Apakah Anda Ingin Memulai Homeschooling, Tapi Bingung Bagaimana Cara Memulai dan Menjalankannya?

Jika IYA, Ikutilah Program PELATIHAN HOMESCHOOLING yang Diadakan Selama 1 Hari Ini

 

Pelatihan Homeschooling adalah pelatihan khusus untuk orangtua yang ingin mendidik dan mengajar anak sendiri di rumah secara optimal dengan memperhatikan kebutuhan, kondisi serta minat anak tanpa harus pergi ke sekolah.

Untuk mencapai tujuan pendidikan, selain sekolah ada juga pendidikan alternatif lain yang lebih mampu mengoptimalisasi minat dan bakat anak, yakni HOMESCHOOLING.

Titik berangkat homeschooling adalah rumah dan orangtua menjadi penanggungjawab utamanya.

Dengan prinsip ini, KENYAMANAN DAN KEBAHAGIAAN anak saat belajar menjadi hal yang sangat mungkin didapatkan.

Saat anak nyaman dan bahagia menjalani proses belajarnya, hal ini memungkinkan bagi mereka untuk menemukan potensinya secara lebih dini.

Apa Detil Materi yang Diajarkan dalam Pelatihan Homeschooling?

  1. Mengenal sejarah homeschooling
  2. Mengenal perbandingan homeschooling dengan sekolah
  3. Menerapkan mindset homeschooling
  4. Mengetahui beragam legalitas homeschooling
  5. Memahami model-model homeschooling
  6. Menyusun visi pendidikan dan memilih model homeschooling
  7. Menentukan kurikulum yang tepat
  8. Memanfaatkan keseharian sebagai media belajar
  9. Menyusun jadwal belajar dan berkegiatan
  10. Membangun kecakapan sosialisasi
  11. Mengenal beragam proses evaluasi homeschooling
  12. Simpulan akhir pembelajaran

Selain materi di atas Anda juga akan mendapatkan;

  • Pelatihan Kit (alat tulis dan note)
  • Buku Panduan Homeschooling Terlengkap
  • Sertifikat Pelatihan Homeschooling
  • Gratis konsultasi selamanya melalui telepon/SMS/WhatsApp/Email atau datang langsung ke kantor saya
  • Makan siang dan coffee break selama pelatihan berlangsung
buku panduan homeschooling lengkap
Buku Panduan HS Terlengkap

Tahukah Anda, Sistem Pendidikan Sekolah di Zaman Penjajahan Belanda Ratusan Tahun Lalu Tidak Berubah Sampai Hari ini

Sekolah di Indonesia pertama kali didirikan pada zaman penjajahan Belanda sebagai bagian dari politik etis alias balas budi untuk negara jajahannya.

Itupun dilakukan Belanda bukan dengan niat tulus membantu memerdekakan pendidikan pribumi. Melainkan dengan tujuan mendapatkan TENAGA KERJA MURAH DAN TERAMPIL untuk kebutuhan pemerintahan Belanda.

Ilmu yang diberikan tak lain hanya membaca, menulis dan berhitung. Pribumi masih kesulitan melanjutkan PENDIDIKAN TINGGI atau memiliki KEHIDUPAN LAYAK karena pekerjaan paling baik yang bisa didapat hanya menjadi seorang juru tulis.

Sistem pendidikan yang dibuat juga mematikan kemampuan berpikir anak-anak Indonesia. Setiap hari murid dibiasakan duduk, mencatat, diam dan mendengarkan. Mereka dikondisikan untuk bergantung pada instruksi.

Kerjakan tugas itu, selesaikan pekerjaan ini.

Anak yang mampu mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu akan diapresiasi. Sedangkan, mereka yang tidak mampu menyelesaikannya mendapat cap bodoh.

Pada akhirnya, anak tak memiliki sikap inisiatif, sulit membuat keputusan dan hanya jadi pengikut karena terbiasa menunggu instruksi.

Anak-anak Masih Dibiasakan Menunggu Instruksi, Daripada Aktif Terlibat dan Belajar Mandiri

Lebih parah lagi, kebiasaan belajar di sekolah hanya membuat anak pandai MENGHAFAL daripada BERPIKIR.

Selama 12 tahun dari jenjang SD hingga SMA, kita tak pernah diajari caranya berpikir. Melainkan hanya diminta menerima informasi begitu saja dan mengulangnya saat ujian tiba.

Inilah sebab banyak diantara kita mudah kena tipu INVESTASI BODONG, percaya BERITA HOAX dan DIADU DOMBA.

Karena sejak kecil tak pernah diajari mencari tahu kebenaran dan menganalisis informasi, tapi dipaksa meyakini semua materi dan ceramah guru itu pasti benar!

pelatihan homeschooling

pelatihan homeschooling

pelatihan homeschooling

pelatihan homeschooling

<< Dengarkan Kesan Para Peserta Setelah Mengikuti Pelatihan Homeschooling – klik Di sini >>

Sadarkah Anda, Anak Disibukkan dengan Materi Akademis dan Tak Diberi Kesempatan Mengembangkan Potensi

Lebih dari 80% anak Indonesia tak mampu mengembangkan potensinya secara optimal.

Ini disebabkan sistem pendidikan hanya fokus mengajari hal-hal akademis dan melupakan potensi anak.

Ingat, tiap anak itu UNIK!

Mereka lahir dan berkembang dengan latar belakang berbeda. Membawa minat, kecepatan serta gaya belajar berbeda.

Jadi, sistem pendidikan yang menyamaratakan kemampuan anak dan meminta mereka mencapai standar yang sama itu TIDAK ADIL.

Sistem pendidikan harus disesuaikan dengan KEBUTUHAN dan KONDISI masing-masing anak. Anak yang tinggal di pantai, desa atau pegunungan harus dibekali kecakapan berbeda dengan anak yang tinggal di kota.

Kalau semua anak harus pintar matematika, fisika, kimia, biologi dan akuntansi, siapa yang akan meneruskan industri kreatif dunia?

MOZART (komponis)

SOICHIRO HONDA (pengusaha otomotif)

JOHN LENNON (pemusik)

BASUKI ABDULLAH (pelukis)

PRAMOEDYA ANANTA TOER (sastrawan)

TITIK PUSPA (seniman)

ANNE AVANTIE (desainer)

MIRA LESMANA (sutradara dan produser)

WISHNUTAMA (CEO NET tv)

Dan tokoh dalam bidang kreativitas lainnya.

Mereka juga memiliki kekurangan, mungkin dalam hal fisika atau biologi. Soichiro Honda bahkan tak sekolah karena sejak kecil sudah membantu ayahnya di bengkel.

Mozart pun tak mengenyam pendidikan formal karena fokus belajar musik di rumah bersama ayahnya.

Tapi, itu tak masalah! Tiap anak memiliki minat dan potensi yang khas. Pendidikan yang tepat PASTI MENGHARGAI dan MEMBERI TEMPAT untuk kekhasan itu.

Jika Dibandingkan dengan Guru di Sekolah Manapun, Orangtua lah Guru Terbaik Bagi Anaknya

Perhatikan 6 alasan kenapa pendidikan orang tua lebih baik daripada guru manapun!

  1. Orang tua memiliki kasih sayang dan perhatian tiada banding
  2. Orang tua bisa menjadi pendidik tulus tanpa ada niat atau motif khusus
  3. Orang tua bersedia menjadi apapun untuk anak; kepala sekolah, guru, teman, fasilitator, konselor sekaligus
  4. Orang tua lebih mudah mengontrol pergaulan anak
  5. Orang tua lebih leluasa menerapkan nilai dan prinsip keluarga
  6. Orang tua lebih memahami kebutuhan dan karakter anak

Melalui program PELATIHAN HOMESCHOOLING ini, kita akan belajar bersama bagaimana caranya mengajar dan mendidik anak sendiri di rumah secara lebih optimal.

Saya Tak Hanya Berbagi Teori

Saya lebih mengedepankan pemahaman mendalam dan ilmu praktis yang bisa Anda praktikkan sepulang pelatihan.

Dalam satu sesi Pelatihan Homeschooling yang berlangsung selama 1 HARI, saya akan membantu mengenali tiap tujuan dan harapan Anda.

Saya ingin mengenal karakteristik Anda lebih jauh, berkomunikasi dengan peserta lebih intens dan dekat, membahas materi tertentu lebih detil sesuai tujuan Anda mengikuti pelatihan.

Saya juga akan memastikan bahwa Anda telah mengantongi pengetahuan dan pemahaman materi yang mendalam.

Saya mepelatihan homeschoolingmberikan jaminan kepuasaan 100%!

Jika Anda tak puas dengan materi yang saya sampaikan, pelayanan atau hal lain yang mengganggu Anda selama pelatihan, silahkan sampaikan keluhannya kepada saya.

Saya siap mengembalikan UANG ANDA SECARA UTUH.

Jangan Biarkan Pendidikan Anak Berjalan Tak Tentu Arah!

Ingat! Pendidikan adalah Investasi dan Sangat Mempengaruhi Keberhasilan Anak di Masa Depan

Untuk mengikuti program Pelatihan Homeschooling, silahkan klik di bawah ini;

>> Jadwal Pelatihan Homeschooling di kota Anda dan Biaya Investasinya <<