Tokoh Besar Dunia Ini Ternyata Homeschooling

Zaman dulu orangtua menganggap berangkat sekolah bukan kewajiban.

Belajar tak harus di sekolah dengan pagar tembok seolah kreativitas dan kebebasan ikut terkungkung.

Seperti yang dilakukan ayahanda Buya Hamka.

 

Beliau ikhlas melepas anaknya merantau ke pulau Jawa di usia remaja untuk mencari jati diri.

 

Mencari tujuan dan makna hidup yang sesungguhnya.

Beliau tak menuntut anaknya mengenyam bangku sekolah.

Syekh Abdul Karim bin Amrullah (ayahanda Buya Hamka) melempar anaknya ke surau dan masjid guna memperluas wawasan.

Sebaliknya, zaman sekarang orangtua menganggap sekolah sebagai satu-satunya jalan menuju kesuksesan.

 

Homeschooling sebagai pendidikan alternatif pun dianggap kurang maksimal dan tidak efektif bagi pendidikan anak.

 

Kurang sosialisasi, kurang cakap melatih jiwa kompetisi anak dan kekurangan-kekurangan lainnya.

Guna mengubah mindset orangtua mengenai hal ini, berikut kami sajikan 10 tokoh besar dunia yang sukses menjalani hidupnya melalui homeschooling.

Mereka adalah tokoh dunia yang homeschooling.

1. Agatha Christie

Penulis berbakat yang telah melahirkan banyak novel dengan predikat terlaris ternyata di masa lalu adalah seorang pemalu.

Karena itulah sang ibunda memutuskan untuk menerapkan homeschooling bagi Agatha.

2. Alexander Graham Bell

Ketika usianya menginjak 10 tahun, Bell dididik sendiri oleh ibunya di rumah.

Sang ibu mendidik Bell hingga pendengaran anaknya terganggu dan menjadi tuli.

Tapi, ketulian itu justru membuat Bell mendalami ilmu bunyi dan suara.

3. Thomas A. Edison

Jika Edison masih hidup hingga hari ini, dia mungkin akan dipanggil anak autis.

Dia keluar dari sekolah setelah bertahan selama 3 bulan sebab pikirannya penuh dengan pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh pihak sekolah.

Jadi, dia putuskan untuk mengungkap sendiri rasa ingin tahunya.

Edison begitu mencintai sang ibu yang telah mendidiknya dengan penuh kesabaran.

Ia pernah berujar;

 

“Ibuku yang telah menjadikanku seperti ini. Dia begitu yakin padaku dan itu membuatku merasa memiliki kekuatan untuk menjalani sesuatu, seseorang yang tidak boleh aku kecewakan.”

 

4. Woodrow Wilson

Presiden AS ke-28 dan penerima nobel perdamaian pada 1919.

Tokoh dunia yang homeschooling ini tidak bisa membaca hingga usia 12 tahun.

Akhirnya, dia belajar dari sang ayah, salah seorang pendiri Gereja Presbyterian Selatan.

Dan, mengambil kelas khusus di sebuah sekolah di Augusta, Georgia untuk melengkapi pengetahuan yang didapat dari sang ayah.

5. Mozart

Komposer Austria, penulis lebih dari 40 simfoni, hampir 30 konserto piano, lebih dari 20 string kwartet dan 16 opera.

Dia dididik sendiri oleh sang ayah sejak 1763 hingga 1766.

6. Kolonel Sanders

Ia menemukan resep ayam goreng terbaik untuk Kentucky Fried Chicken.

Proses penemuan resep itu mungkin takkan pernah terjadi jika ia bersekolah dengan jadwal kegiatan padat merayap.

Ayahnya meninggal saat ia berusia 6 tahun.

Karena tak tega melihat sang ibu bekerja sendiri memenuhi kebutuhan keluarga, Sanders terpaksa memasak untuk keluarganya.

Usaha tak bisa mengkhianati hasil.

Setelah sukses dengan resep ayam gorengnya, Sanders memperoleh gelar hukum dari sebuah sekolah korespondensi.

7. Walt Disney

Multijutawan penggagas Disneyland Park pada 1918 saat duduk di bangku SMA mengambil kursus malam di Academy of Fine Arts di Chicago.

Karena terlalu antusias dengan pengalaman barunya itu, Disney drop out dan memilih bergabung dengan organisasi Palang Merah.

Sukses dengan karakter-karakter film kartun yang ia ciptakan, pada usia 58 tahun Disney menerima kehormatan ijazah sekolah menengah.

8. K.H. Agus Salim

Beliau bukanlah tokoh dunia yang homeschooling.

Melainkan, pengajar dan pendidik mandiri alias menerapkan homeschooling bagi putra-putrinya.

Agus Salim adalah lulusan terbaik Hogere Burgerschool, tapi tak suka menyekolahkan anaknya.

Diriwayatkan, dalam keadaan rumah kontrakan yang bocor, beliau sering mengajak anaknya bermain kapal-kapalan.

Bermain sambil belajar menerima dan mensyukuri apa yang dipunya.

Agus Salim juga mengedepankan rasa kebangsaan untuk diajarkan pada keturunannya.

Hal ini bisa dilihat pada salah seorang anak beliau, Theodora Atia yang disapa Dolly, turut serta dalam Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928, yang melahirkan Sumpah Pemuda.

9. Ki Hadjar Dewantara

Salah satu pahlawan nasional Indonesia ini juga tidak termasuk tokoh dunia yang homeschooling.

Tapi, nilai-nilai pendidikan yang beliau tebar banyak menjadi dasar dari proses homeschooling.

Ki Hadjar Dewantara pernah berujuar;

 

“Pendidikan yaitu: menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.”

 

Kodrat inilah yang perlu dijadikan tolak ukur orangtua dalam mendidik dan mengajar anak.

Bukan menjadikan kurikulum atau nilai akademis sebagai standar keberhasilan.

10. Buya Hamka

Di Maninjau, Hamka kecil sering mendengarkan pantun-pantun yang merekam keindahan alam Minangkabau.

Beliau belajar membaca Al Quran dan bacaan shalat dengan bimbingan Fatimah, sang kakak.

Ketika berusia 12 tahun, Buya Hamka mulai tak bersemangat sekolah sebab perceraian orangtuanya.

Beliau sering melakukan perjalanan jauh hingga terbiasa hidup mandiri.

Namun, hal ini tak membuat otaknya kering pengetahuan dan hidupnya minim prestasi.


Saat ini pendidikan selalu diartikan sebagai sekolah.

Orang yang tak sekolah dianggap tak berpendidikan.

Inilah yang kemudian membuat orangtua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit.

Supaya pintar, sukses dan menjadi yang terbaik.

Tapi, mereka lupa bahwa hakikat pendidikan adalah mengeluarkan potensi anak.

Membantu anak memahami tujuan hidup dan bahagia menjalani hari.

Jadi, kegiatan apapun yang mampu mengeluarkan potensi anak seharusnya bisa disebut sebagai proses mendidik.

Selanjutnya, kita akan bahas tentang FAKTA-FAKTA HOMESCHOOLING.