepercayaan diri menumbuhkan optimisme, mendorong perilaku baik dan menciptakan semangat serta antusiasme belajar.

Selamat menerapkan tipsnya!