Kenapa Minat dan Bakat Bisa Menentukan Keberhasilan Anak?

minat dan bakat

Tiap manusia sebaiknya mengetahui minat dan bakat nya.

Mereka harus tahu bidang apa yang dicintai dan dipedulikan.

Jenis pekerjaan apa yang membuat mereka ingin mencurahkan banyak waktunya untuk fokus dan menyelesaikannya.

Jika seseorang sudah menemukan hal itu, mereka bisa berkreasi tanpa perlu diminta atau ditekan.

Dengan sendirinya, ia akan bergerak maju mempelajari banyak hal untuk memenuhi hasrat cintanya terhadap bidang itu.

 

Rasa cinta dan bahagia dalam menjalani pekerjaan dianggap mampu mendatangkan hasil kerja yang luar biasa.

 

Selama kita mengetahui apa yang kita cintai, kita bisa bekerja total.

Hasil pekerjaan pun terlihat berkualitas dan optimal.

Berdasarkan pemikiran ini, kami meyakini bahwa anak-anak harus kita bantu untuk;

  • menemukan ‘hal’ apa yang mereka cintai
  • menemukan kekuatan khas dalam diri mereka

Itulah yang kami sebut dengan minat dan bakat.

Stimulasi Sejak Dini

Minat dan bakat adalah salah satu kunci menuju keberhasilan hidup.

Sebab itu, orangtua harus mampu menstimulasinya sejak dini.

Hal ini penting, sebab;

  • Anda ingin melihat anak meraih keberhasilan terbaik dalam hidupnya
  • Anda ingin melihat anak bahagia menjalani hidup
  • Anda ingin anak melewati proses meraih keberhasilan dengan cara menyenangkan

 

Homeschooling membuka kesempatan luas untuk mengeksplorasi minat dan bakat anak.

 

Keuntungan homeschooling adalah membebaskan orangtua mendesain proses pendidikan sesuai karakter anak.

Kita bisa dengan bebas menentukan alokasi waktu khusus guna memperdalam kegiatan tertentu yang bisa membuka kekuatan anak.

Sebelum kami bagikan cara mengetahui bakat anak, kami jelaskan dulu pengertian minat dan bakat.

 

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan.

 

Dalam bahasa Inggris, kita mengenal passion atau keinginan hati yang kuat.

Minat yang lahir dari dalam diri seseorang biasanya sulit dijelaskan, kenapa ia bisa menyukainya.

Saat ditanya, ia hanya berkata, “Ya, suka aja.”

Ada juga minat yang lahir karena pengaruh eksternal.

Contoh; jika ayahnya dulu seorang pemain band dan ibunya seorang penyanyi.

Orangtua ingin mengarahkan anak menjadi musisi, sehingga di rumah selalu dibiasakan belajar musik.

Ada juga orangtua yang gila bola.

Mereka tinggal di lingkungan yang sangat mencintai bola, sehingga sang anak bercita-cita menjadi pemain sepak bola.

Minat jenis ini sering berubah-ubah dan dipengaruhi oleh lingkungan.

Minat ini tidak alami dan tidak menetap lama dalam diri anak.

 

Bakat adalah potensi bawaan lahir.

 

Bakat masih perlu digembleng supaya terbentuk.

Seperti benih pohon yang takkan berkembang baik jika tak dirawat.

Jika seorang anak tak memiliki benih musisi, sia-sia saja Anda melatihnya menjadi musisi.

Biarkan anak tumbuh sesuai fitrah benih yang Tuhan titipkan.

Tugas orangtua hanya menyediakan fasilitas yang anak butuhkan agar mampu mengembangkan bakatnya.

Dampak dalam Berkegiatan

 

Saat anak bertemu dengan minatnya, mereka merasakan energi besar yang mendorong dirinya untuk fokus dalam bidang tersebut.

 

Saat memainkannya, mereka tak kenal waktu.

Mereka hanya ingin terus bersama dengan bidang yang diminatinya.

Contoh minat, seorang anak yang mencintai boneka barbie, mereka tak bisa lepas dari barbie.

Mereka membawa barbienya kemanapun mereka pergi.

Mereka termotivasi untuk melakukan kegiatan yang diminatinya tersebut dan mencari tahu segala hal yang berkaitan dengannya.

 

Saat anak bertemu dengan bakatnya, mereka jadi lebih mudah mempelajarinya.

 

Anda tak perlu meminta atau menekan anak untuk belajar.

Secara alami, mereka ingin mempelajarinya.

Mereka belajar dengan cepat dan menghasilkan pekerjaan terbaik.

 

Minat dan bakat bisa saja hal yang sama.

 

Perhatikan atlet badminton, Susi Susanti.

Dia mencintai pekerjaannya, sekaligus mampu belajar lebih cepat dibanding teman-temannya.

Dia bahkan mampu menciptakan sendiri teknik-teknik meraih kemenangan.

 

Minat dan bakat bisa jadi dua hal yang berbeda.

 

Ada anak yang hobi menyanyi, tapi tak kompeten menjadi penyanyi.

Dipaksa sekeras apapun, ia tetap kesulitan mempelajari teknik bernyanyi.

Ini terjadi biasanya karena minat anak dipengaruhi oleh pihak eksternal.

Ia memiliki minat, tapi tak berbakat dalam bidang tersebut.


Sekarang Anda sudah melihat perbedaan minat dan bakat.

Anda juga sudah mengetahui kenapa kedua hal itu penting bagi keberhasilan anak. Sekarang, saatnya Anda mencari tahu INI DIA 4 CARA TEPAT MENGETAHUI MINAT ANAK.