KALAU MAU TES IQ DIMANA YA DAN APA MANFAATNYA?

Lagi-lagi saya dapat ide menulis dan membuat video dari para subscriber saya di channel YouTube Pelatihan Homeschooling.

Pertanyaannya adalah dimana kalau kita ingin melakukan tes IQ dan apa manfaatnya untuk anak-anak kita?

Sekarang, saya jelaskan sedikit mengenai IQ. Jadi, kecerdasan manusia itu dibagi menjadi 3 yakni;

  1. IQ (Intelligence Quotient)
  2. EQ (Emotional Quotient) dan
  3. SQ (Spiritual Quotient)

Dulu sewaktu saya SMA, saya tidak paham dengan jenis-jenis kecerdasan ini dan tidak mengetahui manusia seperti apa yang memiliki kecerdasan dalam bidang spiritual, intelligence maupun emosi.

Tapi, pihak sekolah tiba-tiba langsung meminta muridnya untuk melakukan iuran guna mengikuti test IQ. Dalam kegiatan tes IQ itu, ada banyak sekali soal yang perlu dikerjakan.

Soalnya berkaitan dengan hal-hal yang berbau akademis. Seperti tes potensi akademis saat kita akan memasuki jenjang kuliah. Ada soal matematika atau mungkin lebih ke statistik atau tes logika.

Ada soal yang isinya berupa gambar-gambar kemudian kita diminta untuk menghubungkan gambar-gambar tersebut agar membentuk sebuah ruang.

Baru paham kalau soal jenis itu merupakan tes untuk mengetahui apakah kita dominan dalam kecerdasan spasial atau tidak.

Nah loh.. ada istilah baru lagi. Kecerdasan spasial, apa itu? Buat intermezzo saja ya. Kita balik lagi bahas tes IQ.

Jadi, pihak sekolah saya dulu tidak menjelaskan apa manfaatnya mengikuti tes tersebut. Hasilnya pun sepertinya tidak dikorelaksikan dengan kegiatan di sekolah.

Test IQ adalah serangkaian tes yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu atau lebih dikenal dengan istilah time limit test.

Yakni sederatan soal yang relatif mudah, tetapi diberikan dalam waktu terbatas dan mampu menyelesaikan jawaban yang benar sebanyak mungkin.

Jawaban yang kalian berikan untuk tes ini harus pakai LOGIKA. Gak bisa pakai feeling. Artinya, harus muter otak dan pikiran.

Adapun macam-macam tesnya antara lain;

  1. Tes klarifikasi gambar
  2. Tes inteligensi umum
  3. Tes bangun ruang
  4. Tes Verbal – Sinonim dan Antonim
  5. Tes geometri
  6. Tes aritmetika
  7. Tes Kecepatan
  8. Tes Kecermatan
  9. Tes Numerik

Saya belum tahu secara pasti apakah semua bentuk tes ini diberikan, dikurangi atau bahkan ditambah. Karena sudah sekitar 10 tahun yang lalu saya mengikuti test IQ.

Nah, untuk tes IQ ini sendiri dulu sewaktu SMA saya ada di tingkat 110. Artinya, IQ saya wajar. Tidak keterbelakangan mental, juga tidak jenius.

B aja istilah anak jaman sekarang! Haha

Tapi, meskipun begitu saya tetap survive dan hidup sampai sekarang. Bisa mencari penghidupan sendiri dan mampu mengetahui apa yang saya sukai hingga minat saya itu menjadi mata pencaharian saya sekarang.

Karena memang, kecerdasan dalam hal intelligence ini seharusnya tidak menjadi ukuran apakah anak ini nanti akan berhasil atau tidak. Bukan menjadi patokan apakah dia cerdas atau tidak.

Masih ada 2 kecerdasan lain yakni SQ dan EQ.

Seseorang bisa dikatakan cerdas secara emosi (EQ) jika dia memiliki keseimbangan dalam hal-hal berikut ini;

  1. Kesadaran diri
  2. Kontrol diri
  3. Kemampuan sosial
  4. Empati
  5. Motivasi

Bagaimana jika seseorang memiliki IQ jenius, tapi dia tidak memiliki kontrol diri yang bagus?

Pinter banget matematikanya, sering ikut olimpiade dan selalu juara. Tapi, gampang baper, gampang marah dan kecewa sampai tidak memiliki kemampuan kontrol emosi.

Gak bagus juga, kan?

Nah, sekarang saya akan jelaskan sedikit soal SQ. Kalau kecerdasan spiritual ini masih belum banyak familiar. Dan, belum ada tes standar untuk mengetahui seseorang bisa dikatakan cerdas spiritual atau tidak.

Tapi, secara umum kecerdasan spiritual meliputi;

  1. Spontanitas
  2. Visioner
  3. Rasa kemanusiaan
  4. Kemampuan mendalam mengenai “siapa saya, untuk apa saya hidup dan apa manfaat kehadiran saya di dunia ini”

Intinya, ini lebih kepada hubungan kita dengan Tuhan dan hubungan kita dengan diri kita sendiri.

Jadi, kalau sudah begini tidak ada yang bisa ngetes dong? Hanya diri pribadi yang bisa merasakan dan orang lain di sekitar kita yang memiliki kepekaan khusus.

Apakah Test IQ itu Penting?

Sekarang, kembali laki ke topik utama. Apakah tes IQ itu penting dan apa manfaatnya untuk anak-anak?

Penting gak penting juga sih. Artinya, disesuaikan saja dengan kebutuhan kita.

Misalnya, kalau dari pihak sekolah mengadakan tes IQ artinya mereka ingin mengetahui seberapa pintar anak didiknya dalam hal akademis dan seberap logis pemikiran mereka?

Kemudian, tes IQ juga dibutuhkan untuk mengatahui anak-anak kita ini otaknya lebih dominan dalam hal apa?

Apakah hitung-hitungan, spasial, verbal atau sains? Hal ini nanti akan mempermudah pihak sekolah untuk mengelompokkan anak didik dalam jurusan tertentu.

Misalnya, mau masuk ke jurusan IPA, IPS atau bahasa saat di jenjang SMA.

Selain mempermudah menentukan jurusan dan pemilihan karir, tes IQ juga berfungsi untuk menilai apakah anak-anak mengalami hambatan terkait dengan bidang kognitifnya ini.

Seperti itu, sedikit gambaran mengenai tes IQ dan manfaatnya. Saya pribadi percaya bahwa ketiga kecerdasan ini harus seimbang karena dalam perjalanannya nanti akan saling melengkapi.

Kalau sudah cerdas secara verbal (IQ), mampu mengolah kata dalam bentuk lisan maupun tulisan dengan baik harus diimbangi pula dengan kesadaran diri (EQ) dalam memanfaatkan kelebihannya dalam BAHASA itu.

Kemudian, lengkapi juga diri anak dengan kemampuan mengenali dirinya sendiri dan hubungannya dengan Yang Kuasa. Agar tidak takabur dalam memanfaatkan kelebihannya dalam bidang kognitif itu.

Jadi, sekarang mau tes IQ? Silakan! Tidak ada yang melarang, yang penting Anda tahu tujuannya untuk apa dan hasilnya mau dimanfaatkan untuk apa.

Lalu, dimana kita bisa melakukan tes IQ? Google sekarang kan sudah pintar! Gak perlu susah-susah, tinggal ketik saja tes IQ di kota A, B atau C. Langsung keluar jawabannya dalam sepersekian detik.

Seperti itu, semoga bermanfaat ya tulisan ini.