Bingung Mengevaluasi Proses Homeschooling? Terapkan 5 Prinsip Ini

prinsip evaluasi proses homeschooling

Bapak dan Ibu ingat kan, jika tugas kita dalam menjalankan proses homeschooling dengan anak tidak hanya menyediakan materi atau membersamai mereka?

Ada 1 proses lain yang juga penting, yakni EVALUASI!

Setelah kita mentransfer knowledge melalui sharing, tugas, materi dsb, kita perlu melakukan sebuah proses evaluasi dari apa yang sudah kita ajarkan.

Evaluasi sendiri merupakan serapan dari kata evaluation yang memiliki kata dasar value, yang berarti nilai. Artinya, kita harus menentukan sebuah nilai untuk meningkatkan keefektifan proses belajar mengajar.

Dalam tulisan sebelumnya, saya sudah pernah membahas cara mengevaluasi proses homeschooling, Anda yang belum membacanya bisa klik link berikut >> https://pelatihanhomeschooling.com/evaluasi-pembelajaran-homeschooling/

Bagi yang sudah, sekarang kita akan membahas PRINSIP EVALUASI HOMESCHOOLING.

Lalu Miss Ayu, apa saja prinsip evaluasi dalam homeschooling? Jujur saja, sebagai orangtua kadang saya bingung kiblat proses evaluasi itu sendiri.

Tenang, sekarang kita akan bahas satu per satu.

Berkelanjutan

Di sekolah anak-anak kita biasanya dievaluasi dengan cara ulangan harian, ujian tengah semester atau akhir semester.

Uniknya dari proses evaluasi ini adalah anak-anak kita diberi tahu lebih dulu mengenai jadwal evaluasinya. Dan, ini membuat anak-anak kita “dengan sengaja” mempersiapkan dirinya untuk menghadapi proses evaluasi tersebut.

  • Ada yang belajar mati-matian dengan cara menghafal
  • Ada yang belajar mati-matian dengan cara memahami
  • Ada yang belajar koordinasi dengan temannya untuk tukar kunci jawaban.. upss
  • Ada yang belajar menyiapkan contekan.. upss lagi

Bagaimanapun cara anak-anak kita mempersiapkan dirinya, bukan menjadi masalah bagi saya. Karena metode evaluasinya “memaksa” mereka melakukan hal itu.

Sekarang kita kembali fokus membahas proses evaluasinya.

Nah, evaluasi yang dilakukan di sekolah biasanya ditentukan dengan jangka waktu tertentu. Ujian tengah semester, ujian semester dan menurut saya ini kurang optimal untuk MENILAI pemahaman dan pencapaian anak kita.

Prinsip evaluasi yang tepat haruslah dipantau secara berkelanjutan, bukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Karena selain di waktu ujian tengah dan akhir semester, kita cenderung fokus pada penyampaian materi saja.

Anda bisa memperbaiki cara sekolah mengevaluasi siswanya dengan prinsip evaluasi yang berkelanjutan, baik dengan cara formal maupun informal.

Untuk evaluasi formal, Anda bisa mengikuti sistem sekolah yakni ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

Sedangkan untuk evaluasi informal atau cara santai, Anda bisa berdiskusi, ngobrol atau sharing ringan dengan anak ketika ada kesempatan.

Bahkan, Anda bisa gunakan pihak ketiga untuk membantu proses evaluasi. Misalnya, kakek-nenek dari anak Anda.

Mintai pendapat mereka mengenai karakternya, khususnya pada karakter “sopan” saat bertemu orang yang lebih dewasa, apakah makin membaik atau sama saja.

Menyeluruh

Yang perlu dievaluasi tidak hanya aspek kognitif saja.

Kalau orangtu awam yang menganggap school means everything, biasanya anaknya sepulang sekolah selalu ditanya ada PR gak?

Gimana tadi ulangan dapat nilai berapa? Hasil UAS nya bagaimana?

Pernah gak anak pulang sekolah, ditanya gimana gurunya asyik gak?

Happy gak belajar di sekolah? Teman-teman kamu gimana, banyak yang senang berteman sama kamu?

Sebagai orangtua, kita tidak hanya butuh memahamkan anak mengenai materi yang sedang dipelajari, tapi juga membentuk karakter mereka agar memiliki dampak positif bagi kehidupan serta lingkungannya.

Jadi, beberapa hal yang perlu kita evaluasi antara lain;

  1. Pencapaian visi atau tujuan pendidikan keluarga
  2. Terpenuhinya kebutuhan psikologis anak
  3. Bahagia dan menikmati kegiatan homeschooling
  4. Efektivitas pendampingan orangtua
  5. Efektivitas kegiatan anak
  6. Hasil belajar anak

Memanfaatkan Pihak Ketiga

Proses evaluasi yang tepat sebaiknya berkoordinasi dengan berbagai elemen.

Misalnya, untuk mata pelajaran tertentu Anda mengundang tutor, Anda bisa bertanya pada tutor anak Anda mengenai perkembangannya.

Bukan hanya dari segi kognitif, tapi juga karakter baiknya yang berkembang apa saja. Anda juga bisa bertanya pada kakek-neneknya anak-anak atau dengan komunitas pada anak Anda bergabung.

Intinya, anak Anda selama menjalankan HS ini berinteraksi dengan siapa saja, Anda bisa meminta bantuan pada mereka untuk mengevaluasi pemahaman dan pencapaian anak Anda.

Objektif

Namanya juga orangtua, kadang kita masih pakai perasaan kasihan, perasaan tidak tega.

Dan, perasaan-perasaan seperti ini harus dibuang karena tidak boleh dimasukkan dalam proses evaluasi.

Sayang anak sih boleh, tapi emosinya tetap harus dikontrol.

Praktis

Saya tahu, biaya pendidikan tidak murah.

Itulah kenapa, Anda harus menjadikan proses evaluasi homeschooling lebih praktis. Hemat biaya, waktu dan tenaga.

Jika Anda mengenakan prinsip ini, maka ini akan mempermudah Anda dalam menyusun instrumen penilaian.

Itulah 5 prinsip evaluasi proses homeschooling!

Jika Anda masih bingung bagaimana cara penerapannya, apa saja yang dievaluasi kemudian bagaimana cara mengevaluasinya, Anda bisa mengikuti PELATIHAN HOMESCHOOLING.

Pelatihan Homeschooling adalah pelatihan khusus untuk orangtua yang ingin mendidik dan mengajar anak sendiri di rumah dengan memperhatikan kebutuhan, kondisi serta bakat anak tanpa harus pergi ke sekolah.

Jika Anda adalah orangtua yang sedang menimbang homeschooling tapi bingung bagaimana cara menjalannya, PELATIHAN HOMESCHOOLING bisa menjadi solusinya.

Untuk mengikuti Pelatihan ini, Anda bisa melakukan pendaftaran lebih dulu dengan cara klik link di bawah ini.

>> Saya Daftar Pelatihan Homeschooling <<